17.3.09

DAY#6

Komplit. Kalian terlihat saling melengkapi satu sama lain. Sebuah paket timbel komplit, sudah dengan es teh manis tanpa tambahan harga lagi.

Tapi kompleks. Ya, yang kalian jalani dan punya saat ini adalah sesuatu yang kompleks.

Dan sebuah komplikasi. Sebuah kondisi sekunder yang timbul dalam perjalanan primernya karena adanya keterkaitan langsung dengan banyak hal lainnya dalam hidup kalian yang lain. Hidup kamu tanpanya, jg hidupnya tanpa kamu. Komplikasi. Hingga kamu dan ia sama-sama tidak lagi punya daya untuk mempertanyakan ‘apa ini’ lebih-lebih lagi energi untuk mempertahankan ini- sesuatu yang telah kalian jalani sekian hari tanpa pernah tau dan berani ungkapkan istilah yang menjelaskan ‘apa ini’ tadi.



Rose by Nephila on DeviantArt

Akankah sebuah rangkaian kata tetap terdengar indah bila diucapkan tanpa jeda?

Bisakah rangkaian kata itu dimengerti artinya jika diucapkan tanpa spasi?

Mampukah rangkaian kata itu membius yang mendengarnya jika tidak diucapkan dengan tulus?


Sesuatu yang dipertanyakan berulang kali, berkali-kali, lebih dari satu atau sekedar dua kali tapi tak juga kunjung dimengerti artinya ini mungkin bukan sungguh-sungguh berupa pertanyaan.

Mungkin ini sebuah penegasan, yang butuh kata IYA dan TIDAK sebagai jawaban atau bahkan pergi atau tetap disini sebagai bentuk nyata dari sekedar ucapan. Kamu tidak mengerti karena kamu tidak mau nantinya mengerti kamu akan mengiris-iris hati kamu dan dia. Kamu tidak mau menjawab karena kamu tidak siap berpura-pura ini adalah jawaban yang kamu pikir terbaik untuk mengakhirinya. Kamu tidak pergi namun juga tidak memilih untuk tetap disini karena kamu tidak siap untuk merasa kehilangan. Dan kali ini, untuk pertama kalinya kamu benar-benar tulus merasa tidak siap untuk kehilangan.

Rasio itu jangan dicampur-campur dan dipaksakan untuk mengatasnamakan cinta. Busuk, tau. Selama ini toh kamu dan dia sama-sama menjalankannya memang benar-benar di luar rasio kalian kan. Karena jika dibenturkan dengan logika senaif apapun tak akan bisa ada yang menerima kalau itu logis. Kamu sama dia memang tidak perlu tau apa itu, mengapa begitu, dan bagaimana mengakhiri itu. Tidak perlu. Kali ini biarkanlah ia berjalan digiring waktu...


Biarkanlah ia berjalan digiring oleh waktu...

0 comments: