29.1.10

Durian.

Buah yang kalo kata nicole si bule cimahi adalah buah yang 'smells like hell tastes like heaven'.

This durian-thing has been a hot topic for my last two weeks.
Gara-gara ada temen yang lagi hobby-hobbynya sama durian dan lagi musim juga ya (dilihat dari banyaknya penjual durian yang berpangkal di pinggir-pinggir jalan Kota Bandung). Hobby yang ngeselin. Ngeselin karena harga durian di Bandung gak ada ramah-ramahnya. Lebih ngeselin lagi pas tau kalo durian-durian yang dijual dengan harga puluhan ribu itu berasal dari Lampung, dimana di Lampung saya bisa dapet durian dengan harga maksimal ya belasan atau dua puluhan ribu atau ya bahkan hratissss. Gratis, soalnya biasanya dikasi sama sodara. Hehe. Ah, jadi pengen nanem pohon durian depan rumah di Bandung==> Ngebayangin taman kecil 3x2 meter depan rumah mau ditanemin pohon duren, ckckck..SWT. Bakal kayak apa bentuknya..

Menyebut durian...Ada ingatan tentang Ibu. Tentang Ayah. Tentang Saudara-saudara di Lampung.
Agenda rutin kumpul keluarga dulu di Lampung dulu biasanya diwarnai dengan makan durian bareng, dan selalu ada si 'nyeruit', sebuah jenis makanan Lampung yang salah satu bahan bakunya ya durian ini. Ah gak menariklah, aneh banget makanannya, sambel dicampur-campur sama ikan sama duren gitu. Yaiks. Tapi saya ya selalu join kalo ada kumpul-kumpulnya. Makan gak makan asal kumpul.

Eh ada ingatan tentang old-partner yang itu juga.
Gara-gara si orang itu gak suka duren, saya pernah setahun penuh gak nyentuh duren sama sekali. Dan jadi kebawa-bawa sampe beberapa tahun belakangan ini. Sugesti.

Dan, ah, Minggu 24 Januari 2010 kemarin adalah first time-nya saya punya memory tentang durian dengan si mas.
--ngeliat dia makan duren dengan lahapnya. takjub. gatel pengen komentar--
saya: "kamu itu apa sih yang enggak suka?"
dia: "ng.."
--ada jeda--
saya: "hehe. semuanya suka ya.. cuma makanan mentah, makanan yang mahal tapi porsinya dikit, sama masakan aku aja ya yang kamu gak suka?"
dia: "aku suka kok masakan kamu..tapi emang kapan kamu masak?"

Dang! I cook quite often. Hanya belum punya cukup keberanian buat menghidangkannya untuk dinilai.
I'm (always) affraid of the scoring-thing he might do.
But for real. Dia bukan pemilih makanan. He eats everything I ask him to eat. Everything.
Makanan kesukaannya perkedel jagung. Enak atau enggak urusan belakangan. As long as the food is perkedel jagung atau paling enggak ya tepung yang dikasi potekan biji-biji jagung, he'll be happy.
Dan rumah makan sunda mana sih yang gak punya menu perkedel jagung?
So it's always been easier with him.
Makan bareng dia, gak akan ada ritual-ritual sebelum makan seperti menuangkan kecap berlebih di atas makanan, atau memisahkan mentimun dan sayuran, dsb dsb.
He'll eat whatever's served.

Unlike him that is not a picky-eater, I am quite picky about food. I also eat everything. Tapi saya cuma mau makan yang menurut lidah saya enak.
Gak seperti dia yang gak ngebedain rasa perkedel jagung, saya bahkan bisa ngebedain rasa air mineral..rasa nasi..
Cocok. Karena kebetulan di Bandung banyak banget pilihan tempat makan yang enak.
So what we need is a place with a good taste, no need to worry about the menu.
Yeah, It's always been easier with him.
No wonder, sejak sama dia grafik berat badan saya terus mengalami peningkatan. Huah. perut buncit, syuhh syuuuhhh!

Akan mengenaskan kalo mengingat kehidupan saya 5 tahun yg lalu.
Dua manusia kepala item yang punya banyak pantangan makanan alias milih-milih, memutuskan untuk berkencan, maka yang terjadi adalah kelamaan di jalan muter-muter cari tempat makan yang menyediakan menu yang tepat bagi keduanya. Nice.

Ah. Durian..Durian..
Betapanya bisa mengingatkan bahwa urusan makanan can be equal to the feeling.
What you eat is what you are, right?

28.1.10

sekilas.

Akademik.
(NOL SKS). Nol SKS di semester ke 10, feels like damn. Seperti halnya semester 9 yang udah gak ada aktifitas berarti juga, menjalani nol SKS dengan tanggungan Tugas Akhir dari semester lalu yang nilainya masih T does feel like hell. Ah, berlebihan yah. Setidaknya, data sudah di tangan. Metode sudah dapat dan pencerahan udah ada di depan mata. Yang dibutuhkan hanyalah motivasi untuk terus-terusan marathon mengerjakan satu tahapan menuju tahapan lainnya, tanpa jeda. Hanyalah, eh? /unsure/

(PERWALIAN). Seminggu yang lalu saya bertemu dengan dosen wali saya dan untuk pertama kalinya selama 4,5 tahun Beliau menjadi wali saya, Beliau tidak menyambut saya dengan pertanyaan tentang IP saya yang naik apa enggak ketika saya menghadap untuk perwalian. Semoga perwalian yang kemarin adalah untuk yang terakhir kalinya.. Amien.

Rumah.

(RUMAH LAMPUNG). Tanggal 16 Januari kemarin Ibu telpon dan bilang "Ibu kangen loh sama gadis..." Iya, saya juga kangen sama rumah saya di Lampung. Sama Ibu, Ayah, dan adik saya tentunya. Tapi saya udah janji sama diri sendiri untuk gak pulang kalo belum nambah gelar ST. Saya dulu suka kasihan sama orang-orang yang terobsesi sama suatu hal sampe mengkondisionalkan sesuatu demi sebuah target yang tercapai. And now it happens to myself. Poor me.

(SI ADIK). Adik saya, Dimas, tahun ini akan lulus SMA dan rencananya mau kuliah. Ibu sama Ayah berulangkali meminta saya untuk ngomong serius ke adik saya tentang jurusan kuliah dan pemilihan universitas, karena tiba-tiba aja dari kepengen kedokteran dan kedokteran gigi tiba-tiba dia berbelok ke jurusan akuntansi dan sastra inggris. Sorry, bukan karena saya gak setuju dengan pemilihan dua jurusan yang terakhir itu, lebih karena saya yakin dia bisa lebih dari itu. Tapi masalahnya selama ini dia selalu bisa dapetin apa yang dia pengen dan dia targetin, he's always been in a secure zone. Lalu tiba-tiba sekarang dia harus menghadapi kemungkinan-kemungkinan gagal, ditambah dengan fakta bahwa kedua kakaknya berhasil masuk universitas negeri, makanya tiba-tiba dia jadi ngerasa gundah gulana dan banyak khawatirnya. Saya mengerti, untuk itu saya akan berusaha ada untuk dia beberapa bulan ke depan. I have been a bad sister for him these 4 years, selalu sibuk sendiri sama urusan saya. So it might be the best time to make a change. I love him, I want him to do his best. Saya pengen bisa jadi motivasi buat dia. Seperti halnya dulu dia jadi motivasi saya untuk lulus SPMB, biar bisa jadi contoh yang baik buat dia, dan bukan justru ngebuat dia ngerasa terintimidasi.

(RUMAH BANDUNG). Kabar rumah di Bandung? Yah masih gitu-gitu aja. Masih sepi tiap kali saya membuka dan menutup mata. /sigh/

Partner(s).
(TO SHARE WITH). Sebagai mahasiswa tingkat akhir, interaksi dengan teman-teman kuliah jadi sangat minim. Gak lagi ada kredit SKS yang diambil dan bisa mempertemukan saya dengan teman-teman di dalam ruangan kuliah. And it's kinda so sad. Beruntungnya saya masih punya himpunan yang bisa membuat saya nyaman karena tiap melongok kesana saya masih menemukan orang-orang yang bisa saya sapa dan menyapa saya kembali. Serta masih ada juga beberapa teman senasib sepenanggungan di Lab dan lantai 3, yang masih selalu bisa diandalkan untuk menemani mengerjakan yang dikerjakan atau sekedar berbagi cerita dan tawa di sela-sela jadwal makan. Dan, eh, masih ada dia juga. Yang kini memasuki Bulan ke 35. Belum cukup. I want more! :D

(LAIN-LAIN). Ah ya, Seminggu yang lalu saya banyak menerima SMS dan email dari teman-teman yang bertanya dan konfirmasi tentang akun facebook & twitter saya. Kebanyakan bertanya apakah saya menghapus mereka dari daftar teman saya. Well, no for sure. No, It's not what happen. What happen is, I did deactivating all of those accounts. So it's not me deleting you from my life, It's me deleting myself. The-not-real-one. Permanently? Let's just see.

-dsb-

if there is anything you want to ask, you may stop by at my formsping account. if it is something more personal, you can text/email me. I'll be glad to get in touch with you normally, or even directly :)

anw, GOOD LUCK! for everything you are all struggling at.
wish me one (luck) too!

27.1.10

akhir januari 2010.

kepada bulir hujan yang turun bergaris-garis putus-putus
yang mengingatkan pada jari tangan yang menelusup satu per satu
atau ketukan tangan tanda tak sabar
karena gelap mulai mendekat
rasa. coba, kamu rasa?

Februari mengintip-intip dan merenggas paksa, mau tak mau
sementara kamu masih tak pasti
gelap, aku tak takut
sunyi, aku tak takut
hilang, yang aku pasti takut
kelabu, lebih-lebih lagi aku takut

dan ketika sang akhir Januari melolong mendeklarasikan keberangkatannya,
mungkin yang aku butuhkan bukan hanya sekedar cahaya lilin.
kamu. aku butuh kamu.
selalu gelap bila ditinggal pergi.
selalu. gelap. bila kamu tinggal pergi.

8.1.10

Hari Untuk Amanda.

Akhir tahun 2008, ngebaca isu tentang film Hari Untuk Amanda yang katanya akan tayang di Bulan Januari. Ternyata Januari yang dimaksud itu Januari 2010, so I've been waiting for a year to see this movie..
"Di sepuluh hari menjelang pernikahannya, Amanda diberikan kesempatan untuk bertemu dengan seorang dari masa lalunya. Mantan yang paling sulit dilupakannya, Hari..."

Nonton film yang seperti ini berbahaya untuk orang-orang seperti saya yg merasa sok paling tau yg terbaik buat diri saya sendiri. Cih.

Paling susah ngontrol emosi di scene yang Amanda dan si mantan berdialog dengan latar Taman Hiburan dan Waktu malam hari.
Dan si mantan pun bertanya, "Sebenernya dulu itu kenapa sih kita putus?"
Dengan kondisi dimana dulu mereka putus itu bukan kesepakatan berdua, tapi secara sepihak oleh Amanda yang bahkan mengakhiri hubungannya gak secara langsung karena terlalu gak punya nyali.
In fact, she left for good. To be a learning moment for both of them.

Dan ya, keseluruhannya gak mengecewakan.
Istilah genre-nya yg warm-hearted emang tepat. Yea, It is..
Film Indonesia nomor empat (setelah Petualangan Sherina, Ada Apa Dengan Cinta, dan Anda Dia Tau) yang paling sweet dan cute, and YEAH warm-hearted! => according to me :)

What came up on my mind right after seeing this movie:
"Hari untuk Amanda? Err..Will there be 'Keberuntungan untuk Sheilla'?" LOL.
Anyway, I love the ending. I guess yes it's supposed to be like that.
Enjoy it, everyone!

7.1.10

lagi suka sama...

Bolu kukus talas.


Warnanya ungu. Pertama kali tertarik mau beli jg krn warnanya yg ungu. Dan ternyata enak. Dan ternyata jadinya gak bisa berhenti untuk ngebeli. Rasanya gak terlalu manis jadi gak enek. Dan ngenyangin juga, pernah makan 10 biji sendirian...kenyang! :P Jadi ceritanya kan saya suka banget ke Toko Roti & Kue Primarasa yang ada di Jalan Kemuning, di situ saya beli bolu kukus talas ini untuk yang pertama kalinya. Tapi sebenernya di Kartika Sari dan di Toko La Belle juga ada kok, dan rasanya juga sama. Jangan lupa untuk mampir ke Toko Primarasa buat yang ada Di Bandung, siapa tau kamu beruntung dan ketemu saya disana (SO WHAT?). :D :D :D


Pidgin.

Ini nih salah satu aplikasi buat memfasilitasi aktivitas instant messenger. Saya dipertemukan dengan Pidgin di komputer himpunan saya. Lagi-lagi, awalnya tertarik karena logonya yang warna ungu.
Dan ternyata makenya juga lebih seru dibanding aplikasi dari Yahoo-nya sendiri.


Rio Haryanto.

I saw him for the first time itu di billboard deket Bandung Super Mall.
Pertama kali karena lagi nyupir jadi gak gitu aware, cuma saya liat kalo matanya sipit dan garis mukanya cukup menarik, ewww!
Kali kedua ngeliat, lagi-lagi di billboard yang sama. Dan kali ini saya berkesempatan tau namanya karena tertulis di bagian bawah billboard tersebut. It's written: Rio Haryanto. And he is a racer.
Sampe rumah terus nge-googling, ketemulah sederet prestasinya dan menemukan fakta bahwa dia ternyata kelahiran 1993. Five years younger than me.,ouch! Tapi seperti yang seseorang pernah bilang ke saya, "usia bukan kendala.." Hahahahaaa.
Anyway, you may take a glimpse of him in here..


See? SWT sekali kan ciptaan Tuhan yang satu ini sedap untuk dipandangnya...
Dan kalo kamu termasuk salah satu dari yang beruntung liat dia di acaranya Mister Tukul-Trans 7 hari minggu 4 januari 2009 kemarin, kamu juga bisa liat itu perut kotak-kotaknya yang seksi abis.
As ta ga. Aduh dede kasep, kapan ateuh ajak teteh kebut-kebutan ;P

2.1.10

dua januari.

I've never been the jealous type.
Not with the real biological creature called girl.
I ever happened jealous to a thing named tugas akhir and a virtual-enemy named DOTA who used to be taking over my quality time.

But now I just cant seem to understand why on earth I could be so jealous like yesterday..

a friend of mine asked me once,
"gimana kalo pacar atau suami kamu selingkuh?"
"then it's a goodbye" i said.
"putus atau cerai gitu maksudnya? Kenapa?"
"kalo sampe pasangan kita selingkuh artinya ada yang salah dengan kita. artinya dia mau cari kebahagiaan yang lain, yang mungkin dia temukan di orang lain yang jadi selingkuhannya itu"
saya pernah punya jawaban naif seperti itu dulu, hahahaha, unbelieveable.


Well, maybe the best you can do is just becoming a home which is homy for each other of you.
And let just the heart guide 'the lost one' home.
Cheers! :) :) :)