3.11.13

Oktober, campur-campur.

She’s leaving on a jetplane.

Teman baik terbang ke negeri seberang, menjemput mimpi. Jangan cepat-cepat pulang. Selamat melihat dunia dan semoga bertemu jodohnya disana, kawan.  I’m gonna miss you.



Lil brother got sick.
Meskipun kita sering tidur bareng, sharing bantal dan selimut, sharing makanan minuman, sharing semua-mua yang bisa di-sharing, sebenernya kita itu enggak juga yang mesra-mesra banget. Kita sering berantem, sering adu mulut, adu urat, dan udah banyak banget energi yang saya buang untuk kesel sama dia dan mendoakan dia (kadang) yang jelek-jelek. Maapin saya Ya Allah. Karena ternyata ngeliat dia sedih sakit dan terbaring lemah itu menyakitkan. Dan ngeliat Ibu yang sedih karena ngeliat dia sedih sakit dan terbaring lemah, ternyata jauh lebih lebih lebih menyakitkan. Ah, semoga seterusnya ke depannya Allah selalu kasih dia kekuatan dan kesehatan, dijauhkan dari segala kesulitan, didekatkan dengan segala kemudahan dan kelancaran, Amien. I love you, brother. Jangan sakit-sakit lagi ya jagoan :)

Sesaat ketika keluar dari ruangan operasi, si adek yang masih lemes-lemes di bawah efek bius dipaksa berpose, hehehe.

Bestfriends are getting married!
It’s not a new thing, actually. Cause this whole year, almost each month, satu per satu sahabat-sahabat menikah dan memulai hidup yang baru. And I’m happy for them. I really am.

Putu & Monik
Windy & Iam

Bali – Lombok trip. Catched up with strangers.
Minggu ketiga bulan Oktober curi-curi ambil cuti dan terbang ke Bali – Lombok sama temen-temen. Liburan itu menyehatkan. Oleh-oleh dari Bali adalah satu tambahan tindikan di kuping sebelah kiri. Ceritanya hampir tengah malem berdua sama temen-yang-senasib-sama-sama-single yang namanya ipy jalan ke daerah legian dan random cari tempat body piercing, tadinya mau langsung dua lobang, tapi satu tindikan harganya 250rb jadinya gajadi, hahahaha. Pas lagi di-piercing, abang tukang piercing-nya yang bertato dan punya tindikan di kuping kanan-kirinya yang lobangnya kira-kira bisa dimasukkin jempol kaki kemudian memberikan ide untuk memutarkan lagu, biar rileks ceunah. Terus lagu yang diputernya ‘someone like you’. Tai banget, alih-alih bikin rileks malah jadi bikin pengen mewek.
“Gimana, sakit enggak?” tanya si abang-tukang-piercing.
“Dilobanginnya nggak sakit, dilobangin sambil denger lagunya yang bikin sakit”
Ah, liburan.. Harus sering-sering :)

Setelah Bali, lalu Lombok.
Dulu pernah ada yang bilang sambil emosi ke saya, “Kalo lo ikhlas ngelepasin dia pergi, nanti ada orang yang baru yang datang. Kayak lo sedekah, lo ngasih sedikit tapi ikhlas, nanti bakal dikasih lebih banyak sama Allah. Jadi lo harus ikhlasin kepergian orang-orang yang mungkin bukan rejeki lo, ikhlas aja ikhlas, nanti pasti dapet yang lebih”. Tapi waktu dia ngomong ini dulu saya masih bego. Bego karena terlalu cinta, hahahha.
Beberapa hari sebelum terbang buat kabur liburan, ada kejadian kecil yang bikin saya berasa kejedot pohon, berasa ditimpuk pake sepatu, berasa digeplak pake gulungan koran dan bikin saya pengen sendirian nagis di pojokan. Akhirnya bulat memutuskan sendirian sesuatu yang bagi sebagian orang terdekat memang sudah seharusnya dilakukan sejak lama. Setidaknya saya sudah ikhtiar semampu saya, berdiri dengan tulang belakang yang ditegak-tegakkan meski rasanya ingin meringkuk dan menangis pilu tiap saya mengingat kejadian menyakitkan yang dilakukan sama orang-orang yang pikirannya sempit kayak celana dalem itu. Hhh...
Yah terus akhirnya yaudahlahya. Terus saya pergi liburan. Setelah Bali lalu Lombok.

Ada beberapa kejadian selama liburan kemarin yang tidak menyenangkan dan mengganjal kayak busa di BH yang bikin engap bikin enggak nyaman buat diceritakan jadi sebaiknya di-skip aja yah. Tapi ada juga kejadian super duper emejing dan memejamkan mata mengingatnya barang sebentar saja bisa bikin saya mengulum senyum. Ceritanya katanya waktu itu pas saya main ke gili trawangan itu pas lagi perfect timing, karena malemnya itu fullmoon. Terus malem itu saya makan malam di pasar. Menu makanannya seafood. Sambil cerita-cerita random, mata saya dimanjakan dengan pemandangan bule-bule lucu gak pake baju yang berseliweran, hahahaha. Selesai makan terus ikutan nonton layar tancep di pinggir pantai sambil angin-anginan di bawah sinar rembulan. Filmnya abis, orang-orang keluar buat party, saya balik ke penginapan dan bobok. Besoknya pagi-pagi abis subuhan masih gelep masih gulita saya pergi ngejer sunrise sendirian. Sepedaan dan di jalanan ngeliat orang-orang tepar abis party, haha. Then I found a great spot, lalu duduk di atas batang kayu berukuran cukup besar. I looked around, di sebelah kanan ada couple lagi tiduran berdampingan di atas pasir. Liat ke kiri ada dua cewek bule duduk bersandar di batang kayu juga. Gak jauh dari mereka ada dua cowok bule, yang satu pirang tidur meringkuk di atas pasir sementara yang satu lagi duduk di sebelahnya menyelonjorkan kaki menatap arah matahari yang sudah mulai mau muncul malu-malu. I grabbed my phone and started to take pictures. Terus tiba-tiba ada sosok mendekat dari sebelah kiri dan bertanya, “can I sit here?” saya menoleh dan mengangguk ragu-ragu. Ternyata ini si cowok bule yang tadi duduk di sisi sebelah kiri. Cowok bule yang bentuknya sebelas dua belas dengan Matt Bomer yang main jadi nick di serial white collar dan senyumnya pagi-pagi ini seketika bikin grogi. Setelah mengajak berkenalan, he started to ask questions, “where are you from?” “are you alone?” “how long have you been here?” and stuffs like that. Saya menjawab pertanyaan-pertanyaan itu sambil tetap asik mengambil foto dengan kamera handphone sampai tiba-tiba dia bertanya, “is it better up there?”, saya bingung dan bengong “eh, sorry?”. Lalu dia tersenyum dan menepuk serta membersihkan pasir di sisi kanannya, he asked me to sit next to him. That’s cute. Saya berhenti mengambil foto dan turun mendekat lalu duduk di sebelahnya, kita ngobrol ngalur ngidul sambil menunggu mataharinya terbit.
“we should go scuba diving or snorkeling” he said.
“I don’t  think so. I don’t like it”
“why?” he asked again.
“I don’t like getting tanned, I am tanned enough, and most of Indonesian people don’t like me because of it”
“What? Why? There’s nothing wrong with it. It’s perfect. You’re beautiful”
“Haha, thanks”
Pernyataan yang bikin enggak fokus dan pikiran kemana-mana. Mudah banget kan si sheilla ini, mudahhhh. Ghghghghhh.
Sunrise at Gili Trawangan
“I want time to stop just like this. Seeing this beautiful view, the sun, the hills, the sea, everything, and I’m seeing it with beautiful girl. So perfect” He said, dengan mata masih menatap ke arah matahri terbit dan menoleh sebentar ke arah saya dan kita bertemu pandangan. Awkward.
Lalu mataharinya udah bener-bener naik, tandanya udah waktunya kita bubar. Syedih deh. Hahaha.
“Okay, I think I have to go back” I said to him.
“Yeah, me too”
“Err, sorry, what was your name again?” Efek grogi bikin enggak fokus waktu tadi kenalan di awal.
“It’s matt, sheilla” ah, he remembers my name, flattering.
“Okay, bye matt”
“Bye, have a good time”
Matt stays as a stranger, mungkin gak akan pernah ketemu lagi. Mungkin dia gak akan pernah tau kalo kata-katanya yang terucap tanpa sengaja itu selalu menimbulkan perasaan lega tiap kali saya mengingatnya. Ternyata mengetahui dibilang punya kulit item is an okay setelah selama satu tahun berusaha memungut kepercayaan diri yang berceceran akibat pernyataan beberapa pihak yang melecehkan saya sebagai ciptaan Tuhan itu rasanya... Lega. Hehe.
Jadi ya udah. Ikhlas ya Sheilla?

Mengalami adegan. Adegan huhujanan.
Adegan ini jadi penting bukan cuma karena moment-nya dilalui dengan orang yang penting, tapi juga entah kenapa saya jadi diingatkan kalo sudah satu tahun berlalu setelah adegan huhujanan episode satu, dan hidup masih kieu kieu hungkul. Yang setahun lalu bilang 'time will heal everything' sambil tepuk-tepuk pundak ke saya mana suaranyaaaaaa? Haha, seems like it's not working that way. It will be healed if I want to. Ah..It has been a year... It has been a year already, how are you sheilla? :)

Jadi itu soundtrack huhujanan-nya judulnya Hujan Gerimis ya? Yuk ah, senandung-senandung dikit...


Eh ujan gerimis aje
Ikan lele ada kumisnye
Eh jangan menangis aje
Kalo boleh cari gantinye

Mengapa ujan gerimis aje
Pergi berlayar ke tanjung cina
Mengapa adek menangis aje

Kalo memang jodo ngga kemana, hei hei

0 comments: