16.2.09

Sebuah realita tentang musibah di akhir proses itu...

Sebuah realita tentang musibah di akhir proses itu…

Sudah kesekian harinya saya bangun. Terjaga dari tidur yang baru beberapa jam saja. Segera bergegas menuju kampus. Cemas-cemas dalam hati lagi dan lagi, “Hari ini bentuk pemberitaan ngawur macam apalagi yang akan saya ketahui?”
Sudah berhari-hari pemberitaan di media dan opini yang beredar semakin simpang siur tentang musibah meninggalnya saudara kami, Dwiyanto Wisnugroho, pada acara akhir dari rangkaian kegiatan Proses Penerimaan Anggota Baru 2008 Ikatan Mahasiswa Geodesi (PPAB 2008 IMG).
Untuk itu saya merasa perlu menyampaikan realita yang saya tau sebagai salah satu panitia persiapan dan pelaksana di lapangan.

Sebagai organisasi keprofesian (sesuai AD-ART IMG ITB), dalam keberlangsungannya IMG membutuhkan regenerasi yang dilakukan dengan mengadakan proses penerimaan anggota baru. Keprofesian Teknik Geodesi dan Geomatika yang membutuhkan skill lapangan serta kerja sama tim dapat difasilitasi oleh IMG sebagai Organisasi Keprofesian. Seperti halnya Mahasiswa Teknik Geodesi dan Geomatika angkatan 2006 yang baru mengalami penjurusan di tahun keduanya di ITB, Mahasiswa Teknik Geodesi dan Geomatika angkatan 2007 juga baru mengalami penjurusan di tahun keduanya yaitu pada Tahun 2008. Seperti yang telah disebutkan dimana kondisi keprofesian Geodesi dan Geomatika yang menuntut adanya skill lapangan dan kerjasama, maka Mahasiswa Baru di Teknik Geodesi dan Geomatika membutuhkan wadah untuk mengembangkan potensinya di bidang keprofesian tersebut. Berdasarkan kondisi-kondisi tersebut maka IMG selaku organisasi keprofesian di Program Studi Teknik Geodesi dan Geomatika mengadakan PPAB yang rapat persiapannya telah dimulai sejak Bulan Agustus 2008. Rapat persiapan yang berupa rapat analisis kondisi dan kebutuhan IMG, rapat analsisis kondisi kampus, analisis kondisi Calon Anggota (dalam hal ini adalah Mahasiswa Teknik Geodesi dan Geomatika angkatan 2007), rapat materi PPAB, dan ditutup dengan rapat metode untuk pemberian materi-materi yang ada, dipastikan berlangsung tanpa tuntutan ataupun campur tangan dari pihak manapun. Rapat persiapan dimulai dari nol dengan tidak terpengaruh dari konsep-konsep kaderisasi lama. Dalam rapat metode sendiri tidak ada sama sekali metode dengan bentuk kekerasan & kontak fisik dimana salah satunya ditiadakan sama sekali segala bentuk punishment berupa hukuman fisik. Mungkin pihak-pihak yang beranggapan bahwa bentuk acara PPAB ini terdapat bentuk-bentuk kekerasan justru adalah pihak-pihak yang biasa meng-kader dengan metode kekerasan, untuk itu saya memaklumi kalau pikirannya tersebut mengintervensi pembentukan opininya atas masalah ini. Acara PPAB kemudian dimulai sejak tanggal 16 November 2008 sampai dengan acara akhir tanggal 7-8 Februari 2009 yang diadakan setelah peserta PPAB sudah memenuhi ketersampaian & keberterimaan materi. Selama keseluruhan acaranya kami selalu menjaga kondisi peserta dengan adanya back up dan tim medic yang selalu memantau kondisi peserta. Selain itu, untuk mendapatkan inputan kondisi kesehatan peserta yang relevan, kami juga mengadakan medical check up (oleh tim medic kedokteran Unpad) sebanyak 2 kali yang salah satunya dilakukan terakhir kali hari Jumat sore Tanggal 6 Februari, satu hari sebelum acara akhir yang Tanggal 7-8 Februari.

Semua safety procedure dijalankan sesuai jalurnya. Namun kami juga tidak pernah tau rencana Allah SWT. Musibah ini terjadi tanpa kami pernah rencanakan dan sengaja lakukan. Betapa kejinya ketika semua yang tidak sungguh-sungguh tau mengenai kondisi yang sebenarnya menjustifikasi bahwa kami dengan sengaja mencelakai seseorang yang akan menjadi keluarga kami sendiri. Betapa gegabahnya pihak yang berkuasa di kampus yang dengan terburu-burunya memecat Ketua Prodi kami sementara kebenaran belum terungkap bahkan proses pencarian kebenarannya pun belum dilakukan dengan proporsional. Musibah ini merupakan kehilangan besar bagi kami semua Keluarga Besar Teknik Geodesi dan Geomatika ITB di IMG dan kami semua merasa sangat bertanggung jawab atas musibah ini.

Semoga Almarhum diterima semua amal ibadahnya. Begitu banyak hikmah yang kami dapatkan di sini, dan semoga persoalan ini dapat terselesaikan tanpa ada tangis kehilangan lagi bagi kita semua.
Amien.

0 comments: