14.2.11

bed talk, me vs mom, cuplikan.

mulai...
"Ibu mukanya jadi merah-merah gitu ih.."
"Tapi bersih kan ya, flek-fleknya?"
"Iya tapi jadinya merah-merah. Mana mahal banget perawatannya"
"Ini sebentar aja ntar juga gak merah-merah lagi"
"Kata siapa?"
"Kata susternya"
"Suster yg kemaren nganterin ibu ke ruang peeling dan yang mukanya merah-merah itu?"
"Iya kok muka dia masih merah-merah ya?"
"ZzzzZz.."

next..
"Nanti libur panjang yang kejepit itu apa kita jenguk kakak aja ya?"
"Ayo bu. Kangen ya sama anak kesayangan?"
"Semuanya Ibu sayang kok. Tapi kalo kakak udah lama Ibu gak ketemu kan.."
"Lah biasanya juga pas kuliah kan dia mah jarang pulang"
"Iya, tapi ini kan jauh nak. Seneng gak dia disana, ada kawannya gak dia disana, makannya enak gak.."
"Ibu ini kok kepikiran-kepikiran yang kayak gitu, bukannya kakak yang emang ga mau dijengukin waktu itu"
"Iya ya dis.."
"Gak kangen kayaknya dia sama kita bu. Cuma sama pacarnya aja dia kangen. HAHAHA.."

and then...
"Bu, batin pengen balik lagi ke Lampung. Pengen bareng Ibu, bareng Ayah"
"Kok gitu?"
"Ya pengen aja, pengen"
"Katanya Ibunya cerewet"
"Iya sih Bu. Hahaha. Tapi kan batin anak perempuan, yang harusnya ngurusin"
"Nggaklah nak, kamu itu udah kodratnya nanti diambil orang, dan Ayah sama Ibu yang harus siap"
"Kalo batin nikahnya sama orang lampung sini lg berarti batin bisa bareng Ibu lg dong ya. Hehe"
"Gak usah macem-macem kamu ini blablablabla%^*#$)@@$^&*)!!"

Percakapan berubah jadi satu arah tanpa jeda dengan banyak repetisi.
Haissshhh. salah ngomong sayaaa.

1.2.11

and I don't hate you.

Beberapa hari terakhir ini menjalani hari-hari yang berbeda. Berbeda cara menjalani harinya, berbeda manusia-manusia berinteraksinya, dan berbeda rasa yang muncul di akhir setiap harinya.
Liburan, judulnya. Hidup kembali, dalam kamus lain. Oh biarkan saya menikmatinya sedikit lebih lama lagi.

Yang berlari di depan biarlah terus berlari, tak sanggup kaki ini mengiringi, toh kita sudah cukup lama berjalan bersama meski seringnya dipaksakan satu arah.
Biar kita menemukan ritmenya lagi nanti. Biar yang dijemput bukan hanya benda mati. Biar kita bisa sama-sama merasa jadi pemenang.

Dan kamu. Ya, kamu.
Kamu itu apa saya pun tak menemukan istilah yang tepat untuk menyebutnya.
Kamu itu pagi dan malam, dan siang kadang-kadang. Kamu itu 180 derajat, kiri dari kanan, kanan dari kiri.
Kamu itu tabu untuk disebut-sebut. Terkadang memunculkan rasa takut. Dan seringnya seperti teka-teki silang yang tidak ada kunci jawabannya.
Kamu itu tokoh dalam cerita-cerita fiksi. Kamu seperti cuaca Indonesia saat ini yang sedang sulit diprediksi.
Kamu itu dunia lain, dunia yang asing.
kamu juga entah bagaimana bisa tiba-tiba datang, dan kenapa saya jadi tidak ingin kamu menghilang.
Ah, karena kamu membiasakan, teman. Kamu terlalu membiasakan.

Tapi kamu juga seperti gerhana yang hanya sementara. Harusnya kamu gerhana, bukan fullmoon.
Kamu selalu bisa bikin mendadak kayak sakit mata dan sakit jantung kalo diliat lama-lama. Lalu kalau hilang, nanti harus cari kamu kemana? :(