8.9.11

let's roll, kops!

Kira-kira Bulan Januari 2011 lalu, saya mengalami sebuah kejadian yang di luar dari kebiasaan yang ternyata mengubah hidup saya kurang lebih 3 bulan ke belakang, dan mungkin berbulan-bulan ke depan.

Hari itu, saya ingat betul saya menggunakan sepatu dengan hak 3 cm, rok berwarna hitam, kemeja putih, dan ransel hitam kesayangan. Hari itu penting bukan hanya karena saya memenuhi suatu panggilan yang ternyata sukses mengikat saya setidaknya 34 tahun ke depan jikalau umur panjang, tapi hari itu juga penting karena saya mengalami pertemuan dan perkenalan yang pertama kalinya dengan sesuatu yang seorang kerabat pernah katakan sebagai 'simbol kehidupan kota jakarta'. "Jakarta hidup karena kopaja" katanya ketika itu.

Yeah well. Hidup banget banget bangettt.
Perkenalan awal saya dengan kopaja berbumbu drama kumbara dan mistis. Kenapa? Karena hal pertama yang disuguhi ketika pantat saya menempel di kursi penumpang belakang supir adalah sebuah atraksi yang double yu-OW-double yu alias WOW! Dua orang pemuda masuk ke dalam bis, berdiri menyebar, satu orang yang berdiri persis di samping saya kemudian membuka prakata dengan suara macam pedagang di pasar karena intonasi tinggi-mengancam dan kecepatan dewa sangking sulitnya ditangkap kata-katanya itu apa. Yang sepertinya intinya mah mereka datang kesitu untuk mencoba melakukan sesuatu, daripada mereka mencopet membunuh atau melakukan kejahatan dan tindakan kriminal lainnya dsb dsb. yang lucu, prakata ini diucapkan oleh mereka sambil bersahut-sahutan, bener-bener kayak di pasar dadakan yang semua pedagang mendadak menjual barang obralan. Tapi atraksi selanjutnya udah gak lucu lagi. Si mas-mas di sebelah saya tadi tiba-tiba mengeluarkan kertas tipis yang taunya isinya silet, mengiris-iriskan silet tersebut ke tangan-leher-dan wajahnya, membagi silet tersebut jadi dua, dan memasukkannya ke dalam mulut kemudian mengunyahnya. Saya menatap objek di samping kiri saya tersebut dengan takjub. Meski tidak ada kejadian berdarah-darah, tapi saya beneran enggak siap, ekspektasi awal saya, mereka-mereka ini datang untuk bernyanyi kecrek-kecrek atau gonjreng-gonjreng dan bukannya debus mengiris-iris bagian tubuh atau ngemilin silet. Dan lebih takjub lagi ketika saya melihat ke sekitar, penumpang lain tampak biasa-biasa saja dengan tatapan super datar tidak menggubris polah sang pemuda. "HALO SHEILLA, SALAM KENAL, SELAMAT DATANG DI KOPAJA" berasa disambut gitu saya... Ah, jekardah, is it that hard to get along with you?

Setelah perkenalan awal itu, saya sempet kapok naik kopaja dan memilih armada lainnya yaitu si daun muda ibukota, transjakarta. Tapi karena banyak kendala seperti armada transjakarta yang terlalu sedikit dan bikin pengguna jasanya jadi harus lama-ama ngantri dan naik turun jembatan transit yang bisa bikin keguguran, belum lagi ruang tunggunya yang gak nyaman sama sekali.. Akhirnya... Jadi selama kurang lebih 4 bulan ini saya pun lebih memilih mengakrabkan diri dengan kopaja. And how are we today? Sekarang saya sudah punya spot duduk favorit jalur berangkat dan spot duduk favorit jalur pulang biar gak kena teriknya panas matahari..Saya sudah punya trik-trik seperti selalu siapkan uang pas sebelum menaiki kopaja sehingga tidak harus buka-buka dompet ketika berada di dalam bis, selalu letakkan tas di depan sambil dipeluk, jangan menggunakan perhiasan mencolok dan berpakaian yang berlebihan, dan... Naik kaki kanan, turun kaki kiri, selalu :)

Ah, susah banget kayaknya saya mau jatuh cinta sama kamu, jakarta... Segala-galanya serba sulit terakomodasi.

Setiap harinya selalu ada kejadian menarik dan memberikan sensasi yang baru tiap naik kopaja. Entah musik padang yang menemani sepanjang perjalanan, balap-balapan antar kopaja, cobaan-cobaan seperti enggak dapet tempat duduk atau bahkan temen duduk sebelahnya makan tempat secara maksimal atau lebih parah udah makan tempat terus enggak wangi (OMG!), kadang-kadang keajaiban-keajaiban juga datang dari keneknya yang bisa berwujud pria muda kecoklatan - pria muda batak - pria tua perlente - wanita muda batak galak - sampai anak kecil yang kayaknya kalo nyebrang jalan aja masih perlu didampingin, sering juga ada hiburan-hiburan menggelitik dari tukang ngamen yang macem-macem polahnya, atau yah bisa juga kayak pagi ini yang Alhamdulillah banget harus disyukurin.. Berangkat seperti biasa, naik ojek abang tukang ojeknya gaya dan gaul pake behel wangi lagi trus motor mionya dimodif jadi enakeun jok sama penyangga kakinya, trus pas naik kopaja langsung dapet tempat duduk deket pintu, temen duduknya enggak makan tempat dan wangi juga, udah gitu kopajanya baru di cat gitu jadi kinclong dan keneknya gaya banget juga pake jaket warna kuning gonjreng dengan rambut kayak Vino G Bastian. Ohh... Alhamdulillah banget yahh...


Gatau sampai kapan ini semua akan berlangsung. Banyak yang bilang cinta akan tumbuh dengan kebersamaan. Ditambah dengan adanya kata-kata di kopaja "jauh dekat Rp 2000" rasanya cinta ini akan bersemi jauh lebih subur. Auuuuuuuuuuu...


Ah. Rasanya masih jauh sekali untuk bisa bilang kembali ke Jakarta itu kembali 'pulang'... Why are you so cruel to me jekardah? WHHYYyyyyy Щ(º̩̩́Дº̩̩̀щ)

0 comments: