13.7.09

I want you dear puppy.

Few days ago, Saya mengunjungi sebuah kennel di dekat Jl haji Akbar, Stasion Hall Bandung. Pertama masuk ke dalam rumah yang tinggi pagarnya sekitar 1.5 meter itu, nyali saya langsung ciut ketika tiba-tiba 2 ekor anjing besar menghampiri saya. I mean it about saying 'besar'. Karena yang satu lagi adalah golden retriever dan satu lagi anjing ras biasa tapi masih ada campuran retriever-nya sepertinya. Well actually I can see, dari ekornya yang mengibas-ngibas, they are friendly. Tapi mereka berdua yang ukurannya sangat besar, hampir sepinggang saya, tiba-tiba menghampiri dan melompat-lompat meminta diajak main sungguh membuat saya terkejut karena walaupun beberapa waktu belakangan saya tiba-tiba punya ketertarikan khusus terhadap anjing, khususnya jenis golden retriever dan samoyed, saya belum pernah sama sekali mengalami kontak langsung dengan anjing. Yep, selain karena sejak kecil ibu saya selalu menekankan bahwa liur anjing itu najis, terlebih-lebih saya punya asma yang salah satu pemicunya adalah bulu-bulu, maka saya tidak pernah 'dibiarkan' untuk memiliki satu peliharaanpun yang memiliki bulu.

Anjing pertama yang saya pernah kenal adalah anjing tetangga saya yang dinamai Ciko. Ciko adalah anjing kampung biasa yang tidak special. Karena tugasnya sebagai anjing penjaga rumah, Ciko yang saya ingat adalah tipe yang galak dan selalu berada di dalam pagar. Kesan pertama terhadap anjing? Takut. Dan kesan itu terus berlanjut terlebih lagi setelah saya beberapa kali mengunjungi uwak saya yang kebetulan memiliki anjing herder yang amat sangat galak, lebih galak dari ciko. Huaaa. Kejadian terakhir yang paling parah yang berkaitan dengan saya dan anjing adalah ketika sedang kemah kerja di hutan gunung Walat dalam acara Kemah Kerja setahun yang lalu. Saat itu saya sedang menunggu teman-teman lain yang sedang melakukan survei, berteduh di bawah payung hanya berdua dengan teman perempuan saya dari kelompok tetangga. Berteduh dengan nyaman sampai tiba-tiba dari jarak sekitar 5 meter ada anjing yang menggeram dan menatap kami berdua. We both stayed calm at first, tapi ketika anjing itu mulai menyalak akhirnya kami berdua lari kocar-kacir sambil teriak-teriak dan tau-tau saya sudah berada di bawah terjalan yang artinya karena tadi terlalu 'exciting', saya jadi tiba-tiba sakti dan bisa melompati terjalan yang tingginya sekitar 3 meter!

Ketakutan itu kemudian bersanding tipis dengan ketertarikan setelah saya mendapatkan semacam 'inspirasi' dari sebuah film yang saya tonton. Jane Austin Book Club filmnya.

Grigg Harris: "But I thought, "What a beautiful woman. I hope she looks over at me." I thought if I read your favorite books that you would read mine. But, no, no, no, no... You just want to be obeyed. That's why you have dogs.."

Yes. Scene itu adalah percakapan antara Grigg dan Jocelyn. FYI, Jocelyn adalah salah satu tokoh utama who is realy mature and independent. She didnt even have any interest to men and would rather to spend her whole life with dogs than a man...Until she met Grigg. Tapi point-nya adalah, a loner-like me, might need someone. And, a loner -again,like me- whom is a lil bit selfish, might need someone or something to be one friend that is loyal and wont ever leave me forever. It might be a dog.

Yes, a dog. I might need it to be a friend of mine. And I started thinking about adopting puppy.
Dan ternyata, seperti gambar-gambarnya yang sering terpampang dan bikin kita melting, seekor puppy memang punya kemampuan lebih untuk bikin kita luluh. Di kennel yang tadi saya sebutkan jugalah saya kemudian untuk pertama kalinya menyentuh anjing. Di luar rumah, ada 4 anjing dewasa golden retriever, 2 anjing siberian hushky, satu anjing yang mirip icon-nya hush puppy, 2 anjing POM, dan seekor anjing ras biasa yang tadi...And the puppies -the babies- were inside the house so I couldnt see them. But I was realy excited when suddenly the owner came out from her house bringing one of the puppy. Jenis golden retriever, male, baru umur 3 minggu, harus menunggu 2 minggu lg untuk stumboom baru bisa diadopsi.

Huaa. I couldnt take my eyes off of him!
When I was admiring him, tiba-tiba saja dia yang sedang dalam gendongan si owner tampak rewel dan seolah-olah meminta turun dari gendongan. Kemudian dengan berhati-hati owner-nya melepaskan dia di lantai. Setelah dilepaskan lalu dia berjalan sambil mengendus-endus..Memutari meja..Berjalan terus sampai tiba-tiba berhenti di kaki saya dan kemudian memanjat-manjat seolah-olah meminta digendong. Akhirnya dengan sedikit takut-takut kemudian saya letakkan ia di pangkuan saya dan seketika ia menyembunyikan kepalanya di ketiak saya sambil menggoyang-goyangkan ekornya. Lucuuuuu banget^^.

He's so warm, so cute, so lovable...
Sort of fall for him already, yes?


Can you see those eyes? It's hypnotizing, you know..
I'll name him Declan!
"Declan my bebe..Come to mommy, be..."
I want you dear Puppy... I want you so bad.

1 comments:

The Real said...

Lucu XD
Jadi kapan diadopsi..? kurang ya duitnya..? hahahah