22.2.10

third base.

Pernah ada sebuah kala dimana sebuah momen bisa jadi begitu sakral untuk diingat dan diperingati juga dirayakan. Momen dimana saya pernah tiba-tiba bisa jadi begitu antusias. Begitu semangat. Begitu berapi-api. Begitu selalu tak sabar menunggu kehadirannya dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan. Momen yang pernah jadi begitu spesial serasa diciptakan Tuhan hanya untuk dua manusia di muka bumi ini, maka hanya dua orang itulah yang sepertinya kegirangan menyambut hari itu dan secara konsisten memenuhi kepala mereka dengan agenda ini dan itu untuk dilakukan di kedatangan momen itu. Ntah apa. Dan ketika satu kesalahan, terlewatkanlah tradisi sehingga tidak ada ceremony dimana harusnya begini dan begitu, satu pihak kecewa, pihak lainnya ikut merasa kecewa setelah mengkalkulasikan pengorbanan yang telah diberikan serta memuntahkan sederet penjelasan atas khilafnya kala itu. Pamrih. They argued then ended it. Both, the relationship they had and the rituals also.

That was the beginning where I started to hate all of those rituals of either monthsary or anniversary. I’ve never taken it as something fun-something nice-or something to be celebrated eversince. Ngerayain hari jadian itu kekanakan dan SMA banget, i thought. Iya, cuma anak SMA dengan aktivitasnya yang berjubel tapi karena energinya yang berlebih sampai-sampai masih bisa menyempatkan untuk tiba-tiba jadi kreatif bikin sesuatu yang spesial ngerayain hari jadian sama pacar, again-I thought. Well, again-I thought, akan lebih baik jika gak punya kenangan-kenangan dan tradisi-tradisi apapun so it will hurt less when suddenly it’s gone.

But now I think, sepertinya bencinya saya sama ritual-ritual itu dulu hanya karena saya berusaha menghapus kenangan yang buruk di masa lalu. Berusaha menghapus ingatan jelek sehingga bisa menjalani hubungan yang benar-benar baru. And sorry to say, yes I realize, I’ve been unfair...


“Tanggal itu gak penting” Saya pernah bilang. “Iya kan?” saya mencari jawaban iya di mata yang saya ajak bicara kala itu. “Yang penting kan ketika setiap harinya terlalui, I’m still beside you and the love does still exist” I said again.

Then the first-12-months went by. The 24-months sailed on. And suddenly it turns into 36. Thirty six months which is equal to three years.

I’ve been hiding the desire to celebrate those monthsaries just because I dont want to be reminded of the sadness and pain i had years ago. Years ago. Stupid me.

Ahh...Three years. A lot of shit happens. I’ve been creating mistakes. I’ve always been. Now I just dont want to hide anymore. Not from the past, not from the fear, not from the predictable-gesture they’ve been giving when I answer the question about the label of my relationship :)

"There is nothing special about me
I am just a lil star
If it seems like I'm shining brightly
It's probably a reflection of something you already are

- 'Lil Star by Kellis-


Dalam olahraga softball, untuk mencetak poin kamu harus melewati base pertama, base kedua, dan base ketiga, sampai akhirnya kembali ke home. Back to the home... You see. As if I am now at the third base, I am about heading to the home-base? HAHAHA. Ngarep.

Anw, yes, sometimes guessing is amusing. Right, orange? :D :D :D

0 comments: