14.5.12

a month ago.

Satu bulan yang lalu saya baru menggenapi usia baru yang sekian-sekian.
Satu bulan yang lalu itu kelam dan suram. Hari itu lembur, lembur di tempat yang jauh dari orang-orang tersayang, lembur di tempat yang jauh dari hal-hal yang menyenangkan, dan lembur yang harus dilalui dengan partner kerja yang kurang peka dan otaknya diduga sedikit mengalami pergeseran.
Bahkan malam hari di hari yang seharusnya spesial itu justru dihabiskan dnegan nangis bombay karena kesal yang meluap-luap akibat suatu hal.
Suatu hal yang setelah jeda satu bulan ini kembali saya flashback, kemudian membuat saya sedikit lega, memang sudah jalannya...

AH ya, hari itu saya dapat kado.
Yang pertama dari Yogo si partner kerja yang ternyata lumayan peka tapi peliiiitttt. Hahaha. Karena apa? Karena saya dapet kado SIOMAY, yang kebetulan dia beli pagi-pagi di perjalanan menuju kantor untuk lembur hari itu.
"Nih buat kamu!"
"Wah, asiiikkk tau aja kamu aku belum sarapan!"
"Iya, itu kado ulangtahun ya! Awas kalo gak diabisin!"
"EH?"
"Iya selamat ulang tahun ya. Kata facebook kamu ulang tahun"

Yang kedua, sepatu. Sepatu yang jika dihargai maka nilainya adalah nol dibagi nol yaitu tak hingga, tak ternilai harganya, priceless. Yang mau saya kotakkin aja trus dikacain trus dipajang di lemari tamu. Hehe.
Merinding rasanya membaca selembar surat biru yang terselip dalam kotak kadonya... I cried, fyi. Perasaan bersalah dan haru jadi satu.
"Ah, semoga dengan langkah-langkah kecil ini saya bisa bertahan hidup"

Lalu ada juga sebuah kenyataan, yang kemudian saya jadikan pelajaran, dan biarlah menjadi pengalaman. Karena kata seorang kawan, "berharap sama orang yang gak ada kemauan itu cuma akan bikin lo cepet ubanan!"
Kenyataan itu sekarang bisa saya anggap kado. Kado untuk menjalani kehidupan yang lebih baik insyaAllah, amin.

Dan ada juga yang datang terlambat.
Yang dulu saya benci. Yang dulu pernah datang membawa sejuta teka-teki kemudian saya minta pergi dan tidak pernah diharapkan untuk kembali. Yang muncul kembali, benar-benar sendiri, dan kemudian menyapa di setiap pagi.
Bagaimana bisa seseorang yang saya tidak pernah kenal, tidak pernah tau keberadaannya sama sekali, tidak pernah saya mau tau lagi karena situasi, ternyata bisa menjadi sebuah kado yang terlambat... Adalah rahasia-Nya.
Jadi Bismillah aja ya :)

2 comments:

R. Suharjo said...

gwe suka bagian ini "Bagaimana bisa seseorang yang saya tidak pernah kenal, tidak pernah tau keberadaannya sama sekali, tidak pernah saya mau tau lagi karena situasi, ternyata bisa menjadi sebuah kado yang terlambat"

R. Suharjo said...

gwe suka nih bagian ini Bagaimana bisa seseorang yang saya tidak pernah kenal, tidak pernah tau keberadaannya sama sekali, tidak pernah saya mau tau lagi karena situasi, ternyata bisa menjadi sebuah kado yang terlambat.