8.6.09

Longroad to Telkomlfash-ing

Setelah sebelumnya ngekost yang sudah include fasilitas internet+TV kabel, kepindahan ke rumah sendiri membuat saya cukup berjarak dengan akses internet. Pergi ke warnet harus menanggung resiko ketidaknyamanan, sering-sering ke warung kopi bisa bikin bangkrut, dan mengkases internet di kampus penuh keterbatasan koneksi + donlot + (terutama) waktu. Lalu, sekitar ba’da Newyear eve 2009 kemarin saya mendapat sebuah saran dari seorang saudara sepupu untuk menggunakan Telkomflash. Telkomflash ini sebuah paket penggunaan internet dari Telkomsel. Saudara sepupu saya tersebut berlangganan paket Telkomflash yang kontrak setahun dengan perbulannya membayar sekitar 200 ribuan sudah termasuk modem. Si sepupu ini kemudian menyarankan menggunakan Telkomflash dan menambahkan beberapa penjelasan untuk ikut berlangganan.

Ke GraPari Telkomflash di Gedung Kantor Pos jalan Riau >> Ikutin prosedur >> approve >> internetan dmn2 dehh! Gampang kok!

Sempat stunning. Membayangkan betapa kerinduan akan akses mudah dengan internet seperti dahulu kala. Termotivasi dengan iming-iming prosedurnya mudah + koneksi yang lebih stabil daripada M2 (dari indosat). Saya masih inget banget kata-kata sepupu saya, “Ih nggak ribet banget ngurusinnya..Tinggal dateng doang, ngurusin ini itu, udah”

Yea. Dari cerita-cerita teman-teman pengguna M2, M2 is a totally disaster & miserable. Jadilah, sepulangnya saya dari rumah sepupu saya itu saya kemudian langsung mendatangi GraPari yang di Jalan Riau Bandung itu.


Kedatangan pertama.
Antriannya panjang booooooooo. Penuh sampai-sampai ada yang gak kebagian tempat duduk. Kekecewaan dimulai ketika penjelasan mengenai prosedur yang belibet. Jadi, terkait dengan Telkomflash yang kalo mau berlangganan harus sudah punya kartuHalo dulu, jadilah saya harus mendaftar untuk menjadi pengguna kartuHalo. Dan ternyata oh ternyata, mendaftar jadi pelanggan kartuHalo adalah sebuah perjalanan panjang, khususnya bagi saya yang masih mahasiswa rantau dan belum berpenghasilan. Syaratnya, Harus punya KTP Bandung, menyerahkan surat persetujuan orang tua, melampirkan kartu keluarga tempat saya berdomisili di Bandung, melampirkan juga kartu keluarga tempat orangtua tinggal, membawa bukti autodebet dari Bank. Saya yang merasa ditipu oleh si sepupu dan juga sedang repot-repotnya dengan urusan lain jadi malas mengikuti prosedur tersebut, ribet ah.



Kedatangan Kedua.
Sekitar bulan April, seorang teman saya menawarkan modem dengan harga murah, Sierra Wireless compass 885, 800ribu rupiah. Saya yang awalnya tidak berniat membeli jadi tergiur karena dibayang-bayangi sepinya hari-hari tanpa akses internet, dan akhirnya proses jual beli antar teman itupun terjadi dan saya pun kembali lagi ke GraPari Telkomsel untuk yang kedua kalinya. Kedatangan kedua ini hanya untuk mencari informasi lagi mengenai prosedur, me-recall informasi yang dulu sudah pernah saya dapat tapi terlupakan. Hihi.


Kedatangan Ketiga.
Selanjutnya, sekitar beberapa hari kemudian, saya datang kembali ke GraPari untuk yang ketiga kalinya, sudah membawa perlengkapan seperti KTP Bandung, Kartu Keluarga, dan isian yang harus saya tandatangani di rumah. Namun setelah menunggu antrian yang begitu panjangnya lagi-lagi saya dikejutkan dengan keharusan mencantumkan surat persetujuan orangtua yang ditandatangani dan juga kartu keluarga + KTP milik orangtua. Damn. Saya kan sekarang tinggal Di Bandung, dan memenuhi persyaratan itu akan melibatkan ayah/ibu di Lampung. Melibatkan yang pastinya merepotkan. Saya jadi ragu-ragu.


Namun karena mempertimbangkan bahwa si modem telah terbeli, akhirnya dengan tega saya kemudian meminta tolong kepada orangtua saya untuk membantu memenuhi persyaratan tersebut. Surat dari Telkomsel yang harus ditandatangani saya kirim ke Lampung, orangtua saya mengambil Kartu Keluarga di Save Deposit Box, memfotokopi-nya, dan kemudian persyaratan itu dikirimkan ke Bandung seminggu sesudahnya.


Kedatangan Keempat.
Setelah semuanya lengkap, lalu saya kembali mendatangi GraPari untuk menyerahkan kelengkapan-kelengkapan tersebut. Customer Service-nya yang cantik itu mengatakan bahwa nanti akan ada dari Telkomsel yang Survey ke rumah saya dan saya hanya tinggal menunggu dihubungi pihak Telkomsel, kalau sudah dihubungi saya bisa datang ke telkomsel dengan terlebih dahulu mengurus AutoDebet dari Bank.


Dua minggu sesudahnya saya baru dihubungi lagi oleh Pihak Telkomsel, mengatakan bahwa pendaftaran KartuHalo saya telah disetujui dan saya dipersilakan mengambilnya di GraPari dengan membawa Bukti autodebet dari rekening orangtua saya. Sinting! Masa’ saya harus ngerepotin orangtua saya lagi?! Saya menolak dan menjelaskan bahwa di kedatangan terakhir saya sempat menanyakan perihal autodebet rekening ini dan dari Pihak Telkomsel sempat mengatakan bahwa autodebet dari Bank ini diperbolehkan dari rekening saya pribadi. Kemudian mereka mengatakan bahwa nanti akan dihubungi kembali.



Kedatangan Kelima.
Seminggu sesudahnya saya baru dihubungi lagi dan kali ini saya dipersilakan membawa bukti autoebet dari rekening saya pribadi.

Besoknya, saya menyempatkan diri untuk mengurus perihal berlangganan Telkomflash yang seperti tiada akhir ini. Berangkat dari rumah menuju Bank terlebih dahulu untuk mengurus autodebet, lalu langsung menuju GraPari Telkomsel dan (lagi-lagi)mengantri, kali ini sekitar 15 nomor. Yang surprise, ternyata ketika sampai di giliran saya, saya mendapatkan Counter 4 yangmana Customer Service-nya adalah Si Ganteng yang telah saya deteksi kegantengannya sejak pertama kali saya datang kesana. The name is Gevi, How cute.. Si ganteng yang fusion antara Hikmal Akbar dan Christian Sugiono ini jadi ibarat bonus dari penantian panjang saya mendapatkan Telkomflash. Hihihi. Setelah berjabat tangan dan kemudian meninggalkan meja Gevi dengan membawa kartu Halo perdana, saya melangkah pulang dengan langkah riang. Yippie! Selesai juga akhirnya perjalanan panjang menuju Telkomflash yang macam meong ini..



Hari ini sudah nyaris hari ke tiga puluh. So far, keluhan masih bisa ditolerir. Di awal-awal memang sempat emosi ketika di hari ketiga penggunaan sempat muncul notification-notification error yang terus menerus muncul di layar dan bikin tidak bisa connect ke internet seharian. Ternyata sampai hari ini sih belum ada keluhan lagi..

Kalopun ada masalah kan bisa ke GraPari lagi dan mudah2an ketemu Gevi lagi ;P


1 comments:

Natazya said...

waw

ribet bener kayanya...

saya juga lagi mau pasang telkomflash nih... tapi lagi pengen cobain dulu kalau di cimindi sinyalnya bagus ga yah...