21.9.09

H+1 lebaran, kondisi -1.

H +1 (plus satu) di rumah. Pasca lebaran. Tapi dengan kondisi -1 (minus satu). Gak fit sama sekali secara fisik. Tenggorokan sakit, badan panas keringetan melulu, kepala pusing, mata berair, idung meleerrr dan mampet. Yeah, perfect.
Tapi masih pede aja besok pasti udah baekan dan harus mampu melanjutkan program perbaikan gizi. Lahap habis semua makanan. Gak peduli dengan 'ancaman menuju 44' alias berat badan naik menjadi 44.. wkwkwkw.

Dan kondisi-1 (minus satu) ini sangat mendukung timbulnya kondisi kedua, yaitu kondisi -2 (minus dua). Kondisi gak sehat sama sekali secara mental.

Soundtrack of the day? week? or even month?
kondisi -2 (minus dua) ditemani lagu ini? wow. nyeri nyeriii.

Yeah.
I thought missing him would be okay...
Tapi sekarang ekspektasi-ekspektasi yang biasanya timbul secara terstruktur tiap kali ada hal baru yang terjadi sekarang udah enggak lagi menggerakkan saya untuk memberikan reaksi apa-apa.
Saya cuma gak mau lagi terima label sebagai individu yang labil karena terlalu sering bertindak impulsif.

Kondisi -2 (minus dua) ini emang jadi bikin emosi jauh mendominasi.
Dan lucunya, untuk setiap tetes air mata yang mungkin jatuh saya justru akan menyalahkan kondisi -1 (minus satu) saya. Mata saya panas..jadi berair.. Gak ada salahnya dong kalo nangis. Lagi sakit juga. Sakit yang mana emangnya orang lain peduli? Hmm...

0 comments: