27.4.11

mari mandi dan berolahraga.

Hari ini day-1.

Lain dari biasanya, pagi ini setelah semua orang rumah berangkat beraktivitas, sempat-sempatnya berkaca. Memiring-miringkan kepala sambil berusaha tersenyum sedikit-sedikit, lalu menghela nafas, menyesali muka jerawat minyakan kelopek-kelopek kecokelatan yang ada di pantulan kaca. HHhh.
Sheilla... Kotor. Bodoh. Dan yang beberapa bulan belakangan jadi sering bertindak tidak logis karena lebih mengutamakan perasaan.
What an insecure mess I want to hide.

Empat bulan belakangan yang sebelumnya diprediksi dan diramalkan akan menjadi bulan-bulan normalisasi, ternyata justru menumbuhkan beragam emosi yang mengantarkan saya pada pintu pandora. Pintu yang dibuka tanpa diketuk sebelumnya, dan ternyata membuat ingin terjebak lebih lama di dalamnya.
Ada emosi yang lebih dinamis. Lebih manusiawi. Lebih diekspresikan dengan cara yang wajar. Tapi kemudian membuat lelah berkepanjangan dan membuat lama menimbang-nimbang, layak tidaknya hal ini diperjuangkan. But you cant fight alone, sheilla.. You can not to.

Akhirnya beranjak pergi ke dapur. Memecahkan satu butir telur dan memutuskan untuk maskeran putih telur. Setelah maskeran, sambil membilas di kamar mandi malah tiba-tiba jadi pengen mandi. Sabunan pake scrub yang harumnya bikin enak pengen tidur dan berimajinasi macem-macem. Haha. Saya baru sadar ternyata mandi itu juga teknologi mutakhir di jaman sekarang yang cukup manjur mengubah suasana hati. Mandi pake air anget, bikin perasaan rileks. Mandi pake air dingin bikin kita lebih seger. Maka setelah cukup ngerasa rileks mandi pake air anget kemudian kerannya saya putar ke air dingin aja. Dingin sih, tapi segerrr. Bikin lebih fokus sama rasa dinginnya dan lupa dengan rasa-rasa lainnya (ouch!). Mandinya juga kebetulan pake sesuatu yang harumnya enak dan ada butiran scrub-nya bikin kulit halus dan perasaan lebih...what should I name it? Err.. HAPPY! yes I feel happier! Selesai mandi lalu merasa lebih percaya diri. Re-born? Sepertinya belum. Tapi teknologi mandi hari ini ternyata adalah langkah awal yang baik untuk memulai melanjutkan hari yang sejak tadi pagi bangun sudah diprediksi akan berjalan lebih berat dari biasanya.
OKAY. What’s next for today?
OLAHRAGA! Siapa tau bisa cuci mata. Cuci mata yang sehat dan gak bikin kantong bolong kayak cuci mata ke tempat perbelanjaan. Yes, OLAHRAGA!

Hidup ini pilihan. Banyak yg udah bilang ini. Dan setiap pilihan yang udah diambil, kalo hasilnya tidak sesuai yang diaharapkan bukan berarti pilihan yang kita ambil itu salah. Karena gimana juga selalu ada pelajaran yang bisa dipetik dari setiap pilihan yang diambil. Gak peduli orang berkata apa” –seorang ibu muda beranak satu yang memutuskan untuk berkarir jauh dari suami dan meninggalkan anak demi membantu suami mengkredit rumah impian-


I am a lover, not a fighter. What if I try to be those two at once?

19.4.11

Hello there.

Khilafmu cuma satu.
Kamu lupa. Kamu lupa?


Kuputar-putar, bolak-balik, lock-unlock, refresh, ALT+LGLG, cabut batere-pasang batere... HHhhh.


Sepertinya memang lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

1.4.11

'malam galau bersama' ala zaskia dan shireen.

Dua perempuan kesepian (nama disamarkan) memutuskan bertemu.

Sudah cantik dan harum dan rapih kayak ibu-ibu mau pergi ambil raport anak-anaknya..
Masuk ke D, gas diinjak,

Zaskia: Jadi, kemana kita?
Shireen: Gua tuh ya, (menghela nafas) (suara bergetar) bingung...
Zaskia: Iya sama, kemana ya?
Shireen: Gua bingung, kenapa sih dia kayak gitu sama gua Terus-terusan baek, terus-terusan berusaha ada, padahal kan...
Zaskia: Hmm. Ohh.. Si tahu (nama disamarkan).
Shireen: Harusnya gua tuh udah gak gini lagi kan. Padahal gua kemaren-kemaren ngerasa udah bisa, udah kuat..
Zaskia: Yah, kadang prakteknya gak sesuai dengan teorinya sih.
Shireen: Karma kali ya. Tapi kenapa sihhh karmanya gini banget.
Zaskia: Percaya gak percaya deh gue sama karma, lo liat gue, gue karma dapet darimana coba selama ini?
Shireen: Elo sebenernya cuma kurang bersyukur aja.
Zaskia: Mungkin. Udah makanya, dikulkasin aja dulu hatinya. Tarok di freezer.
Shireen: Iya, minta dijodohin aja apa ya gua sama mamah papah?
Zaskia: Iya, minta dijodohin aja. Tapi trus bikin list-nya dulu pengen kriterianya kayak apa.. Haha.
Shireen: Mm..yang bisa jadi imam yang baik, low profile, sabar, sayang sama keluarga, ngerti banget apa yang gua butuhin, sweet, gak mesti ganteng tapi gak malu-maluin buat diajak ke pesta, mmmm trus..
Zaskia: Eh, kok jadi mirip sama karakternya si tahu?
Shireen: Eh? Iya ya? Tuh kan tuuhhhh kannnnnn.. Susah gua susaaahhhh.
Zaskia: Hmmm.. Jadinya ini kita mau kemana ini ya?
Shireen: Kemana ya? Ke bulan aja yuk
Zaskia: Akh, udah sih gak usah nyebut-nyebut bulan.
Shireen: (Tertawa terbahak-bahak) Lagi bulan sabit itu, bukan fullmoon, yakin gak mau? (Mengulum-ulum senyum)
Zaskia: (Menghela nafas, gak konsen nyupir, pikiran mengawang-awang)
Malam itu, setelah keduanya tiba-tiba jadi galau karena orang yang bukan pacar dan bukan lagi pacar, mereka secara random tiba-tiba memutuskan untuk pergi makan duren.

...

Klise sih, tapi mungkin Tuhan ingin kita bertemu beberapa orang yang salah sebelum nantinya bertemu orang yang tepat?
Mungkin Tuhan ingin kita belajar dari rasa gak enaknya, untuk kita bisa mensyukuri nikmatnya manis yang pas.
Traumatis dan terus-terusan jadi dramaqueen menyikapi hal-hal pada proses healingnya itu sih persoalan individu masing-masing.
Dan mungkin, mungkin Tuhan ingin kita sebentar aja ngeliat sekitar dan fokus barang sebentar saja ke hal yang lain meski hanya sekedar peralihan, biar ngeh kalo problematika hidup itu bukan cuma cinta. BUKAN CUMA CINTAK.

Ah, kalo dibolehin request sendiri, list punya saya isinya kira-kira gimana enaknya ya? Err, yang kayak orang itu aja, dan tambahan satu lagi, yangbisa sekedar makan bareng dan gak cuma bisanya ngingetin atau nanyain udah makan belum. Ada?
HAHAHA. "Terjal sekali tanjakannya, kapten!!!"