1.2.11

and I don't hate you.

Beberapa hari terakhir ini menjalani hari-hari yang berbeda. Berbeda cara menjalani harinya, berbeda manusia-manusia berinteraksinya, dan berbeda rasa yang muncul di akhir setiap harinya.
Liburan, judulnya. Hidup kembali, dalam kamus lain. Oh biarkan saya menikmatinya sedikit lebih lama lagi.

Yang berlari di depan biarlah terus berlari, tak sanggup kaki ini mengiringi, toh kita sudah cukup lama berjalan bersama meski seringnya dipaksakan satu arah.
Biar kita menemukan ritmenya lagi nanti. Biar yang dijemput bukan hanya benda mati. Biar kita bisa sama-sama merasa jadi pemenang.

Dan kamu. Ya, kamu.
Kamu itu apa saya pun tak menemukan istilah yang tepat untuk menyebutnya.
Kamu itu pagi dan malam, dan siang kadang-kadang. Kamu itu 180 derajat, kiri dari kanan, kanan dari kiri.
Kamu itu tabu untuk disebut-sebut. Terkadang memunculkan rasa takut. Dan seringnya seperti teka-teki silang yang tidak ada kunci jawabannya.
Kamu itu tokoh dalam cerita-cerita fiksi. Kamu seperti cuaca Indonesia saat ini yang sedang sulit diprediksi.
Kamu itu dunia lain, dunia yang asing.
kamu juga entah bagaimana bisa tiba-tiba datang, dan kenapa saya jadi tidak ingin kamu menghilang.
Ah, karena kamu membiasakan, teman. Kamu terlalu membiasakan.

Tapi kamu juga seperti gerhana yang hanya sementara. Harusnya kamu gerhana, bukan fullmoon.
Kamu selalu bisa bikin mendadak kayak sakit mata dan sakit jantung kalo diliat lama-lama. Lalu kalau hilang, nanti harus cari kamu kemana? :(

0 comments: