25.10.10

cerita bawah sadar.

Sekarang jarak menuju cita-cita saya jadi semakin pendek dan dekat. Udah kebaca jalurnya, garisnya di sektor itu. Pokoknya yang peluangnya bisa kasih saya napas tapi titian tangganya gak curam. Meski kemiringan tangganya nyaris datar dan panjaaaaaaaaaaaang banget, setidaknya jelas. Persinggahan-persinggahannya juga jelas, meski penghasilannya kata banyak orang jelas-jelas nggak bisa menghidupi dengan layak seorang manusia yang banyak mau seperti saya kecuali jika saya coba-coba untuk mengambil kesempatan dan peluang-peluang enggak jelas. Enggak Ya Allah, saya gak mau sepuluh tahun lagi saya masuk TV karena kasus korupsi...

Soal pasangan hidup, cita-cita saya juga semakin jelas. Setelah kemaren ada seorang temen yang entah kesambet apa dia curhat ga jelas dengan bahasa yang muter-muter, yang saya tangkep adalah:
"Kata-kata jodoh gak akan kemana itu menurut kalian gimana sih? Bisa gak ya kalo kita jodoh sama orang yang kita pengen jadi jodoh kita, tapi kitanya gak berusaha? Karena kan kalo jodoh kan gak akan kemana kan ya? Tapi jodoh itu kalo kitanya gak berikhtiar bisa jadi gak sih?"

Trus saya mikir, iya Ya Allah, selama ini saya suka berangan-angan saya jodoh sama Pangeran Harry biar bisa jadi princess atau jodoh sama Joo Ji Hoon lalu bisa hidup bersama di Korea, tapi saya gak pernah tau ikhtiar macam apa yang bisa saya lakukan untuk bisa merealisasikan angan-angan saya itu. Jadi saya sempat berasumsi, jangan-jangan, jangan-jangan selama ini situasi yang menjebak saya ini karena saya kurang berikhtiar? Mesti itu yang terjadi. Hh.. Pasti saya kurang berikhtiar. Ternyata, ternyata ikhtiar dengan memasang foto Jo Ji Hoon jadi wallpaper laptop saja belumlah ikhtiar yang maksimal. Tapi saya bisa apa? Saya hanya perempuan yang secara budaya tidak punya hak dan kewajiban melangsungkan 'first move'... (Malah curhat).

Maka berhubung pasangan hidup saya masih belum jelas setidaknya sampai dengan beberapa tahun ke depan, rasanya punya cita-cita pacaran sama cowo bule enggak terlalu muluk. Iya, semoga, saya dikasih kesempatan untuk pacaran sama cowok bule. Am-ien. Teman-teman, tolong dibantu ya... (Ikhtiar pertama saya adalah menyerukan tagline Pak Tarno yang mudah-mudahan punya kekuatan magis untuk bisa menjodohkan saya dengan bule). HAHAHaH.

...

Terakhir dan gak ada hubungannya sama paragraf sebelumnya, setelah sekian lama akhirnya saya menyerah dan jadi bagian dari keluarga besar (mudah-mudahan bahagia) pengguna device berlabel smartphone. Dan saya menemukan yes it's way easier eversince. The handheld has been realy helpful. Yeah helpful sekali untuk keep me updated about everything, termasuk aktivitas sosial teman-teman lama dan yang paling terbaru adalah helpful memberikan berita gembira kalo temen SMP saya yang selalu dibilang sebagai cowok-setengah-jadi sekarang sudah normal dan akan menikah dalam waktu dekat. Meski kelakuannya masih membuat saya ragu akan pengakuan "I am straight, now...Totally".

And, about the updating thing, totally, I'd still prefer to have the 'live' one... :)

0 comments: