20.10.11

"celumudh eaa kk"

Nah ini baru namanya teman.. Yang dateng ke kita gak cuma pas susah atau butuh aja, tapi juga ketika punya kabar bahagia untuk dibagi. Ah seneng banget ya denger kata-kata "lo orang pertama yang gue ceritain soal ini...", berasa ada semut-semut kecil jalan di tengkuk, merindings gimanah gituh...

Berdasarkan pengalaman, actually I'm not a good person when it comes to my friends being couple. I said friends, karena YES those 2 people are my friends that suddenly turn into a couple. Satu paket. Si anu gak bisa dipisahin dari si itu, begitu juga sebaliknya.

I'm happy as they are happy. Tapi setelah beberapa waktu, biasanya kita yang dulunya berteman baik dengan keduanya akan mulai merasakaan kehilangan sosok mereka sebagai individu mereka masing-masing. Bakal kangen cerita-cerita ngalor ngidul dengan si anu, juga kangen cerita-cerita dan berbagi banyak hal dengan si itu, yang dulu bisa dilakukan dengan frekuensi tinggi tanpa perlu melihat situasi lebih dulu tepat atau enggak. Bakal kangen, karena akan sulit ngelakuinnya lagi. Those laughs, those smiles, those talks, are no longer fun and sweet. Karena entah bagaimana semua percakapan yang dilakukan dengan salah satu dari mereka akan seperti sedang dilakukan dengan keduanya sebagai paket. And It's weird. Si anu bisa tiba-tiba menjelma menjadi si itu. Dan si Itu bisa menjelma menjadi si Anu. It seems like you are no longer be able to tell a secret to only one of them, karena mau gak mau bakal ada minimal dua kepala yang tau cerita yang akan dibagi. Aneh rasanya. Hehe. Bukan, bukan sirik sama mesra-mesraannya mereka, cuma dulu itu sering males aja kalo harus toleransi sama situasi yang baru di antara pertemanan kayak gitu...

Tapi sepertinya kejadian kesekian kalinya about friends of mine being couple ini gak akan ganggu-ganggu bangetlah ya. Jarak yang jauh dan mengecilkan intensitas pertemuan kita gak akan bikin kualitas pertemuan kita nantinya terganggu hanya karena masalah kamu, hey temanku, sibuk mesra-mesraan sama temanku yang satu lagi itu kan, ya? Enggak kan ya? Please bilang enggak, pleaseee... *kedip kedip*

But anyway, selamat teman... :)

0 comments: