19.3.11

-1

18.25
Melangkah ke dalam rumah, taunya disambut muka datar Ibu yang mungkin sedang lelah karena baru pulang dari luar kota, atau mungkin sedang kesal dengan salah satu penghuni rumah, entahlah.
Menciumnya mesra di pipi kanan kiri, di jidat, lalu bertanya gimana tadi perjalan pulang ke rumah. Lalu Beliau meracau panjang kesal. Oh bener, lagi kesel.
Mendengarkan sebentar curahan hatinya sambil mengambil air minum lalu masuk ke kamar.

Sampai kamar kacaan sebentar, enggak pucet, cokelat malah kulitnya. Dih, udah cokelat, kucel, jerawatan.. Menyedihkan banget sih kamu sheilla...
Lalu terkulai lemas keabisan energi, laper. Mengambil gelas air, baru dua teguk mengerenyit menahan sakit.
Berbaring di tempat tidur. Ini itu ini itu ini itu.

19.35
Ibu masuk kamar, minta tolong dianter keluar rumah jam 9 nanti. Malas, tapi mengiyakan tanpa bertanya lebih lanjut.

20.00
Ayah masuk kamar, numpang baca E-mail, tidak lama kemudian Ibu menyusul masuk. Keduanya berbincang-bincang di sisi-sisi tempat tidur. Tiba-tiba kerasa keringet di punggung mengalir deras, padahal enggak abis olah raga.
Meringis. Duh, kacau nih si body. Sepanjang percakapan nggak fokus jadi gak ikutan menyimak. Ah.

20.55
Masih sambil tidur-tiduran, sadar, tau-tau kamar udah kosong, Ayah Ibu ntah kemana.
Tidak lama Ibu masuk kamar lagi, "gadis lagi tidur?"
Mendongak dan menggeleng lemas lalu bertanya, "Sekarang, Bu?"
"Nanti, nunggu telpon" Lalu Ibu keluar lagi.

Sayup-sayup mendengar Ibu memanggil Ayah dan bertanya, "Gadisnya sakit itu?"
Masih lemas, dalam hati menjawab mengiyakan. Tapi sakitnya remeh banget kalo sampe harus ngeluh.
Akhirnya Ibu jadi dianter Ayah.
Ah, peluk sebentar aja boleh gak sih?

0 comments: