18.8.10

Live your life.. With or without. Ciao!

“Orang sombong itu, ada saatnya nanti dia jatuh dan gak ada orang yang mau ngebantunya untuk bangkit”

Ayah bilang ini ketika Beliau marah. Marah dan kesal sambil berusaha menyembunyikan emosinya di balik kata-katanya yang berusaha terkesan datar, padahal tidak. Kata Ayah, Ayah sayang sama mereka seperti anak Ayah meski tidak sepenuhnya sama. Mereka bukan saudara kandung, tak ada hubungan darah kata Ayah. Tapi Ayah tau Ibu mereka baik. Saya pun tau sekali Ibu mereka begitu baik. Ibu mereka orang baik. Untuk itu Ayah beri kasih dan sayang biar mereka bersyukur atas apa yang mereka miliki, dan memberikan kasih dan sayang yang sama untuk orang lain, entah siapa. Lalu mereka menyakiti hati Ayah. Dengan lirih Ayah berkata, “Sama seperti diludahinnya muka Ayah kalo kayak gitu”. Ada pepatah, “the ones who can hurt you the most are the ones you love the most”. Ternyata tidak perlu yang ‘paling’, yang ‘cukup’ dicintai pun bisa menyakiti. At first I ignored this thing. Ga ada ‘impact’ langsung ke saya setelah berlalunya hal ini. But now I know, Ayah hanya tidak ingin terjadi lagi hal yang sama, enggak mau anaknya nanti jadi sombong luar biasa dan seolah tidak butuh dan mau bantuan siapa-siapa lagi. Karena ada yang pernah bilang juga, ‘Hutang materi, malu hati. Hutang budi, beban hati’. Abaikan kata-kata itu. Orang yang tau diri dan tau balas budi pasti tak akan bermalu hati dan membebankan hati.

"Yang penting kalian sehat selalu dan sukses dunia akhirat" Doa Ayah yang manis.