30.12.12

hakhakhak.

-drrrt drrrttt-
ponsel bunyi-bunyi getar-getar, ada panggilan masuk. Menoleh, melihat nomor panggilan yang masuk, ignore.

-drrrtt drrttt-
lagi, ponsel berbunyi-bunyi dan bergetar-getar, kali ini ada pesan masuk. Menoleh, melihat pesan yang masuk, do nothing.

"kok gak diangkat?" kata suara dari belakang. "hehe" meringis speechless.
I was ignored by someone because the person didnt want to hurt me more. And I'm doing just exactly the same, to others.
I think I'm just gonna stick to the plan, waiting. Just wait.

"Yah sambil nunggu-nunggu ada yang ngelamar, flirting sana sini is an okay, shei..." pesan seorang kawan.
But flirting is kinda boring right now. Bertebaran buaya banyak lagu alias blagu, padahal berenang masih pake pelampung, jurus dan lagu yang dinyanyiin masih itu-itu aja, creep, tapi udah berasa paling benernya. Dudes, gak ada bad boy yang berkoar dirinya bad boy. Apalagi playboy yang bilang dengan bangganya kalo dia itu playboy. Biar apa gitu? Biar keliatan impressive? Pffffttt banget deh.

Aduh, emang nggak secure banget situasi dengan status yang sekarang. Gak mau nyari tapi gak mau dicari. Nunggu tapi gak tau apa yang ditunggu itu tau kalo dia lagi ditunggu.
Ganti display picture/status di bbm tengah malem, langsung dapet pernyataan justifikasi. "Lagi ngasih kode ya lo??" | "kode apa?" | "kode: aduh udah jam segini aku beyum bobo loh, temenin aku ngobrol dulu dong, anyone? hahahahaa". Kampret. I dont do coding unless I get paid for that, misterrr! picik banget emang pikiran orang-orang.
Jalan sendiri, dikatain loner. Ngajak jalan temen yang udah nikah, gak bisa. Ngajak jalan yang udah punya pacar, ditolak karena dianya mau jalan sama pacarnya. Ngajak jalan yang belum punya pacar, digosipin. Ihh ribett mahh emang kalo punya temen kebanyakan laki daripada perempuan. Bzzzz.

Anyways, ga mau kalah sama temen-temen yang so mindstream akhir tahun liburan dan jalan-jalan trus upload foto-foto happening di luar negeri-nya, saya juga mau upload foto oleh-oleh hasil liburan long weekend kemaren. Saya foto bareng artessssss dongs. Asli saya gatau dia siapa tadinya, yang ngeh duluan justru si adek, buahahaha. Jadi ceritanya lagi nemenin si adek beli sesuatu, nah pas lagi nunggu oprek oprek sana sini, kita bersebelahan dengan neng-neng and her friend yang juga lagi beli sesuatu. Dan tiba-tiba si adek berbisik, "tin, ini yang sebelah kita artis!" | "hah? siapa?" | "annisa cibi cibi!"
Jadilah.. Setelah beberapa lama terjadi diskusi dan perdebatan panjang antara saya dan si adik apakah kita akan minta poto bareng atau enggak, akhirnya tercapai kesepakatan, dan sesaat setelah urusan pembelian beres saya langsung mendekati si neng,
"mbak, boleh poto bareng enggak?"
"boooleeeeh" => menjawab dengan super ceria ^.^ "Yuk foto, fotonya harus begini yaaa" => sambil memeragakan kuncup mekar di bawah dagu
faaaakkkkk "seriously? harus begitu?" i'm a lil bit shocked.
"iiiyaaaaa" ==> lagi-lagi menjawab dengan super duper ceria ^.^
Speechless, tapi akhirnya tetep poto bareng juga. Hahahaha. Eh sekarang ketawanya jadi harus hakhakhak dong yak? :P


me and annisa cibicibicibi hakhakhak.

15.12.12

kenalin, aku si mbak-mbak-kamar-pojok ;)

Hari ini, setelah sekian lama..setelah sekian lama..setelah sekian lama saya melakukannya terhadap orang lain.. Akhirnya terjadi pada saya juga.

Selalu nyebut tetangga depan rumah di Bandung sebagai "tante-rumah-depan" karena selalu lupa namanya.
Selalu nyebut tukang jus langganan deket kosan sebagai "mas-tukang-jus-dari-kuningan" karena saya lupa namanya tapi saya ingat asalnya yang dari Kuningan.
Dan pernah satu tahun lamanya nyebut seorang teman sebagai "temennya-si A" karena yang saya kenal lebih dulu adalah si A, dan saya selalu selalu selalu lupa nama asli temennya si A ini siapa.
Dan masih banyak, sebutan-sebutan lain yang saya kasih ke orang-orang yang saya lupa namanya...

Terus tadi barusan denger sayup-sayup dari luar kamar kosan,
"Bi, titip charger ini ya.."
"Ke siapa mbak mer?"
"ke mbak-mbak-yang-kamar-pojok-itu, aduh aku lupa namanya siapa"

Mbak-mbak-kamar-pojok itu aku. You may also define me as the-pettite-brownie-girl. Dan mbak mer ini, baru 30 menit yang lalu ketok kamar saya, minjem charger bb, sambil ngajak kenalan. And 30' after she named me as 'mbak-mbak-kamar-pojok'?

Irritating ternyata ya. Haha.
Now I know how you feel about me, M..
Oh yes, karma does exist.

30.10.12

how are you? fine thank you.

Waktu-waktu yang berlalu dalam dunia saya belakangan, yang bukan lagi dalam satuan terkecil menit atau detik, tapi bulan… Adalah satu-satunya yang ketika berlalu bisa menjadi pemecah sejuta misteri.
Sudah berapa bulan ya sejak saya terakhir menulis?
Banyak yang sudah berlalu dan… Berubah.
People come and go. Beberapa datang dengan cara yang salah dan berusaha masuk ke kehidupan saya dengan begitu sulit, but then went off easily… Namun ada juga yang datang dengan sangat mudah, dengan cara yang misterius dan indah, tapi kemudian harus pergi dengan berat hati dan sulit untuk diikhlaskan. Menyisakan tangis berhari-hari.
Kenapa lama tidak menulis? Jawabannya simple, karena sibuk.
Sibuk kerja? Lucunya, bukan. Setelah sebuah anomali terjadi dimana instansi tempat bekerja merumahkan beberapa staf sampai batas waktu yang belum ditentukan, dimana salah satunya adalah saya, jadilah sehari-harinya selama beberapa bulan kemarin saya digaji hanya untuk menikmati kesibukan saya menjalankan beberapa peran.
Yes, I was busy playing role as somebody’s daughter, somebody’s sister, somebody’s bestfriend, and somebody’s girlfriend. Yang terakhir, somebody’s girlfriend, somehow yang paling banyak menyita waktu. And I’m sort of happy doing all of that. I learned a lot and I gained a lot also.
Mencoba flash back ke setahun yang  lalu dimana seseorang yang selalu jadi orang yang too good to be true-nya versi saya mengucapkan pisah yang kemudian menjungkir balikkan dunia saya diam-diam... Kenapa diam-diam? Karena banyak yang tidak melihat perubahannya, banyak yang mengatakan bahwa saya akan baik-baik saja, dan banyak yang memprediksi bahwa saya tidak akan sulit mendapatkan penggantinya. They were right by some points, but they were also wrong. Memang tidak banyak yang berubah karena saya tidak pernah membiasakan untuk menggantungkan hidup saya kepada pasangan, tapi diam-diam setiap apa yang diperbuat dan dilalui setiap harinya setelah hari dimana kata pisah itu diucapkan tentu saja terasa berat, karena bagaimana mungkin kebersamaan bertahun-tahun yang telah dilalui yang membuat segala sesuatunya pasti berkorelasi dengan orang tersebut bisa di-label-kan sebagai ‘tidak-ada-yang-berubah’? Maka point kedua, bahwa saya akan baik-baik saja setelah masa-masa itu ternyata juga kembali berseberangan dengan prediksi mereka... Somehow, there were some things that missing and It was uneasy to cover it up, how come that I could be just okay with it? Point ketiga, pengganti. This too-good-to-be-true-guy-i-used-to-date-with ever told me, “kamu gak akan pernah bisa dapet yang lebih baik dari aku”, and yes he was so damn right. Orang kayak dia emang cuma akan ada satu di dunia, and there will be no substitution for him. And yes he was so damn right again, people I’ve been seeing lately are not as good as him, but hey, I’m not trying to find ‘you’ again anyway :)
So, there it goes… Setelah melewati hari-hari dan situasi aneh sebagai seseorang yang single dan buta arah setelah selama nyaris 5 tahun hanya berencana ini itu dengan orang yang sama, I gave myself chances to know a lot of people, got closer to some of them, till I finally met this person I was finally brave enough to admit as my boyfriend.
Entah sejak kapan, label ‘pacar’ enggak pernah saya gunakan lagi sejak bertahun-tahun yang lalu. I don’t do public display affection in socmed(s). I don’t label the guy I’m dating and hanging out with as ‘my boyfriend’. Dan itu semua berubah karena pria-kecina-cinaan-bernama-muhammad ini.
Perkenalan sampai akhirnya pertemuan yang serba tiba-tiba membuat saya sering tersenyum simpul mengagumi cara Tuhan bekerja mengatur jodoh dan pertemuan manusia. Kita gak pernah tau satu sama lain meski selalu tinggal di kota yang sama, setelah di-set up sana sini sama beberapa orang yang punya niat dan harapan baik sama kita berdua tapi tidak dilanjutkan for good dan sempat saling menjalani hidup sendiri-sendiri sebelum benar-benar saling mengenal, malah akhirnya kita ketemu dengan sendirinya tanpa banyak direncanakan ini itu. I still remember gimana orang ini lari-lari tengah malem dari tempat dia nginep ke tempat saya nginep saat dinas waktu itu cuma buat nanya apa saya mau menjalani hubungan yang serius dengan dia, I was so speechless and told him that I wasn’t ready to have any commitment with anyone at that time, so he just went home after I gave him selembar tisu buat ngelap banjir keringet abis lari-larinya (yang ternyata masih di keep di dompetnya sampai sekarang). Selain karena secara fisik dia punya mata sipit yang menjadi nilai plus-nya tersendiri since I used to dream of dating korean guys… I don’t see any attractive things in him. We don’t have a lot of things in common, dia adalah lulusan institusi yang semi-militer dan berseragam, and I used to hate those kind of guys, dan ada beberapa cobaan serta masalah yang berondongan nongol bikin hati sempat gundah gulana di awal-awal perkenalan, termasuk soal dia yang punya seorang mantan pacar paling naudzubillah antagonisnya udah kayak di film-film…  Tapi kemudian semuanya seolah selalu dimudahkan dan dilancarkan sampai akhirnya kita bener-bener sepakat buat nyoba commit sama sebuah hubungan yang ber-label itu. Alhamdulillah, walaupun saya sempat bertanya-tanya sama Allah kenapa saya justru dikasih pacar dan bukannya suami seperti yang saya selalu minta, saya seolah sudah mendapatkan jawabannya bahwa karena Allah always gives us what we need, never what we want… Yes, may be at that time, what I need backthen was a boyfriend, not a husband. Begitulah kemudian ceritanya berlanjut, this guy brought a very positive energy to me. Bukan karena dia selalu bukain pintu mobil like gentle man always does in movies, bukan karena wangi bvlgari aqva campur keringetnya yang makes him so yums, bukan juga karena dia selalu berusaha memberi even in his lack of capacity, bukan juga karena dia selalu belajar memperbaiki kesalahan yang dibuat dengan mencatat hal-hal yang saya suka dan tidak suka di ponselnya, bukan juga karena dia diam-diam selalu nice dan pay attention to my whole family and friends, bukan karena dia selalu sopan dan treat me right, bukan juga cuma karena dia ngasih banyak bimbingan agama ke saya dan bahkan melantunkan dengan indah bacaan solat ketika jadi imam… Bukan cuma karena hal-hal itu. Tapi segala sesuatu yang kita lakuin pada dasarnya punya niat baik, that’s why each of us trying to give our best dan semua usaha untuk benar-benar memulai sebuah hubungan sehat yang melibatkan keluarga dan teman-teman, dan komunikasi yang baik itulah yang akhirnya banyak membawa energi positif ke diri saya, I turned into someone new, a better one I could say. Dan walaupun faktanya Ibu gave him only 30 points of 100 points, I was still so happy backthen cause I happened to realy enjoy the days we’ve spent together. I enjoyed for finally being able to play a role as somebody’s girlfriend, finally, once in my life. I don't worry too much either. Dan iya, emang gak semuanya berjalan selalu baik, there was also ups and down, tapi entah kenapa sama orang ini selalu nyenengin, dan adiktif kronis. My lil brother ever warned me, “orang yang gampang bikin kita ketawa pasti lebih gampang bikin kita nangis”. And yes my brother was right. Selain orang ini punya bakat ngelucu dan sering banget sukses bikin saya ketawa sampe ngeluarin air mata, ketergantungan sama dia juga bikin hari-hari yang dilaluin bikin ngeluarin air mata kalo kita lagi ada masalah dan bikin saya harus ngebayangin kalo kita gak lagi bisa sama-sama.
Dan lagi-lagi Tuhan kembali membuat saya tersentak dengan cara-Nya bekerja mengatur jodoh dan pertemuan manusia, karena setelah cukup banyak (lagi-lagi) menaruh harapan kemudian saya hanya bisa kembali tersenyum karena sepertinya jodoh saya dengan pria kecina-cinaan tersebut mungkin memang tidak bisa beriringan sepanjang yang kami sama-sama harapkan.
Di awal-awal perkenalan kita, kita pernah sama-sama sepakat kalo sebenernya yang dibutuhkan dalam menjalin sebuah hubungan adalah partner yang tepat yang willing to do everything to make things work. Setelah niat yang baik, maka hanya diperlukan komitmen dan usaha untuk sama-sama ngebangun hubungan itu maka semuanya pasti akan berjalan baik. Tapi ternyata kita salah yah? Ternyata ada faktor X yang sama-sama enggak pernah kita duga-duga sebelumnya… Atau mungkin sebenarnya masih ada faktor T, U, V, W, Y and Z yang masih invisible karena kita terlalu dibutakan oleh cinta? Well, we’re just a human being anyway… We have given our best but our best seems not good enough still. I never know how things are gonna work, I can only predict and hope, and make a try. And yes, those things are worth the efforts, M...
“So thank you so much mister muhammad, what an experience we shared backthen… Thanks for the great love, great effort, and great sense of humor”

with love (still),
-bukan lagi padukinya paduka-

I love this place
but It’s haunted without you
my tired heart
is beating so slow
our hearts sing less than
we wanted, we wanted
our hearts sing cause
we don’t know, we don’t know
-Little House, Amanda Seyfried-

24.7.12

C4 (curi-curi curhat colongan)

Di salah satu Kantor Pertanahan nemu papan komunikasi antar petugas di bagian pengukuran dan pemetaan...
"Dimaafin sih, tapi belum tentu bisa lupa ya"
"Kamu lagi ngomongin gambar ukur apa masa lalu sih?"
...
Pulang dari Bandung kemarin terjadi insiden gigitan serangga sebadan-badan. Tujuh hari setelah gigitan...
"Astagah ini bekas gigitannya udah seminggu masih gini ajah"
"Kenapa?"
"Membekas luar dalam"
"Lagi ngomongin luka hati ya?"
...
Minggu siang. Terkulai lemas tak berdaya ngadem di kamar. Maghrib masih jauh. Gak ada kerjaan kemudian mengambil pinset dan bereksperimen nyabutin bulu ketiak.
"AAAaaaaa aku abis nyabutin bulu ketek, sakiiittttt"
"Ih dodol, ngapain??? Biarin ajaaa..."
"Gapapa kok ka, aku udah mulai terbiasa dengan rasa sakitnya"
Heh sheilla, kamu lagi ngomongin bulu ketek apa perasaan?



Bawaan puasa ini pasti, haha... Anyway, selamat menunaikan ibadah puasa semuanya. Smooch!

18.7.12

unamused and disappointed. hoam!


Loudspeaker is a device that convert electric signals to audible sound. Sound that can be heard from a distance and by a large number of people.

People?

You know, long time ago, saya dan beberapa orang teman pernah menggunakan teknologi loudspeaker melalui telepon rumah untuk ikut sebuah kuis di radio. We did. We sang a song together over the phone and we got a prize for the reward. That was fun.

Pernah juga, I’m using this loudspeaker technology on the cellphone, bareng-bareng dengan beberapa teman lainnya, bercakap-cakap dengan teman kami lainnya yang sedang berada di daerah antah berantah. Saling berebut dan bersahut-sahutan bertanya kabar, berbagi cerita, dan tertawa bersama-sama. I’m telling you that was also a real fun thing I’ve ever experienced with this kind of technology ever invented. OH YES IT IS.

But the one you did with this technology. The other night when you lied and conspired with those creatures you’d prefer to get along with… You did use this technology while those other strangers were behind you and listening to everything we talked, without me even knowing… That wasn’t fun at all, mister. That impolite thing you did was not fun, at all.

After all this time… After all the wasting time, energy, and also expenses… You cant even be a good friend at all for me. It is so much true that behind every asshole there's always a bitch who made him that way. And conspiration made you both look so cute together... :'>

Moral of the story: Should be more careful on people I get emotionally involved with in the past. And I should be more careful on by-phone-conversation, kali-kali aja banyak yang diam-diam pengen dengerin suara emas saya. Itung-itung latian disadap kalo jadi pejabat ntar... Haha.

28.6.12

belum kawin vs tidak kawin

I just got my new E-KTP. Dan ketika dibandingkan dengan yang lama milik si ogoy-my suspected-alien partner, perubahannya tidak terlalu mencolok selain si ogoy ndablek itu menempelkan pas foto barunya pake isolasi karena foto sebelumnya di KTP itu sepertinya kurang kece,  sedangkan foto di E-KTP yang baru milik saya justru seperti standar foto-foto yang ada pada foto SIM, ancur ngebuang dengan muka gak kontrol kayak foto tersangka pelaku kriminal. Hhhh… Sudahlah, yang sudah berlalu biarlah berlalu ya sheilla… Hadapi saja kenyataan kalau kartu identitas ini yang harus kamu gunakan lima tahun ke depan. Yes, 5 years from now, kecuali jika ada perubahan. Perubahan apa kah?

STATUS.
 
Status apa?
Kalau di saya, status dari belum menikah yang insyaAllah Amin Allahuma Amin bakal menjadi ‘menikah’ yang mudah-mudahan sih sebelum lima tahun ke depanlah yah. Karena kayaknya mulai tahun depan saya bakal random aja nerima siapa aja, jadi ya siapa cepat dia dapat aja gitu, hahaha. Ya jadi gitu, status saya seperti yang terpampang adalah ‘BELUM MENIKAH’. Dan gimana kabar status si ogoy? Status si ogoy, sesuai dengan kepribadian dan otaknya yang sedikit mengalami pergeseran, juga sangat khusus yaitu ‘TIDAK MENIKAH’. Tidak menikah, sodara-sodara... ‘Belum’ itu berarti akan, atau ada kemungkinan berubah. Kalau ‘TIDAK’ kan artinya ya enggak, atau enggak akan.. Yah itulah yah. Haha.
My New 'E-KTP'

I remember dulu dia pernah cerita kalo pacarnya yang pernah dia namain sebagai “KAPOLDA” di kontak HP-nya karena sangking seringnya nelpon, dan kebetulan lebih tua setahun dari kita itu, sudah pernah mengultimatum kalo dia pengennya tahun depan mereka berdua sudah berlanjut ke tahap selanjutnya (kode: menikah). Trus si ogoy bilang iya tanda setuju cuma biar si pacar enggak nanya-nanya lagi. Sadis. “Don’t you know goy, salah satu kejahatan berdarah dingin yang sering dilakukan laki-laki kepada perempuan adalah memberikan harapan palsu tauuuu… “.

Kan, pacaran sama cewek itu cuma kamuflasenya si ogoy aja kayaknya mah. Dan sepertinya bapak camatnya ngerti banget sama si ogoy. Dia tau banget yang ogoy mau makanya ditulis statusnya 'TIDAK KAWIN'. Hahaha...
My Suspected-Alien Partner's 'KTP'

27.6.12

good news (again)!

Entah siapa yang memulai, tiba-tiba percakapan tadi siang melalui pesan singkat di telepon genggam jadi berlanjut dari percakapan langsung via telepon.


"Kangen sama suara lo, nyet" suara di ujung sana beralasan.

Dulu pernah ada perumpamaan yang saya gunakan untuk hubungan pertemanan saya dan dia, sebuah paket nasi timbel komplit dengan es teh manis tanpa perlu tambahan biaya lagi. Tapi lama kelamaan dia berubah jadi orang yang saya tidak kenal. Lama kelamaan dia kadang-kadang jadi spaghetti yang bikin eneg kalo kebanyakan. Dan kadang-kadang dia jadi mie ramen super pedas yang kalo kebanyakan bisa bikin sakit perut. Karena tiap lama gak ketemu, ketika bertemu biasanya dia jadi orang asing yang baru dengan ceritanya yang baru tentang dunia barunya yang sering membuat saya terheran-heran.

Dulu, dia orang pertama, yang selalu ada ketika masa-masa sulit hubungan dengan partner terdekat yang lalu. Orang yang tidak selalu ada, tapi biasanya justru muncul tiba-tiba pada kondisi-kondisi genting. Suka tiba-tiba muncul sok malaikat. Pernah pagi-pagi sekali mengantarkan tuan putri ini ke cengkareng dari bandung setelah saya minta secara semena-mena sebelumnya padahal saya tau dia baru pulang subuh abis main game online, dan iya, dia enggak bilang enggak, juga enggak ngeluh meski sepanjang jalan itu saya tidur. Pernah ngasi surprise aneh ngejemput di cengkareng dari bandung, dan sebelum kita balik ke bandungnya dia mampirin ke ancol cuma buat ngajakin ngeliat sunset. HAHA. Orang yang pernah bikin ilfeel se-ilfeel-ilfeel-nya karena pas ulangtahun saya pernah ngasih kado foto kita berdua di pigurain segede jendela, berasa lagi anniversary pacaran. Setan. Saya pernah jalan sama dia muter kota bandung tanpa tujuan, tiba2 dia nyuruh nutup mata, ngeberhentiin mobilnya entah dimana, dia turun dari mobil dan ketika kembali ke mobil lagi dia nyuruh saya ngebuka mata lalu mendapati dia sedang menyodorkan bunga mawar putih yang bikin saya ketawa geli, sampai sekarang kalo keinget masih suka gak abis pikir kenapa bisa ada adegan kayak gitu antara saya sama dia. Dia juga laki-laki pertama yang saya ingat pernah ngajak saya makan di tempat romantis di salah satu cafe di daerah Dago atas dengan sebelumnya dia ngebukain pintu waktu mau turun dari mobil. Impressive? Yes it is, kalo orangnya bukan dia, It should be impressive. But instead of thinking that it was impressive, I punched him on his shoulder and say, "norak lo nyet", dont you remember that moment, nyet? Haha. Saksi hidup yang pernah liat saya nangis kesel sekesel-keselnya sambil manggil-manggil “Ibu”, orang yang pernah ngajarin saling teriak “kamp*ng” kenceng-kenceng buat ngilangin kesel, salah satu orang yang ngajarin saya dengan sangat hati-hati dan seksama bagaimana menyalakan rokok yang baik dan benar, dan iya… contoh teman hedon dan contoh teman konsumtif yang paling dekat semasa kuliah yang sering bikin terheran-heran karena sanggup menyeimbangkan gaya hidup dengan income pas-pasan ala anak kosan. Hahaha.

Iya, dia itu, si monyet satu itu. Dan enggak sodara-sodara, walaupun saya sudah kenal baik dengan keluarganya, walaupun sering terdengar suara-suara merdu menggoda tiap saya dan dia tertangkap momen sedang bersama, walaupun juga kita telah mengalami terlalu banyak hal bersama-sama atau kadang juga sendiri-sendiri meski saling mengetahui dan mendoakan dari jauh.. Enggak, saya dan dia enggak pernah apa-apa dan kenapa-kenapa.  Selain karena saya enggak bisa ngebayangin harus idup sama orang hedon dan konsumtif kayak dia, yang suka sakit kalo makannya di tempat yang murah dan enggak higienis, yang susah bangun pagi meski tidurnya cepet, punya kebiasaan aneh suka tidur di bawah kolong tempat tidur, dan kalo di-SMS dibalesnya mungkin baru satu hari kemudian... Alasan lainnya adalah because knowing that I’m having him around was one of the most comfortable feeling I don’t wanna loose.
 
Dan percakapan tadi siang itu, percakapan yang judul awalnya klarifikasi gosip yang dia dengar ketika sedang bergosip dengan teman-teman lain yang pada suka gosip itu… Malah jadi ajang tukar berita dan berbagi derita.

#Derita. Diingatkannya momen-momen yang dulu-dulu, dipancing buat cerita suasana hati dan kabar seputar keseharian saat ini yang bikin mewek dan meler, huaaaa…
“Udah lo jangan nangis ah, gue gak mau liat lo nangis lagi, ntar manggil-manggil Ibu lagi, sekarang kan udah deket tuh sama Ibu..”
“Iya nyet, tapi malah nyokap yang sekarang bikin gue nangis mulu tauuuu”

#Berita. Yes, kalo udah ada yang nebak, dia kasih kabar tentang rencana nikahnya. I was happy to hear that. Cuma agak sendu aja ngebayanginnya. Rasanya pengen balik lagi di momen pas saya tiduran di ranjang kosannya, dia minum susu ultramilk dengan sedotan sambil telponan sama pacarnya, terus saya nendang-nendang kakinya minta dia menyudahi percakapan dengan pacarnya karena saya tiba-tiba kelaperan. “kalo gue sekarang nendang-nendang kaki lo lagi sambil minta di-extend dulu masa lajang lo karena gue masih pengen ditemenin makan nasi goreng kira-kira masih laku gak ya nyet?” Haha. Sunyi, tak ada jawaban.

But anyway, congratulation ya nyet. Semoga acara dan persiapannya lancar car car carrrr.


25.6.12

my suspected-alien-partner named ogoy.



Sebuah cerita tentang seorang teman yang karena takdir akhirnya bertemu dengan saya di dunia kerja... Yang awalnya saya kira ada hubungan saudara jauh atau saudara terpisah karena penculikan ketika masih bayi dengan Kang Mas Christian Sugiono sangking gantengnya. Tapi ternyata justru membuat saya berucap syukur atas kebesaran Allah SWT yang Maha Adil. Bahwa kesempurnaan fisik tidak selalu berbanding lurus dengan kelakuan. Dan bahwasanya tidak ada manusia yang sempurna... Indeed.

-Dokter spesialis THT-
Dia: Aku sekalinya ke dokter THT itu ya pas medcheck buat pemberkasan PNS kemarin
Saya: Oiya? Emang sampe medcheck ke dokter THT? Kok aku enggak?
Dia: Ya enggak sih, karena pas ngecek awal, diliat dokternya kok kayaknya ada benda asing di telingaku..
Saya: Trus?
Dia: Trus ke dokter THT deh
Saya: Trus?
Dia: Trus ternyata setelah diperiksa, benda asing itu adalah kapasnya korek kuping. Nyangkut gitu
Saya: HAH? Parah amat! Udah berapa lama emang nyangkutnya?
Dia: Ya gatau, ga kerasa juga, Lama kayaknya, udah kuning coklat-coklat gitu
Demmm. I bet he's an alien. This creature cant be a human. Oh yes I have an alien partner at work...

-Pink Kolor-
Saya: Ini yg pink ini kolor siapa goy? Unyu banget
Dia: (menyahut dari dalam kamar) Bukan aku. Aku gak punya kolor pink.
Saya: Oo..
Dia: (keluar dari dalam kamar) Mana?
Saya: Ini..
Dia: Oh ini punyaku. Maroon ini bukan pink, waktu dulu belinya merah maroon.
Saya: Ya Tuhan sampe pudar..
Dia: Rossa dong, pudar.
Saya: Heh?
"kurasakan pudar dalam hatiku, rasa cinta yang ada untuk dirimu"
Deymmmmmm. I have a goodlooking alien partner that wears a maroonish pink underwear and loves to sing! Tuhaannnn...

did you say maroon, goy? DID YOU?!
-Seragam-
Saya: dimana goy?
Dia: kantor.
Saya: pake baju apa hari ini?
Dia: seragam.
Saya: seragam yang mana?
Dia: ya seragam.
Saya: iya yang mana?
Dia: ya seragam yang biasa, emangnya kamu punya yang linmas?
Saya: ya gak punya.
Dia: pinjem dulu kalo gitu sama ibu.
Saya: ih kegedean.
Dia: ya udah dikecilin dulu.
Saya: gak punya duit.
Dia: yaudah aku pinjemin.
Saya: bener?
Dia: oke. jam 9 di kantor ya.

Dan hari itu berlangsung aneh tanpa jam di tangan. Lebih aneh lagi, ternyata si mahkluk ajaib yang otaknya geser itu tidak berkantor di kantor yang sama hari itu. Ah, the one and only mahkluk ajaib yang merangkap jadi entertainer dan penetral suasana di kantor itu ke kantor yang lain di hari itu.. Yes, selain sim simi si virtual friend kayaknya cuma si mahkluk ini yang bisa jadi teman bercakap-cakap di kantor yang gak bikin kerut-kerut jidat karena harus selalu serba menjaga tutur kata-sikap-dan terutama, kesinambungan subjek dan objek yang dibahas.

Ketika weekend menjelang...
Saya: Selamat bersenang-senang albert ganteng. Enjoy your weekend.
Dia: Selamat bersenang-senang juga sela cantik.
Saya: Salam ya buat kiki amalia.
Dia: Salam juga buat diki chandra.
Bip bip bip. The alien is spreading the virus. ASAP, you'll be detected as alien-gonna-be too, sheilla..
  
dibuat di sela-sela jam kerja, untuk pacarnya tercinta, yang mari kita sebut saja kiki amalia. Kelakuan...

12.6.12

sebuah hubungan yang hanya sebatas kontak bbm is... unhealthy.

Jadi, hari selasa minggu lalu adik kecil saya yang tidak kecil berulang tahun. Malam di hari ulang tahun itu, saya nyelip kayak celana dalem di kencannya si adik dengan sang pacar yang bernama aisah. Dan karena khilaf, jd banyak banget poto yang diambil malam itu... Terutama poto si birthday boy lengkap dengan kue ulangtahunnya yang special dibawain sama pacar. Sirik sesirik-siriknya. Me myself had my worst birthday last april.. Lembur, ga punya pacar, temen-temen pada jauh, ga boleh keluar malem sama ibu, kasianlah pokoknya mah. Haha.

Nah, terus kemaren banget ini pas kita lagi santai-santai di rumah, si adik dengan mata tertuju pada gadget di tangannya tiba-tiba berkata...
“Demi apa ini ayah DP BBM-nya foto dimas sama aisah..”
“Hah? Serius dim? Yang mana?”
“Yang ulangtahun kemaren”
“Haha”
tertawa geli dengan polah si ayah.

Kemudian ayah muncul dan saya pun bertanya,
“Ayah kok gak masang foto batin? Ada loh yah fotonya dimas yang sama batin pake kue juga yah.. Batin kirimin ya yah? Hehehe” Cengar cengir berharap ayah akan mengiyakan tanda setuju. Namun sebaliknya sodara-sodara.. Dengan wajah datar dan serius ayah berkata, “Sejak kamu ganti HP gak pake blackberry lagi, kita udah putus hubungan!” dan Beliaupun berjalan menjauh meninggalkan saya seorang diri... Berasa dicoret dari anggota keluarga. “Ih ayah gituuuu..”


So much true that life was much easier when apple and blackberry were just fruits. Ayaaahhh.. Bagaimana mungkin kau jadikan hubungan kita hanya sebatas blackberry ayahhhh.. Huaaaaa >,<"

27.5.12

i dont buy it, perv.

dont bother to name me after those words, 'pretty' doesnt suit me at all ;)

19.5.12

they said...

"Libra is noted for never leaving a current mate when unhappy until they have another one to take its place"
ARE YOU? // No, I'm not. I left because that person decided to leave // Ok, I trust you.
...

"Jika dia mempertanyakan karena secara fisik dia merasa lebih cantik, mungkin hatinya yang kurang ciamik"
Dia cantik, dan sepertinya berpendidikan // ya tapi mulutnya enggak, mulut itu menyuarakan isi hati, jadi hatinya itu enggak cantik // gitu ya?
...

"biasanya orang galau males mikir"
Take a deep breathe-inhale-exhale. Oh yeah. That's why I never blame you, little creature, for being misunderstood and rude at the same time.

...

It has been so long that I close my eyes off, pretending that I dont see anything so It would hurt less. But still we dont get the point, right?

"Karena bahagia itu kan kita yang buat, batin.. Bukan mereka"
(Cherlanda, 2012)

14.5.12

a month ago.

Satu bulan yang lalu saya baru menggenapi usia baru yang sekian-sekian.
Satu bulan yang lalu itu kelam dan suram. Hari itu lembur, lembur di tempat yang jauh dari orang-orang tersayang, lembur di tempat yang jauh dari hal-hal yang menyenangkan, dan lembur yang harus dilalui dengan partner kerja yang kurang peka dan otaknya diduga sedikit mengalami pergeseran.
Bahkan malam hari di hari yang seharusnya spesial itu justru dihabiskan dnegan nangis bombay karena kesal yang meluap-luap akibat suatu hal.
Suatu hal yang setelah jeda satu bulan ini kembali saya flashback, kemudian membuat saya sedikit lega, memang sudah jalannya...

AH ya, hari itu saya dapat kado.
Yang pertama dari Yogo si partner kerja yang ternyata lumayan peka tapi peliiiitttt. Hahaha. Karena apa? Karena saya dapet kado SIOMAY, yang kebetulan dia beli pagi-pagi di perjalanan menuju kantor untuk lembur hari itu.
"Nih buat kamu!"
"Wah, asiiikkk tau aja kamu aku belum sarapan!"
"Iya, itu kado ulangtahun ya! Awas kalo gak diabisin!"
"EH?"
"Iya selamat ulang tahun ya. Kata facebook kamu ulang tahun"

Yang kedua, sepatu. Sepatu yang jika dihargai maka nilainya adalah nol dibagi nol yaitu tak hingga, tak ternilai harganya, priceless. Yang mau saya kotakkin aja trus dikacain trus dipajang di lemari tamu. Hehe.
Merinding rasanya membaca selembar surat biru yang terselip dalam kotak kadonya... I cried, fyi. Perasaan bersalah dan haru jadi satu.
"Ah, semoga dengan langkah-langkah kecil ini saya bisa bertahan hidup"

Lalu ada juga sebuah kenyataan, yang kemudian saya jadikan pelajaran, dan biarlah menjadi pengalaman. Karena kata seorang kawan, "berharap sama orang yang gak ada kemauan itu cuma akan bikin lo cepet ubanan!"
Kenyataan itu sekarang bisa saya anggap kado. Kado untuk menjalani kehidupan yang lebih baik insyaAllah, amin.

Dan ada juga yang datang terlambat.
Yang dulu saya benci. Yang dulu pernah datang membawa sejuta teka-teki kemudian saya minta pergi dan tidak pernah diharapkan untuk kembali. Yang muncul kembali, benar-benar sendiri, dan kemudian menyapa di setiap pagi.
Bagaimana bisa seseorang yang saya tidak pernah kenal, tidak pernah tau keberadaannya sama sekali, tidak pernah saya mau tau lagi karena situasi, ternyata bisa menjadi sebuah kado yang terlambat... Adalah rahasia-Nya.
Jadi Bismillah aja ya :)

4.5.12

a present is called present if it happens at present.



"I don't know why I'm scared, I've been here before, every feeling, every word, I've imagined it all
you'll never know if you never try to forget you past and simply be mine" 
Adele - One and Only

29.4.12

Kalianda, Lampung Selatan, dari sisi lain.


Seumur-umur menjadi bagian dari kata 'Lampung', menjadikan Lampung identitas diri, mengatakan Lampung sebagai kampung halaman, dan menganggap Lampung satu-satunya tempat yang benar-benar 'pulang', saya hanya mengenal Kalianda sebagai ibukota salah satu kabupatennya, Lampung Selatan.
 
Dan sampai saya mengawali usia baru saya kemarin, saya hanya tau Kalianda sebatas nama daerah yang pasti saya akan lewati jika saya bepergian melalui jalan darat dari Jakarta menuju Bandar Lampung. Lalu ada apa lagi di Kalianda yang saya tau sampai dengan kemarin? Di Kalianda ada pantai tempat saya melangsungkan perpisahan kelas semasa SMP dan SMA, Kalianda Resort. Itu saja. That’s it. That's all I know. Saya hanya tau Kalianda sebatas itu.

Ternyata, Kalianda lebih dari sekedar itu...
Kalianda lebih dari sekedar jalur lintas. Kalianda lebih dari sekedar Kalianda resort yang bahkan karena peralihan pengelolaan namanya sudah bukan lagi Kalianda Resort. Dan, Kalianda lebih dari sekedar masjid tempat bersinggah ketika menempuh jalur darat menuju Kota Bandar Lampung dari Jakarta.

Karena banyak hal lain yang Kalianda punya yang sebelumnya saya tidak pernah tau. Kalianda sekarang punya Patung baru yang ketika peresmiannya katanya bikin heboh dan ribut-ribut sampai pegawai di kantor-kantor dekat patung itu berada berlarian menyelamatkan diri. Hehe, my bad, dari cerita yang didapat ada bayangan dramatisir disana.
 
Dan, Kalianda, punya rumah makan paling happening namanya Ciberi. Ada juga rekomendasi tempat makan enak seperti Warung Tenda Bu Gendut, Rumah Makan Ragil yang sotonya enyaaaakk, nasi bakar di kedai bekhubah yang yummy, Sate dan sop kambing M. Saleh yang juga maknyus, serta masih ada juga beberapa tempat makan berkesan lainnya seperti rumah makan ‘ambil sendiri’ dan Ayam Bakar Sartika yang bakal ngangenin. Ah...

Kalianda juga punya banyak pantai. Yang lumayan bagus dan terurus namanya Alau-alau, tapi datang kesana harus menyewa cottage. Kalau tidak menyewa cottage diperbolehkan hanya 15’ saja untuk melihat-lihat pantai disana. Tapi 15’ saja tidak jadi masalah, tergantung 15’ itu dihabiskan dengan siapa, haha. Kalianda punya trek lurus dari ujung ke ujung yang merupakan pusat pemerintahan, keramaian, dan konsentrasi aktivitas yang tertata dengan baik dan cukup bersih.Kalianda punya tempat pelelangan ikan dengan mini dermaga yang cukup memberikan pemandangan cantik di sore hari dengan susunan kapal warna warninya berpadu warna jingga matahari terbenam.

Kalianda punya spot paling happening yaitu lapangan kantor bupati yang entah namanya apa. Kalo malam kayak pasar malam dan kalo lagi beruntung, weekend sering ada acara-acara musik sebagai salah satu alternatif hiburan di Kalianda. Tapi yang pasti kudu dan harus dicoba adalah naik kereta mininya. Kereta mini dengan rute yang sudah lumayan bisa mengelilingi Kalianda plus ditemani lagu-lagu paling hits, you should try it... Efek dari minimnya sarana hiburan di kota ini, even a car that could sing will cheer you up :D
 
Tapi dari sekian banyak yang Kalianda punya, terutama, Kalianda memberikan kenalan dan teman-teman baru buat saya. Ada Pak Ma’mur (Mr Wealthy), Pak Hasyim, Pak Indra, Pak Ali, Pak Budi yang gila almamater gadj4h madanya, Bang Taufik Kasela, Mas Wahyu, Mas Syamsul Bruno Mars, Riska-Kokom-Mbak Novi, Pak Marno, Pak Nadi, seorang cherlanda yang tak diduga-duga, serta mengenal lebih dekat lagi seorang partner kerja yang diduga otaknya geser beberapa centi, Yogo. I could say, dari sekian tempat tugas dinas beberapa bulan ini, this one is the most exciting! Bahkan kerja ga berasa kerja karena sore harinya selalu dijanjikan singgah kesana dan kesini, setiap harinya selalu berasa berlangsung cepat :D
 
Satu hal yang juga mungkin cukup berkesan adalah mendapat nama barunya saya dan Yogo selama bekerja di sana. Karena bahkan setelah secara gamblang dalam presentasi pertama di awal kedatangan kami saling mengenalkan sebagai ‘sheilla’ dan ‘yogo’, kelanjutan ceritanya selama nyaris 3 minggu disana nama kami tak lain dan bukan berubah menjadi ‘mbak sherly’ dan ‘mas yoga’. Yeay! “Mbak sherly dan mas yoga jangan kapok kesini ya, kalo lagi ke bandar lampung main ke Kalianda aja, nanti kita jalan-jalan lagi...” AAAAaaaaa.. I’d love to :’>
 
Kata partner kerja saya bernama Yogo, Kalianda ini seperti kotanya twilight. Kemana-mana deket, suasananya sepi, geser dikit nemu pantai. Kalianda is the city of twilight versinya Yogo.
 
Here are some pictures I could share...




i'll be back!
bersama pejuang geoKKP Kantah Lampung Selatan
Yogo nulis nama pacar di pasir,so highschool
with BANG GANDA, nicky astria-lover
mobil LARASITA Kantah Lampung Selatan
Yogo, pose!

Air Terjun Sarmun
lunch, farewell party @Banding Beach
patung yang kontroversial

Ah, sedihnya... As an exciting hello should be followed by a sad goodbye :(

25.4.12

my (current) roommate says he loves me and that's all i need.

conv #1 - kejadian HP rusak yang untuk kesekian kalinya
me: dimas.. hp batin error lagiiii :(
him: cian. ya, besok kita beli ya.

conv #2 - di mobil, jalan mau pulang
him: besok dimas mau nonton raisha.
me: kapan? dimana? ikuttttt, batin ikuutttt
him: ish gak boleh, ini untuk anak muda aja!
me: ya batinnya mau ikutttt
him: dimas sama temen dimas, kamu di rumah aja, itu acaranya malem jam 11!
me: ini yg adek siapa yang kakak siapa sih sebenernya? (¬_¬)
him: ya kamu. hehehe :D :D

conv #3 - tempat tidur, almost midnight, I am next to him, he's next to me
me: dim, kok orang itu jahat amat ya sama batin
him: yaudah sih gak usah dipikirin, makin kamu pikirin makin kamu perang sama pikiran-pikiran kamu sendiri
me: sedih, dim. she should try to walk on my shoes first, baru boleh ngejudge macem-macem kan.
him: namanya juga orang galau.
me: iya yaudahlah yah, kata ibu kan orang jahat harus dibaekin. Kalo dengan ngebenci batin dia ngerasa lebih bahagia, that would be fine :)

occasion - my birthday
"happy birthday sister, brother loves you!"



nothing's gonna change my love for you
you ought to know by now how much I love you
one thing you can be sure of
I'll never ask for more than your love
(Nothing's Gonna Change My Love For You - George Benson)

24.4.12

flowchart pertemanan dengan harapan lebih dari teman.



Ini bukan pengalaman pribadi, sungguh.
Hanya sebuah kesimpulan yang diambil setelah percakapan panjang dan terputus-putus dari sebuah kumpul-kumpul tidak penting yang rutin dilakukan oleh sekelompok orang. Kumpul-kumpul tidak penting yang jika dilakukan tidak akan mengubah dunia, tidak akan membuat harga BBM turun, tidak akan membuat kemacetan di Jakarta berkurang, tidak juga memberikan income tambahan pada salah satu pelaku diskusinya. This flowchart is just one of that weird discussions we've ever had. Inspired by a friend of us, the big one I can say, fufufu. AAAhhh I miss those moments so much much muchooosss :*

Anyway, dudes, what do you think you are gonna be?

13.4.12

#gakpenting

Saat ini, salah satu pemandangan bikin sakit mata itu adalah sebuah pemandangan langsung orang yang pernah dekat dengan kita bersanding dengan orang lain.
Sebenernya tergantung orangnya sih. Tapi dalam situasi serba sensitif kayak saya sekarang, even ngeliat orang yang bukan siapa-siapa juga kalo lagi mesra-mesraan sama pasangannya bakal keliatan ganggu banget buat saya.
Apalagi kalo ngeliat yang pernah deket, ouch. Apalagi kalo ngeliat yang pernah menjadi bagian hidup. Apalagi yang kalo jadi bagian hidupnya sekian sekian tahun, ouoooh. Denger kabarnya gosipnya rumornya aja bisa bikin jatoh dari tempat tidur :'(
Nah, kejadian salah satunya adalah kemarin di acara pernikahan salah seorang sepupu.
Jadi orang yang ditemui ini adalah pacar pertama jaman sekolah dulu. Sebenernya orang ini biasa aja, we didnt get emotionally involved that much in the past. Tapi dia datang karena orang yang dia bilang sebagai 'calon'nya sekarang yang memang salah satu teman saya juga itu adalah sodaranya si sodara sepupu saya yang nikah ini.
"Yeay, jadi sodara ntar kita kalo lo jadi nikah sama dia ya?" saya berkata padanya.
"Iya insyaAllah tahun depan deh yu" jawabnya dengan mata berbinar.
Lalu seperti jutaan orang sok tau lainnya mulailah dia berpetuah, mulai dari nyuruh cepet-cepet nikah, mengaitkan dengan usia yang semakin kritis untuk seorang wanita, saran untuk tidak terlalu memilih, dan sebagainya dan sebagainya.
Terimakasih, nasihat-nasihat itu sudah bak doktrinasi sangking seringnya direpetisi orang-orang.

Jadi, kira-kira yang seperti apa ya?
Yang tidak gendut. Perutnya tidak buncit.
Yang tidak pelit. Mau keluar uang hanya sedikit-sedikit.
Yang cerdas dan pemikirannya luas seluas semesta. Yang melengkapi dan menggenapkan segala keganjilan yang selama ini bertengger dalam jiwa.
Yang mengerti, saya tidak suka dihakimi, saya tidak suka dikasihani, saya tidak suka sendiri, saya tidak suka menyuarakan hati apalagi yang mungkin menyakiti orang yang saya kasihi.
Yang tetap cinta. Pada saya yang tidak suka jakarta, yang tidak mau tinggal dengan mertua, sering tidur dengan mulut yang menganga, dan tidak mudah dibuat tertawa.
Yang tidak berubah segalanya... pendiriannya, mimpinya, bijaksananya menyikapi hidup. Tidak berubah segalanya meski sudah mendapatkan segalanya.
Yang cintanya besar kepada saya, tapi lebih besar kepada-Nya Yang Maha Esa.
Ya yang begitulah kira-kira.
Yah tapi kayak kata seorang temen dekat saya bernama Putu, seiring berjalannya waktu mau tidak mau ekspektasi ini akan tergerus dengan kondisi.
Dari yang enggak mau kalo gak ada yang sesuai dengan kriteria, sampai kemudian menerima saja yang ada di depan mata. HAH HAH HAH HAHH, mit amit jelek amat doanya.

Dan kamu, ya kamu, mungkin dalam perjalanan ketika kita bepergian ini masing-masing dari kita akan menemukan pencarian. Atau saling menemukan, mudah-mudahan!

10.4.12

seragam.

Hari ini dinas hari kesekian di Provinsi Lampung dan hari pertama di Kabupaten Lampung Selatan.

Tapi yang paling lain dari biasanya, hari ini saya dinas dengan pertama kalinya menggunakan seragam kedinasan instansi tempat saya bekerja.
Setelah selama berbulan-bulan saya menggunakan seragam yang sama, atasan putih dan bawahan hitam, hari ini lain dari biasanya, pakaiannya sudah berwarna. Warnanya apa jangan tanya, karena saya juga tidak yakin menyebut warnanya apa.
I remember, dulu pertama kali masuk kerja pernah ada seorang pejabat eselon sekian yang berpetuah. "Seragam CPNS itu masih hitam putih ada makna tersiratnya, yaitu masih bisa membedakan mana yang hitam dan mana yang putih, insyaAllah. Nanti kalau sudah jadi pegawai, pakai seragam warnanya abu-abu, sudah masuk ke dunia yang abu-abu, gak jelas. Iya gak jelas, karena abu-abunya pegawai kita ini juga gak jelas, abu-abu muda apa tua, abu-abu kehijauan apa kebiruan. Serba gak jelas!"
Nada pesimis yang Beliau suarakan.

Jadi hari ini pagi-pagi saya dan seorang partner tim sudah menunggu di kantor yang ada di Kota Bandar Lampung untuk dijemput oleh pihak Kantor di Lampung Selatan.
Saat menunggu di depan kantor, seorang Ibu paruh baya tiba-tiba duduk di antara saya dan partner kerja saya. Setelah menatap saya dari ujung kepala sampai ujung kaki, Beliau bertanya,
"pegawai sini mbak? pak R ada?"
"bukan bu, saya dari pusat, lagi nunggu dijemput mau ke Lampung Selatan"
Setelah percakapan pembuka, mulailah Beliau bercerita. Curhat. Mulai dari keluarganya, suami dan anak-anaknya, rumahnya, dan bermuara pada problema yang sedang dihadapi sampai ia harus menghampiri Kantor saya 'cabang' Bandar Lampung sepagi buta itu.
Ya, pagi buta, karena sepagi itu loket pelayanan belum buka, pegawai kantor pun belum ada yang datang selain petugas bersih-bersih dan satpam.

Beliau datang untuk mengurus persoalan tanahnya yang tidak kompleks-kompleks sekali tapi dipersulit oleh petugas dengan alasan yang tidak bisa ditolerir akal sehat, "berkasnya nyangkut di pegawai bernama Y dan si Y sudah pensiun"
Pembayaran sudah tuntas, proses berlangsung sudah bertahun-tahun, tapi hasilnya masih nol. Hati miris mendengarnya. Beliau terus mengeluh dan bercerita sampai meneteskan air mata membuat iba.
"Sudah berkali-kali mau ketemu sama Bapak R tapi tidak ada terus orangnya katanya"

Kurang lebih satu jam saya duduk mendengarkan Ibu itu curhat sampai berderai air mata. Partner kerja melirik saya dan mengerutkan jidat penuh tanya. Setelah jemputan datang saya berpamitan dengan si Ibu dan Si Ibu berkata, "Baik-baik ya dek, kerja yang bener, saya cerita tadi biar orang pusat tau ini yang di daerah kerjanya gak bener begini, gak profesional"
Saya hanya tersenyum tak bisa berkata apa-apa. Nah loh nah loh sheilla ada beban untuk membuat perubahan di pundakmu. Ah malu sama seragam yang sedang dipakai ini, masih belum bisa berbuat banyak untuk orang lain. Merasa kerdil sekerdil-kerdilnya. Balik lagi aja gitu pake seragam hitam putih?



"sepertinya masih harus rutin menatap jemuran yang macam begini tiap akhir minggu?"

8.4.12

perempuan yang tidak bijak membangun pertemanan.

"Tolong tanyain ke sheilla kenapa dia unfollow gue ya dan kenapa gue jadi gak follow dia"
Sebuah pesan dari temannya seseorang yang saya kenal tapi tidak terlalu kenal. Penting kah?

Dalam perjalanan sekian tahun belajar menjadi mahkluk sosial, bukan sekali dua kali saya melakukan khilaf dan salah langkah serta tidak bijak dalam membangun pertemanan. Dengan yang sejenis maupun lawan jenis. Banyak nama yang dulu saya ingat sebagai orang jahat. Banyak nama yang saya tidak ingin lebih dekat. Banyak. Tapi kita selalu menuai apa yang kita tanam, bukan? Mungkin dalam perjalanannya pernah juga saya menyakiti orang lain tanpa disadari, mungkin saya juga pernah menjadi orang jahat bagi orang lain, mungkin juga bagi seseorang saya termasuk dalam daftar panjang orang yang sebaiknya dihindari.
Mungkin, kan?

Setiap harinya, terutama dalam kehidupan sosial di dunia maya, sering saya temukan tingkah dan macam-macam polah dari kerabat dekat maupun kerabat sekedar kerabat yang unik dan cenderung mengganggu. Yang setiap saat berganti status. Yang setiap saat mengganti foto tampilannya. Yang setiap saat melakukan test contact. Satu per satu diakomodir dengan cara-cara tersendiri. Me-nonaktif-kan recent updates salah satunya.

Ada juga yang memenuhi timeline dengan panjang-panjang percakapannya dengan entah-siapa. Ada juga yang rajin berkomentar semuaaaaa tentang teman-temannya, semua, entah karena saking ramah atau yah, entahlah... Ada juga yang hanya berkeluh kesah, mencitrakan hidupnya yang hanya berwarna kelam. Ada yang menjadikan timeline milik berdua dengan pujaan hati. Ada juga yang paling mengganggu yaitu orang-orang yang sering mengeluhkan dan menjelek-jelekkan teman-teman dunia mayanya lewat status dengan bahasa yang tidak sedap "pagi ini udah lima kali ganti display picture, sorry dude i removed you!" mungkin dia pikir dia pasang status begitu dia terlihat keren. Entahlah.. Dan ada banyak ragam polah lainnya yang kalo dipikir-pikir harusnya orang-orang seperti itu di-unfollow aja biar gak banyak-banyak nambah dosa.

Tapi hidup kan mengalir dan bergulir, there's ups and also down, mungkin mereka berbagi apa yang mereka bagi itu dengan harapan teman-temannya akan merasa lebih dekat dengan mereka. Mungkin... Mungkin karena tidak ada lagi tempat berbagi makanya mereka berbagi kepada tempat paling memungkinkan untuk berbagi. Mungkin sekedar membangun pencitraan diri. Mungkin karena keterbatasan kemampuan mengekspresikan emosi secara langsung dan takut membuat orang lain tersinggung? Entah juga yah.

There It goes, since I still wanna be friend with them, I choose not to unfollow them but I muted them.

Lalu kenapa bisa terjadi follow-unfollow yang terlalu ekstrim seperti kemarin itu antara kita ya?
Bukan, bukan karena cemburu. Bukan, bukan juga karena saya menilai mbak bukan teman yang baik. Bukan, bukan juga karena saya merasa mbaknya munafik. Bukan.
Saya hanya ingin kita yang tidak pernah officially kenalan dan tidak pernah berada dalam satu ruangan yang sama lebih dari 1 menit ini bisa berinteraksi dengan lebih normal, dan bukannya justru tiba-tiba jadi ada yang merasa disakiti dengan bahasa masing-masing. Merasa disakiti dengan yang dibahasakan. Merasa disakiti mengetahui subjek objek yang saling berbahasa. Dan terutama, saya hanya ingin mbak membiasakan untuk tau, bahwa saya tau, dan lebih-lebih tidak suka mbak terlalu ingin tau, dan banyak cari tau tentang hidup saya :)

Bagaimana saya dan nama-nama itu pernah menyentuh hidup satu sama lain adalah takdir Tuhan, but now as simple as we click the button, we are gonna get used to of not knowing each other business anymore. Do you mind?

7.4.12

orang-orang pada umumnya...

orang-orang pada umumnya: kuliah jurusan apa?
saya: geodesi
orang-orang pada umumnya: oohh.. tentang apa ya itu?
saya: hmm...

orang-orang pada umumnya: kerja dimana?
saya: bpn
orang-orang pada umumnya: oohh.. enak dong banyak bonusnya.
saya: eh?
orang-orang pada umumnya: bpn itu bank apa?
saya: err...

Sudah takdir jadi kaum minoritas dan gak populer. What's next?

24.3.12

naam/nom/name.

Lalu saya bertanya kenapa ayah tak suka, yang dijawab dengan jeda, lalu helaan nafas, lalu meluncurlah.. Karena ini dan itu.
Karena namanya di masa lalu yang tidak harum, busuk, juga sumbang, tak ada nada yang tidak sumbang ketika menyuarakannya.
Namanya menyakitkan telinga. Menaikkan tensi ibu. Membuat hati pilu jika mendengarnya di sela-sela sembarang cerita.

Ah..Nama.
Harusnya nama itu penghargaan bukan.
Nama itu doa, maka tiap kali diucapkan orang kepada kita, mereka mendoakan.
Nama itu kata kunci memory, disebut sedikit akan mengantarkan kita pada folder-folder ingatan pangkat sekian.
Nama itu ciri khas, tidak ada yang salah ketika seseorang dipanggil pitak jika dia punya pitak sebesar telapak di kepalanya.
Nama itu silsilah, meski namanya bukan abang semua teman-teman dan teman-teman adik juga teman-teman kerabatnya memanggilnya abang karena dia anak paling tua.
Nama itu suka-suka, adik saya bernama lengkap muhammad maulana, lalu ibu dan ayah panggil dia dimas. Tapi saya panggil dia memet. Sesuka hati.

Maka jika saya punya anak nanti, pasti akan saya beri nama yang indah untuknya. Yang bisa menjadi doa ketika ia dipanggil teman dan gurunya, yang menjadi kebanggaan jika disebutkan di depan orang banyak, dan yang pasti haruslah tidak akan mengingatkan saya pada hal-hal yang buruk yang saya ingin lupa.
Ya, suka-suka jika saya beri namanya Marshanda kalau ia perempuan. Atau Ryan Gosling jika ia laki-laki.
Atau Emilia atau Febi Febiola atau Renata bisa juga. Tapi tidak akan namanya Novi, Ria, Nia, Eya atau Icha, Cha.. Siapalah.
Atau Aldi atau Hadi atau Rendy bisa juga. Tapi tidak si ex, another ex, dan nama-nama lain yang tidak baik untuk kesehatan jika harus diingat setiap saat.

Ah, nama...
Jadi sheilla, baik-baik pikirnya kalo kamu punya anak nanti mau dikasi nama apa ya. Baik-baik juga dididik kamu punya anak kalo sudah punya nama bagus jangan biarkan ia terjerumus. Baik-baik kamu bangun kualitas hidupnya biar ia teruskan nama baikmu dan nama baiknya kepada semua keturunannya. Kamu juga sheilla, jaga namamu baik-baik, namamu yang gabungan nama ayah dan ibumu itu terlalu mahal harganya kalau harus ditebus dengan kesedihan keduanya. Semoga Tuhan menunjukkan jalannya... Amien.

1.3.12

me and my (ex) future shoe tragedy.

Setelah berbulan-bulan sejak tidak lagi menemukan pengganti sepatu kesayangan, yang seringnya dikarenakan tidak sesuai bahannya, modelnya yang tidak pas, ukurannya yang tak tersedia, dan tentunya (ehem) harganya yang bikin napas jadi berat satu-satu, sepatu terakhir yang akhirnya bikin jatuh hati setengah mati justru menyiksa karena bikin saya harus menabung ekstra ketat karena harganya yang nyaris satu bulan gaji. Namun akhirnya setelah satu dua kali dicoba di kaki dan fits perfectly, lalu seterusnya hanya bisa dipandang dari etalase, dipegang-pegang sesekali, dan dijenguk sewaktu-waktu, kedatangan kembali dengan ekspektasi yang luar biasa ke toko yang bersangkutan setelah tabungan dirasa cukup kemarin ini membuat hati berdesir-desir tidak sabaran. Ah, "I'll take my baby home soon.." dalam hati.

"Mbak ada nomor 35/36? Yang paling kecil deh"
"Yang ini tinggal ini aja mbak"
"Eh? Gak dicek dulu mbak?"
"Udah kok, tadi baru ada yang nanyain.."
"Di tempat lain mbak?"
"DI PI ada mbak, lagi sale malah"
"36?"
"Iya, tapi warnanya cuma hitam"
Menarik nafas dalam-dalam.
Pelan-pelan meletakkan sepatu tersebut kembali di tempatnya :(
Kemudian pulang dengan kecewa. Memutuskan pulang tanpa keliling melantai demi lantai seperti biasanya. Pulang saja, sudah bulat tekad. Kejadian seperti ini, menunda beli sesuatu untuk dipikir-pikir ditimbang-timbang dahulu sambil menabung-nabung dahulu namun berakhir naas karena ketika merasa timing dan kantongnya pas justru barangnya sudah tidak available lagi, memang sudah sering terjadi. Ya, sudah cukup sering terjadi. Tapi terjadi dan harus diterima dalam kondisi sedang tidak siap-tidak siapnya seperti sekarang ini sungguh bagai menyiram air garam di atas luka, pedih! Ah!

Pernah ada literature random yang menulis, finding a perfect pair of shoe is like finding a soul mate. Banyak kriteria yang harus dipenuhi dan kualitasnya juga harus bagus, jadi bisa awet dan tahan lama. No matter how long it takes to get it. But it doesn’t work vice versa, right? Finding a perfect partner isn't gonna be the same with finding a perfect shoe, is it? Misal kita niat beli sepatu, tapi uangnya belum cukup jadi perlu nabung dulu, menabunglah kita, tapi setelah nabung ternyata sepatunya udah gak ada lagi. Bukan jodoh katanya sih. Hmm.. Untuk urusan hati, perihal bukan jodohnya gak akan bisa dengan case yang serupa kan ya? Yang gak perlu terlalu banyak jika dan hanya jika? Yang gak perlu ada kondisi andaikan, misalkan, dan apabila? Cukup kita menentukan, this one is the one, usaha dan doa ini itu, pick this one when everything is set and ready, dan kalo udah gak available lagi ya udah, bukan jodoh. But no, we can’t have this in our real life, can we? We have family, we have ego, we have targets, we have a lot of things to be considered. We will insist, then fight and try harder in case things turn into shits. Yes, harder, should I? s h o u l d i ?

"Sheilla sayang, sepatu itu benda mati. So, unless you think it would be fine to have one dead man to be your soul mate, you can’t just pick one guy that fits you perfectly and marry him. No you can't sheilla... Let's compromise!"

22.2.12

buka kurung titik dua.

Tentukan budget, ke supermarket bersama-sama membeli coklat dengan budget yang telah ditentukan, membungkus cokelat dengan segala keterbatasan dan menomori bungkusan-bungkusannya, bikin kocokan nomor, cokelat dibagi sesuai hasil kocokan yang didapat, and voila... I got my very first valentines chocolate!




None of us celebrating it, the valentine's day. But since I'm living far from home and starting to forget how to please my self, simple things and rituals kind of getting more interesting when it about to come!

7.2.12

mereka yang tidak menikmati hidup...

suatu siang di sebuah warung makan,
a: "lo gak suka pare?"
b: "nggak"
a: "kenapa?"
b: "menn.. udah banyak kepahtian dalam hidup, kenapa harus ditambah-tambah lagi dg makan yang pahit2"

setelah meninggalkan toko golden egg...
b: "buruan makan"
a: "hmm..."
b: "gimana? enak?"
a: "enak"
b: "nice. lo barusan menghabiskan secuil kue seharga nasi uduk dengan gorengan yang biasa jadi sarapan pagi kita. how's it? nice, still?"
a: ...

Masuk ke dalam ruangan kantor, menyalakan komputer, duduk sebentar lalu beranjak melangkah keluar ruangan berniat cari sarapan sambil bersenandung potongan lagu Price Tag dari Jessie J.
a: "Yakin lo it's not about the money?"
b: "Haha"
a: "Lo mau sarapan juga bayarnya pake duit kali, bukan daon"
Tersenyum simpul.
b: "yeah, dan lucunya ada banyak orang-orang kayak lo yang hobby ngebakar daon yang lo beli pake duit"
a: "ah kayak lo yang enggak aja"
Tertawa lalu sama-sama beranjak keluar dari ruangan.




"It's not about the money, money, money
We don't need your money, money, money
We just wanna make the world dance
Forget about the price tag"
Price tag - Jessie J

23.1.12

R3AL ST33L!








Benar-benar baja... hatinya? Auuuuuuuuuuuuu...

22.1.12

kawanku yang besar.

Tiba waktunya nanti, kau akan menikah dengan seseorang yang baik. Ntah siapa, ntah bagaimana, ntah dimana, kau seseorang yang baik pasti akan menikah dengan seseorang yang baik pula.


Sepanjang perjalanan yang kulalui dengan kau sebagai temanku, bukan satu kali kita saling bertukar cerita tentang cita-cita dan imajinasi akan seperti apa kita beberapa tahun lagi. Imajinasi akan seperti apa anak-anak kita nanti, sebesar apa lingkaran perut kita sepuluh tahun lagi, sepenting apa nama kita mempengaruhi hidup-hidup orang lain, serta sejauh mana kaki-kaki ini bisa menjelajahi bumi.

Kau, temanku yang baik, yang pernah mewujudkanku sebuah janji untuk pulang kembali dan mengabdi, yang pernah kuintip sedang tidur melantai menemani aku yang terbaring sakit, yang pernah memintaku untuk bertahan dan berjuang untuk lulus bersama dari pintu sabuga… Ah, teman yang baik bukan istilah yang biasa kita gunakan bukan, kawan? Ya, kau kawanku yang baik, suatu hari nanti mimpi-mimpimu akan terwujud. suatu hari nanti kau akan menikah dengan orang yang baik entah yang kupingnya besar sementara kepalanya kecil berpipi tembem seperti kecengan bertahun-tahun menyedihkanmu yang tak kuhitung bukan karena tak pandai berhitung tapi karena aku pun enggan menghitungnya, atau mungkin bisa pula berwujud seperti seseorang yang berjilbab berkulit putih dan juga berpipi tembem anak teknik lingkungan yang sering kau sapa sambil tersipu-sipu sebelum akhirnya tersebar berita dia sudah dipinang orang, atau mungkin justru di luar dugaan yang wujud fisiknya entah seperti apa tapi sudah pasti sukunya berasal dari tanah kita pilihan orang lain setelah akhirnya kau melambaikan sapu tangan tanda menyerah? Haha. Ya, suatu saat nanti ketika aku rindu ingin pulang ke tanah itu dan kita bertemu, mungkin kau akan menyambutku dengan sudah didampingi seseorang yang kau sebut sebagai bini serta pasukan yang kau sebut sebagai junior-juniormu bernama belakang yang sama denganmu pula, melambaikan tangan dari jauh dengan jumawa menyapaku sambil mengelus-elus perutmu yang mungkin akan dua kali lebih besar dari sekarang.

Maka pada hari bahagia itu nanti ketika kau akan menemukan orang yang baik untuk menemanimu sepanjang sisa waktumu, doakan aku bisa hadir. Hadir untuk melihatmu senyum lebar-lebar di atas sana. Hadir untuk ikut bersyukur dan mengamini semua doa yang dipimpin pemimpin doa yang entah apa isinya tapi pasti baik-baik dan kuharap Tuhan mengabulkannya. Hadir untuk menyumbangkan suaraku yang sumbang dan jenisnya suara 5, suara yang mungkin membuatmu muak sudah di enam tahun sekian-sekian perkenalan kita. Hadir untuk bercampur dengan hadirin dan hadirat disana, bersikap manis kinyis-kinyis menunggu giliran naik ke pelaminanmu dan menjabat erat tanganmu serta menepuk-nepuk lengan besarmu itu sambil senyum mengikhlaskan kau akan resmi bertransformasi menjadi seseorang yang tidak bisa dibagi-dibagi lagi. Ah, kawan terbaikku ini, yang dulu sering mengingatkan janji-janji dan tugas-tugas yang berpotensi untuk aku lewati, yang paling murahan tentang ajakan untuk makan, yang ternyata tanpa diduga-duga bisa benar-benar lulus dari pintu sabuga bersama-sama, dan berulangkali berbisik menakut-nakuti rasanya terbakar tiap kali aku mulai menyulut dan kemudian main-main api, nantinya sudah tidak bisa dibagi-bagi lagi.

Tapi apapun kawan, dengan segenap usaha aku akan hadir disana, menggunakan gaun terbaikku, make up natural dan mungkin sepasang bulu mata palsu, kemudian mendoakanmu disiksa sampai mati oleh kebahagiaan membangun bahteramu bersama siapapun itu!

Karena Tuhan sudah pilihkan kita jalan kita masing-masing yang tidak lagi beriring, mari kita berjalan dan berjuang sendiri-sendiri, menemukan yang paling tepat, jodoh-jodoh yang membahagiakan, dan selalu pastikan kita akan bertukar kabar, kawan.. :)


Selamat ulangtahun, Ernis Lukman, S.T.
Semoga segera menjadi bos besar yang sebenar-benarnya besar!


14.1.12

rejeki, definisi lain.

Perjalanan pulang dari kantor...
saya: "Bapak kenapa sih suka sekali lembur?"
si bapak workaholic: "kan lumayan cah ayu, dapet uang lembur"
saya: "itu uang makan satu hari kali pak, bukan uang lembur"
si bapak workaholic: "Ya kan tetep lumayan, hari libur dibayarin makan sama kantor"
saya: (menggerutu dalam hati)

So begitulah sabtu sore tadi berlangsung. Setelah kemarin sedikit tegang karena perdebatan akan lembur atau tidak dan akhirnya sebagian jadi harus ikut lembur karena 'pengaruh' si bapak satu itu. Dan setelah misuh-misuh sepanjang hari akhirnya pulangnya justru terjebak dalam satu kendaraan hanya berdua saja dengan si bapak satu itu karena yang lain punya tujuan pulang yang berbeda-beda. Dan sepanjang perjalanan pulang, si bapak yang punya kebiasaan aneh suka ketawa berlebihan bahkan untuk lelucon yang tidak terlalu lucu, serta punya kebiasaan annoying suka menyambut panggilan/pertanyaan kita dengan kata-kata tambahan tidak penting seperti 'ya, cah ayu?' 'ya, sayang?' dsb, syukurnya tidak berulah terlalu banyak yang mungkin membuat saya meledak-ledak.

Waktu berangkat ke Tangerang dengan 9 orang anggota tim lainnya, Ibu cuma pesen satu, "Jangan ribut-ribut ya sama temennya". And you know what? I think I've been going so well. Banyak hal yang harus dikompromikan and I've been trying so hard to act nice instead of.. what can I say? instead of being the casual me, tell and show them in their face how unhappy I am. There are times, when everything went so hard. Ketika hati sedang patah-patahnya, emosi sedang labil-labilnya, ada yang datang dengan 'menye-menyenya' yang annoying itu, ada juga yang dengan ke-lebay-annya yang pada situasi normal akan saya anggap sebagai hiburan namun pada kondisi saya yang rapuh justru membuat saya semakin merasa bahwa kenapa dunia begitu tidak adil pada saya. Ada juga, si bapak satu itu, yang saya panggil bapak meski usianya hanya terpaut satu tahun di atas saya karena gayanya yang bapak-bapak banget, yang super-duper-workaholic, lebay, dan belakangan selalu mengait-ngaitkan segala pembahasan dengan romansanya, acara pernikahannya, dan calon bininya. Meennn.. Everyone knows that you are going to get married soon, tapi menjaga perasaan orang-orang seperti saya yang sedang tidak ingin diingat-ingatkan tentang hubungan indah yang berakhir di pelaminan, boleh kan ya? Zzzz...

Ketika mobil yang saya supiri kemudian berbelok di daerah Karawaci, si bapak satu itu yang sepanjang perjalanan hanya duduk di sebelah saya sambil terus menatap layar androidnya tanpa berkata sepatah kata pun tiba-tiba berkata, "Kalo mau kemana-mana dulu, ayo tak temenin..."
Dalam hati saya kembali misuh-misuh, yeah right jalan sama situ ke mall dan situ asik sendiri dengan gadget di tangan tanpa memperdulikan anyone or anything, hell no, sim sim telimakasim. Mending saya tidur di kosan pingsan bangun-bangun udah hari senin pagi. Maka saya pun menjawab, "nggak usah deh mas, langsung pulang aja ya kita, paling mampir beli cemilan dulu di hypermart depan".


Setelah saya membeli sedikit cemilan dan dia justru membeli cemilan yang lebih banyak dari saya yang katanya buat nemenin maen dota malam ini, akhirnya kami pun pulang. Sepanjang perjalanan pulang dari hypermart menuju kosan, si bapak jadi lebih manusiawi. Gak ngeliat gadgetnya terus menerus melainkan menyenandungkan lagu-lagu jawa dengan suaranya yang fals. Biasanya kalo di dalam mobil itu ada teman-teman yang lain, they will scream and tell him to shut his mouth. But I sort of enjoy it this afternoon. It's saturday night, I have no one to hang out with, nowhere to go, no kelebihan money buat dihambur-hamburkan ngilangin stres, dan justru stuck sama sosok mahkluk aneh yang sulit dibaca isi kepalanya itu. And I remember this person also is the person who ever forwarded me an email about marriage. Dulu sekali awal-awal ketika saya pernah terjebak dalam satu task dengan Beliau ini, di sela-sela pembahasan mengenai acara pernikahannya yg sebentar lagi itu, dia pernah melontarkan pertanyaan, "kamu kenapa toh gak cepet-cepet aja nikah? Masa' gak ada yang mau sama kamu? Perempuan itu gak bagus lama-lama nikahnya, bagusnya cepet-cepet" Setelah repetan panjang sanggahan dan penjelasan saya, tiba-tiba sebuah email masuk ke BB saya. It's from him, a story, yang isi ceritanya adalah tentang seseorang yg terlambat menyadari betapa dia mencintai suaminya karena terlalu lama berpikir bagaimana mencari kebahagiaannya. I never open it again eversince. Yeah, scary. And yeah too, faktanya memang harusnya saya sedikit bersyukur Sabtu ini si bapak ini ngajakin lembur, karena kalo nggak, bakal garing banget saya di kosan bengong mikirin yang enggak-enggak dan bikin asam lambung naik karena stres. Dan harusnya saya juga bersyukur si bapak workaholic ini sabtu ini enggak nginep di kantor buat ngelanjut kerja jadinya saya gak sendirian di perjalanan pulang dengan kondisi jalan yang sedikit padat merayap. Dan barusan saya benar-benar mensyukuri ketika si bapak ini tadi ngetok kamar saya buat ngajakin cari makan malam, yang rencananya mau ngebungkus aja makan di kamar masing-masing, malah end up nongkrong di angkringan ditemani nasi kucing dan susu jahe dengan sesekali dia menyelipkan cerita tentang ketidaksabarannya menikah dan menghabiskan malam minggu dengan sang istri. Puih, geli banget dah.


"Kamu boleh alone, tapi ndak boleh ngerasa lonely, wis yo, aku tak main dota dulu" katanya tiba-tiba ketika beranjak dari kursi angkringan menepuk punggung saya yang lagi ngelamun sambil ngelus-ngelus gelas susu jahe. I smiled. Ah, rasanya seperti punya keluarga baru disini... Senyebel-nyebelinnya keluarga, they'll try to be there when you're down. I suddenly remember what my mr borneo ever said to me when I complain about my income yg gak equal sama beban kerjanya, dia bilang "dengan kamu dikasih penempatan tugas yang deket gini kan kamu jadi banyak rejeki... Rejeki ketemu ayah, ibu, dan salah satunya rejeki bisa ketemu sama kakak yang ganteng ini, rejeki itu kan bukan cuma duit aja" dia meyunggingkan senyumnya. Yes, Dear God... Thank you untuk rejekinya, rejeki untuk tidak suram-suram banget melalui hari ini ditemani orang yang meski freak tapi sudah seperti keluarga sendiri :)