29.12.10

k-fever.

Baru-baru ini karena kurang berolahraga (baca: kurang banyak aktivitas), dan malas melihat berita-berita di TV seputar ricuh ngantri beli tiket final AFF ataupun politisasi dan komersialisasi PSSI oleh nurdin halid yang kalo ngomong saking ga pentingnya berasa pengen saya tiupin terompet-naga-nagaan-tahun-baru-harga-sembilan-ribu, saya kemudian jadi terkena sebuah virus yang akut... Virus yang namanya drama Korea (K-fever). BHAHA.

Jika dirunut lagi, sebenernya udah lama banget sejak saya meringis-meringis ketika pertama kali melihat Joo Ji Hoon dan membuat saya mengerti mengapa banyak orang jatuh cinta dengan dunia K-drama. Iya, mulai dari ceritanya, cara flirting yang malu-malu tapi mau, gaya
bercandanya dan terutama tokoh-tokohnya yang SWT semua sukses bikin saya jadi pengen joget-joget sendiri tiap ada scene yang ngegemesinnya, apalagi si Ji Hoon ini. Bahkan saking gelonya, pernah ada scene di film naked kitchen yang Ji Hoon ngomong sesuatu mengungkapkan isi hatinya, nama orang yang dia tujukan kata-katanya di subtitle saya ganti jadi nama saya, jadi ketika filmnya diputar lg seolah-olah dia lagi ngomong gitu sama saya. HAHAHAHA.

Ji Hoon: "There can't be a three, sheilla..."

Terus yang kedua kalinya saya kemudian kena efek yang selalu meremas-remas tangan dan sesekali berteriak “ohhh” itu adalah ketika melihat si Kim Kim Bum di Boys Before Flowers. Saya pernah jadiin fotonya wallpaper laptop saya dan bikin Dosen Pembimbing saya yang waktu itu tiba-tiba muncul di belakang saya ketika sedang inspeksi mendadak bertanya, “foto siapa itu shey? Pacarnya ya?”, dan saya pun hanya menjawab dengan tersipu-sipu ngarep. Oh iya, si Kim Bum ini pernah dateng ke Indonesia, dan para fans yang dateng meskipun udah bayar mahal ternyata hanya bisa melihat lebih dekat plus minta tandatangan tanpa boleh bersentuhan tubuh sama sekali, karena gosipnya kalo disentuh ntar bagian-bagian tubuhnya bisa rusak dan lepas-lepas gitu gara-gara kebanyakan operasi plastik. Haha. Gosipnya bedong banget dah. Wkwkwk.

kim kim beom and his perfect nose...

Setelah itu, virus Korea saya jadi membeku selama beberapa waktu karena Joo Ji Hoon harus vakum dan ikut wajib militer selama 2 tahun. Membeku sampai dengan momen mata saya menangkap sosok Park Yoochun a.k.a Micky Yoochun mantan personil DBSK.

"yoochun oppa, saranghae..."

Sebelumnya, saya gak pernah menyadari eksistensi sebuah boyband Korea bernama DBSK. But then I saw him playing a role di salah satu film. Love at the first sight yang bikin saya mulai meragukan kewarasan saya sendiri. I googled every-single-thing about him. I looked for every dvds, videos on youtube, and songs he sang. I felt like some kiddos or teenage girls or some groupies. I can be realy happy just to see he is smiling, just to hear he is singing, and even feels sad then worry too much thinking about him going to war, "Korea jangan jadi perang please..". Huhu.

But anyway, kalo dulu saya pernah berimajinasi dinyanyiin sama joo ji hoon gara-gara scene dia di ‘naked-kitchen’ yang nyanyi ‘I dont know anything but love’, sama si yoochun saya berimajinasi dinyanyiin sambil dia main piano atau kita baca buku berdampingan sambil pegangan tangan kayak salah satu scene dia di film sungkyunkwan scandal, kya kya kyaa. Iya, meskipun setelah saya banyak tau tentang si yoochun oppa ini saya jadi menemukan fakta-fakta seperti: di antara temen-temennya dia ini paling butuh pertolongan lebih lanjut dalam hal model rambut karena saking seringnya ganti gaya rambut yang hasilnya sungguh owh-owh-astaga, lalu juga seperti halnya artis-artis cowok korea lainnya yang kalo pake baju chic banget dan kadang cara jalan-duduk-sampe cara makannya are so gay, entah kenapa rasanya toleransi bisa diberikan mengingat semua kelucuan-kelucuan lain yang dia punya yang bikin...gemesh-gemesh-guemeessshhh! Ahhh..indah dipandang mata banget mereka-mereka ini memang. Bahkan ada satu DVD yang saya beli yang isinya cerita tour Micky dan kawan-kawannya yang bahasanya adalah full-Jepang mixed Korea tanpa subtitle, dan saya dengan tabahnya nonton dari awal sampe akhir, berkali-kali nempelin kedua tangan di pipi sambil teriak-teriak kegirangan kalo kamera meng-close-up si Micky, ikut ketawa kalo mereka nge-jokes, ikut pengen nangis kalo mereka sedih-sedihan, ikut pengen makan ramen kalo mereka pada makan ramen, hahaha.

Astaga. I need to go back to reality, oh someone please bring me back to reality...

2 comments:

maria said...

sheeiiiyyy,,i just want to say "Astagaaa".akaakka

cherlanda said...

Hahahahahaha batin...! LOL....
i will bring you, come back to reality.