5.9.10

setelah (hampir) 2 bulan..

I dont remember how many lies I've said to her in all my life.
Tapi yang terakhir itu seolah balas dendam rupanya.
Sepanjang usia-usia dewasa saya ini, banyak sekali fakta bahwa Beliau pernah tidak mengungkapkan yang sejujurnya yang ditimbang dari sisi manapun memang selalu untuk kebaikan di satu sisi, sisi saya, sebagai anak. Dianggapnya biar saya tenang, selalu optimis, dan tidak berfikir jelek. Maksudnya melindungi, dipandang dari sisinya, berbohong untuk melindungi itu tidak apa.
Padahal dulu itu ketika saya sadar saya pernah dibohongi rasanya sedikit tipis-tipis muncul kecewa.

"Kok jadi sering main rahasia-rahasiaan sih sama Ibu sekarang?"
Nyengir, padahal Ibu di ujung telepon sana tentu tidak bisa melihat ekspresi saya.
"Nggak kok Bu.. Kan aku masih bisa handle sendiri.."
"Ibu ini kalo dikasih taunya setengah-setengah malah khawatirnya bisa berkali-kali lipet loh nak..."
Inginnya dianggap sudah dewasa, yang bisa meng-handle suasana hati dan masalah sendiri, dan berusaha menata mood agar tidak mempengaruhi orang-orang di sekitar, orang-orang yang disayang, terutama. Taunya, ah sialan, taunya khilaf, lupa kalau Ibu juga orang yang dewasa yang bisa diajak berpikir dewasa. Yang kalau diberi tau baik-baiknya saja bukan hanya akan berpikir optimis seperti anak kecil tapi justru akan berpikir lebih jauh dan preventif dengan dampak negatif dan intrik-intrik yang ada di dalamnya.

Seperti kata seorang senior-alumni-yang-jauh-banget-angkatannya-di-atas-saya, biasanya ketika jadi anak kos, bertahan hidup prihatin dengan hanya makan mie instan karena jatah bulanan menipis demi memenuhi kebutuhan yang lain, tanpa disadari hal kecil seperti itu adalah bentuk dari 'menzhalimi diri sendiri' yang kalo orang tua di rumah tau mungkin akan merasa bersedih hati dan akan merasa tidak berguna seolah tidak bisa menafkahi dengan baik keluarganya. Karena kalau sakit juga nanti kan yang akan disusahkan orangtua?

Tapi, gimana ya, susah mengungkapkan kepada 'mereka yang ada di rumah' jika saat ini ada bagian kecil dari diri saya yang hanya ingin berbagi berita baik saja kepada mereka, ingin segera bisa bertanggung jawab atas diri sendiri secepatnya lalu segera bisa multitasking menjadi anak sekaligus orang yang bisa diandalkan, bukan lagi beban. That's it. Sempet kepikiran untuk mengurangi komunikasi biar enggak ditanya banyak-banyak jadinya enggak banyak bohong, but I can not to.

Ah, banyak mau kamu sheilla...

0 comments: