29.12.09

plus-plusnya jadi cowok geodesi. (mupeng mode: ON)

Waktu jaman masih awal-awal kuliah banyak banget senior dan alumni yang mengiming-imingi kami dengan kata-kata 'anak geodesi udah bisa punya duit sendiri sebelum lulus, banyak proyekannya'.

Setelah masuk ke tahun-tahun perkuliahan di jurusan, saya emang jadi semakin sadar YES, IT'S RIGHT.

Banyak dari temen saya yang udah bisa beli segala macem dari hasil proyekannya. Dari hasil jerih payahnya sendiri. Uang kuliah dibayarin dengan beasiswa, uang jajannya dari hasil proyekan sana sini. Mantab... Belum lagi, proyek yang dikerjain sudah tentu menambah experience si oknum. Dan kalo hasil yang dikerjakan ternyata memuaskan, berbasiskan sistem kepercayaan maka si oknum-pelaku-survey sudah pasti akan mendapatkan tawaran pekerjaan-pekerjaan selanjutnya. Trus juga, biasanya tawaran proyeknya itu di seluruh bagian Indonesia, jadi bisa sekalian jalan-jalan. Ada temen saya yang pertama kalinya seumur idup dia naek pesawat ya karena sempet dapet kerjaan survey di Sulawesi, dan waktu itu pulang dari sana dia cerita dengan sangat excitednya tentang pengalaman pertamanya naik pesawat. See..Udah mah dibayar..dapet pengalaman..dapet link..Jalan-jalan gratis.. Wew, kan?

Tapi, statement yang selalu diiming-imingi ke kami-kami itu gak berlaku secara menyeluruh, sayangnya..
Karena sebagian besar kualifikasi dari proyek Geodesi yang ada selama ini selalu menyisipkan syarat gender: HARUS LAKI-LAKI.

Dan saya, sebagai salah satu dari segelintir yang tidak pernah lolos kualifikasi perihal gender ini jadi selalu merasa dikecilkan perannya.
That's why, again, setelah percakapan semalam dengan teman-teman yg sekarang hampir semuanya udah punya experience di lapangan, saya selalu merasa bukan apa-apa.
Yang A cerita pengalaman survei di muara enim, di utan dan nyebrangin sungai setinggi dada dengan ngebawa alat, si B cerita pengalaman kerjanya survei ngejaga GPS di Sulawesi dan banyak unsur mistis di sana, yang C nyeritain pengalamannya jadi supervisor yang harus ribet ini itu ngatur jalannya pengukuran. Saya cuma diem aja...Mengamati dan berandai-andai. Saya gak punya cerita yang menarik seperti mereka. Masa' mau cerita ngerjain proyek citra yang saya kerjain di lab dan sesekali kalau jenuh saya bawa pulang untuk dikerjain...di depan TV? Apa serunya pengalaman saya cobaaaaa...

"Arghh, pengen jadi cowooooook...!" >,<

28.12.09

"maafin aku ya, lucu..."

Si lucu kemarin saya titipkan ke orang lain karena kondisinya sementara waktu tidak memungkinkan untuk dia tinggal di rumah.
Maka saya titipkanlah ia di rumah salah seorang teman saya.
Hari keempat, saya berniat menjemput si lucu. Bertanya ke si teman mengenai keberadaannya dan memberitahukan maksud saya untuk menjemput si lucu.
"gue lagi di luar. Lagi cuci mobil lo. ntar abis dari cuci mobil lo gue langsung anter ke rumah lo. oke shey?"

Beberapa jam kemudian, datanglah si teman saya bersama si lucu. Baru dimandiin dia...Cantik, keren, lucu!

Lalu si teman berkata dengan serius..
"shey, ini sayang banget yang di sebelah kirinya penyok gini.. sama yang ini juga" dia menunjuk sebuah baretan panjang di sisi kiri si lucu.
"iya, yg ini ketabrak motor, motornya masuk ke kolong mobil.. Kalo yg ini kebaret kuda. Yah mo gimana lagi kalo kuda kan.. Hehe"
"Gue kemaren pas nyuci mobil lo sendiri itu ngeliat baretan-baretan, sedih gue shey. Sama ini shey.. Ban depan lo mendingan lo tuker sama yg belakang, biar rata gundulnya. Lagian ini ada robeknya sedikit yg depan" kemudian dia menunjuk sebuah robekan keciiiil banget di ban yg luput oleh mata.
"Lo nyuci mobil gue sendiri?"
"Iya yang hari pertama. Kan ujan tuh malem-malem, gak enak gue ngeliatnya, kotor banget.."
Ternyata, hari kedua si lucu saya titip sama dia, dia mandiin si lucu sendiri.. Dan karena hari ini dia mau mulangin si lucu makanya dia mandiin si lucu special di tempat cucian mobil.
"Tadi juga pas dinaekin buat dibersihin kolongnya kan gue liat, itu knalpotnya udah karatan gitu shey.. Bahaya itu kalo blablablablah.."
Dia menunjukkan knalpot si lucu. Bagian yang gak pernah saya liat. Lalu dia bergegas ke bagian depan mobil, di dekat wiper ada lapisan plastik yang sudah renggang dari kaca depan. "Ini gak bahaya sih, tapi kalo lepas kan jadi jelek.."
Lalu ia mengomentari tenaga si lucu yang suka tiba-tiba ilang. "Mungkin butuh di servis, kan abis ke Pangandaran kemaren?"
Hmm.. Iya, mungkin..

Teman saya ini, he is a stranger. Dia pegang mobil saya kurang dari 4 x 24 jam. Tapi dia dengan rajinnya mandiin si lucu. Ngeliatin trouble apa aja yang si lucu punya.
"Nyuci mobil sendiri itu banyak nilai lebihnya. Selain lebih hemat juga lo bisa sekalian ngeliatin mobil lo..Jadi bisa tau kalo ada masalah sedikit aja sama mobil lo, iya kan?"
Saya mengangguk lesu. Kapan ya terakhir saya mandiin si lucu sendiri.. Hmm.

Saya bareng-bareng sama dia udah 3 tahun lebih. Dia dengan setianya nganterin saya kemana saya mau pergi.
Ngelindungin saya dari panas dan hujan.
Jadi semacam kendaraan pribadi teman-teman saya juga karena begitu seringnya ia berpindah tangan.
Menempuh medan dari yang lurus ringan-ringan aja dan yang berbelok-belok dan berbatuan.
Bersabar untuk dianggurin kalo saya lagi kere-kerenya dan gak punya cukup uang untuk beli bensin.
Bersabar untuk berkucel-kucel ria selama berminggu-minggu kalo saya males mandiin dia karena hari-hari hujan.
Bersabar untuk dicaci maki kalo mulai bermasalah dan gak bisa jadi solusi ketika saya lagi butuh-butuhnya sama dia.
Iya, selama ini saya gak pernah kasi dia perhatian ekstra kecuali di hari-hari dimana dia justru bermasalah yang bikin saya jadi ikutan susah.
That’s why problem-problem eksterior yang gak ganggu aktivitas si lucu selalu luput dari perhatian saya...
Dan saya jadi takjub dengan si teman saya itu. Karena selama ini, hampir semua yang minjem dan make mobil saya gak pernah seperti dia yang dengan tulus dan penuh atensinya menyorot detail-detail kerusakan di mobil saya yang notabene bukan mobil pribadinya. Bahkan si teman ini menjalankan etika peminjaman mobil dengan mencuci dan mengisi bensin mobil yang dipinjam tersebut, padahal sebenernya kan saya yang nitipin mobil ke dia. And that is so cool, you know...
Dan entah kenapa, setelah apa yang dia lakukan ke si lucu, saya jadinya gak merasa tersinggung ketika dia berkata
“Ya, itu..makanya..sayangilah mobil lo, shey.. ”

Huaa. I’m so flattered. Hiks hiks,.
Maafin aku ya, lucu...

22.12.09

I (suddenly) remember #2

This post is related to I suddenly remember #1...posted in January 2008.

Dua ribu lima, Agustus tanggal 17 saya berada di lapangan sepakbola Sarana Olah Raga ITB, mengikuti upacara bendera bersama ribuan mahasiswa baru ITB lainnya yang entah berdatangan dari semua penjuru Indonesia.
Ada spanduk besar terpampang di pintu masuk ITB kala itu,
"Selamat Datang Putra Putri Terbaik Bangsa" bunyinya.
Awal tahun 2006, nilai kuliah semester pertama keluar. Serpihan-serpihan semangat rontok menerima hasil perkuliahan semester pertama yang mengerikan.
Pertengahan 2006, semakin gamang dan tak bergairah melanjutkan kehidupan sebagai mahasiswa Teknik. Mencari-cari peluang di luar bidang teknik yang memang diminati, ada yang meminta menunggu untuk menjalani tesnya terlebih dahulu dan ada yang sudah tinggal tahap registrasi.
Lalu di tengah-tengah proses itu, datanglah berita besar bagi mahasiswa Geodesi ITB angkatan 2005 kala itu... Panggilan OS!
Gairah untuk menyatukan angkatan itu timbul, tak terkecuali beberapa kepala yang kemudian akhirnya menjadi teman terdekat saya sampai dengan hari ini.
Di hari terakhir saya sebelum berangkat ke Lampung untuk ikut seleksi SPMB tahun 2006, beberapa kepala yang akhirnya menjadi teman terdekat saya itu datang ke kosan saya. Bicara dari hati ke hati, bahwa mereka masih sangat menginginkan kehadiran saya di antara mereka. It means a lot for me.
Dan saya pun berikrar, "jikalau SPMB kali ini lagi-lagi kedokteran gigi tidak menerima saya maka saya akan mencoba bertahan menjalani kehidupan di ITB"
Dan lagi-lagi, jodoh saya dengan kedokteran gigi memang sangat jauh dari dekat. Untuk yang keenam kalinya saya tes baik itu kedokteran gigi UI, Unpad, maupun UGM, semuanya saya gagal. Hmm.. Sniff sniff.. I smell conspiracy...
Lalu saya pun menjalankan proses OS IMG itu. Gak berat.. Ringan malah. Iya. Yang kami jalanin, itu lari-larian..Sedikit push up dan sit up..Interaksi-interaksi malam hingga pagi.. Semuanya dijalanin dengan sangat ringan. Mau tau kenapa? Karena ada 66 orang teman lainnya yang juga menjalaninya bersama-sama saya.
Dan di 24 Desember Tiga Tahun yang lalu itu, secara resmi angkatan prematur dan sedang krisis identitas itu menjadi bagian dari Ikatan Mahasiswa Geodesi. We were soooooo happy.

Malam itu, malam setelah pelantikan, saya ingat saya pulang ke kosan bersama beberapa teman yang kebetulan satu kosan, menuju kamar masing-masing dan dengan energi yang telah habis sama sekali langsung jatuh tertidur. Tertidur dengan senyum merekah, perasaan yang hangat, dan jaket kebanggan masih melekat...

Sudah tiga tahun berlalu, kawan.. Terimakasih, Kamerad-kamerad kebanggaanku.

21.12.09

pu tus ya ng hap py en ding ?

Sebenernya ini adalah topik yang saya hindari untuk dibahas..

Tapi gara-gara kejadian di depan kartikasari tadi siang saya jadi mengingat-ingat momen-momen putus yang saya punya...Ada yg se-drama itu kah? Hmm..

Kartikasari Dago itu letaknya sangat mencolok di Pusat Kota dan selalu macet dengan kendaraan plat B kalo weekend apalagi long-weekend. And I hate it. Dan saya bukan mau cerita tentang Kartikasari Dago disini. Tapi cheese stick-nya sama cheese roll-nya emang favorit saya dan adik saya, hehe. Yah, dan dengan hasrat makan cheese roll plus kue ungu favorit saya akhirnya tadi siang saya meluncur ke Kartikasari Dago ini. Hoooop, parkir. Hop, keluar mobil. Di dalam tokonya gak terlalu rame, cuma ada ibu-ibu pengajian yg lg borong oleh-oleh. Pilih-pilih kuenya tp ujung-ujungnya cuma beli kue-kue basah. Hop, bayar. Hop, masuk mobil. Hop, meluncurlah si lucu D1 88 4YU ini menuju pintu pembayaran parkir.

Sesampainya di X-1 mobil yang mau bayar dimana X adalah variabel gerbang pembayaran parkir, mobil saya stuck.

Saat itu kondisinya di belakang saya lagi gak ada mobil lg, jd saya gak gitu panik.Lagipula ada kue-kue basah yang menggoda saya untuk saya icip-icip sebelum sampai rumah, padahal niatnya td mau dimakan di rumah.

Menunggu sekitar 2 menit, mobil di depan saya masih tidak ada pergerakan.. Hmm.. Mungkin mas-mas parkirnya lg nuker duit buat kembalian..

Menit bertambah.. Bertambah dan bertambah.. Tiba-tiba pintu penumpang barisan depan mobil yang ada di depan saya terbuka dengan sangat tiba-tiba, jggggeerrr! Keluarlah mbak-mbak berwajah manis tapi sangat jutek dan galak yang disusul dengan keluarnya mas-mas dari pintu pengemudi yang mukanya biasa aja tapi rada mirip sama Giring Nidji kalo rambutnya dkriboin . Mukanya yang biasa aja jadi gak enak diliat karena lagi jutek juga. Oh. Lagi berantem. Saya gak nyadar tadi, soalnya kaca film mobil depan persis seperti kaca-kaca di bank yang gelep banget sehingga aktivitas manusia di dalamnya gak keliatan dari luar. Yak, di belakang saya sudah ada mobil mengantri. Dan mas-mas penjaga parkir mulai membuat pergerakan mengantisipasi terjadinya kericuhan karena akumulasi mobil yang mau keluar meningkat dan tersumbat karena pertengkaran si mas-mirip-nidji dan mbak-manis-tapi-jutek di depan mobil saya.

Keduanya masih terlihat adu argumen. Mukanya sama-sama gak enak, alisnya naik, si mas-mirip-giring ngedorong-dorong si mbak buat masuk mobil sementara si mbaknya tampak ogah dan tetap mengomel dan mulai menangis.

Saya mengecilkan volume musik di mobil saya, mencoba menguping.

Keduanya tampak sangat emosi dan tiba-tiba...Tiba-tiba si Mbak-manis-tapi-jutek menampar si mas-mirip-giring dan pergi berlari ke arah jalanan sambil berkata sesuatu yg terdengar sangat samar di telinga saya, "anjing...brengsek....Putus...tai.." >>gatau kenapa yg saya denger hanya kata-kata makiannya, hahaha. Yang segera dibalas pula dengan makian si mas-mirip-giring, “Terserah..putus..tai..anjing lo!” Dan si mas-mirip-giring segera masuk mobilnya, membayar parkir, dan menghilang dengan cepat.

Kejadian itu berlangsung amat sangat cepat. Saya yang masih sedikit shock dengan kejadian itu merasa seperti sedang menonton sebuah adegan sinetron atau potongan scene FTV yang sering ada si SCTV atau juga acara drama reality show yang saat ini masih menjamur.

Wew. Ending yang gak enak banget ya. Dan mungkin keduanya tidak akan mengunjungi Kartikasari Dago untuk waktu yang lama.. Hehehe.

Nah, kalo bicara soal putus.. Saya gak pernah mengalami drama kumbara. Pertama kalinya saya putus, waktu masih kelas 3 SMP, saya bahkan gak sadar kalo saya baru saja memutuskan hubungan dengan pacar pertama saya waktu itu sampai salah satu teman saya mendengarkan cerita saya dan berkomentar di akhirnya, “udah jadi gitu aja? Kok lu gak nangis sih?”. Saya gamang, mencari-cari alasan kenapa saya harus menangis. Tapi dari pengalaman pertama saya putus itu saya menemukan fenomena baru, biasanya orang yang putus itu tidak saling bertegur sapa. Dan setelah yang kedua dan seterusnya, saya menemukan fenomena yang lebih mengejutkan. Ternyata yang lebih sakit itu kondisi dimana si mantan justru udah bener-bener move on, bukan kondisi dimana hubungan itu berakhir.

Pengalaman putus yang paling drama yang saya punya justru ketika kuliah ini. Err..Bukan putus, akan lebih baik kalau saya sebut sebagai kejadian tragis romantis. Hehe. Waktu itu saya lagi galau dan gak jelas. Pokoknya sebenernya kesalahannya penuh ada di saya deh. Dan partner saya kala itu memang lagi dalam kondisi yang tidak bisa selalu ada buat saya. Maka drama pun dimulai. Tiba-tiba saya menutup jalur komunikasi secara sepihak. Gak bales SMS dan gak ngangkat telpon. Ketemu di kampus acuh tak acuh (padahal biasanya juga emang gitu, hehe). Hingga di hari kedua kemudian datanglah dia kekosan saya untuk meminta penjelasan. Adu argumen dsb, sampai kemudian dia bertanya, “Kamu mau apa, Putus?” saya bingung. Gak yakin, ragu-ragu saya cuma mengangguk. Lalu nangis. Lalu selebihnya saya lupa, tiba-tiba saya sudah di dalam kamar, sendirian, duduk, dan menangis. Pertama kalinya saya merasa patah hati ketika mengakhiri sebuah hubungan. Waktu itu saya bingung banget gak tau harus ngapain dan puncak drama pun dimulai setelah berkomunikasi dengan seorang teman baik yang begitu antusiasnya mengintruksikan ke saya untuk mengejar si partner.

“Lo kejer dia, minta maaf, tarik lagi kata-kata lo... Atau gak lo bakalan nyesel seumur idup lo”

“tapi nyet, ini udah malem, mau ngejer pake apa? Mobil gue ketutupan mobil orang, kaga bisa keluar..besok aja ya?”

“JANGAN!!! Harus malem ini! Sana, kejer, ntar lo kabarin gue lagi!”

Gak berpikir lagi, saya langsung ambil jaket, masih dengan celana pendek, mata sembab, saya keluar kamar. Melihat sepeda saya si hitam-manis yang terlihat sangat gagah dan siap menempuh rintangan apapun bersama saya. Lalu bergegas mengayuhnya dengan tekad bulat, meminta maaf. It was almost midnight, you know... Dan dengan jeda teteleponannya saya sama si teman tadi, kira-kira si partner itu masih berada di Jalan menuju kosannya. Tiba-tiba muncul kilasan-kilasan kebersamaan kita berdua, satu per satu...air mata saya semakin deras. Baru mutusin untuk jalanin hidup tanpa dia aja udah kayak gitu rasanya, gak bisa saya ngabayangin gimana kalo harus nerima situasi dimana dia udah move on. OH NO, I cant! Okeh, kecepatan ditambah dengan sisa-sisa tenaga yang ada, berdoa semoga belum terlambat. Lalu, di belokan menuju jalan kosannya, saya yang kebut-kebutan pake sepeda tanpa sengaja menangkap sebuah objek yang sangat saya kenal. It’s him! Si partner! Si mas yg lagi saya kejer-kejer ituuuu. And he didnt see me. Dia gak liat saya, dia lagi megang Hpnya, diam, tenang, duduk, di situ... Di sebuah tempat sate ayam. Tempat sate ayam? Well.. So weird. Hmm... oke. Saya grogi, memarkir si hitam-manis di samping gerobak sate. Dia masih disitu, masih tidak sadar kehadiran saya. Tangan saya meleper menghapus air mata dan ingus yang meler, lalu duduk di sampingnya tanpa ba bi bu. Dan seterusnya beberapa menit kemudian saya sudah berada di jalan pulang ke kosan saya dengan saya duduk di boncengan sementara si mas yang mengayuh si hitam-manis sepeda saya...

Momen itu, momen yang gak akan saya pernah lupain. Dramatis dan berlebihan, yes...Dan bikin saya selalu ngakak kalo inget tentang itu. Sampe sekarang saya masih di jalur yang sama. Mungkin wahana yang saya gunakan sudah berbeda, tapi saya masih berjalan dengan kecepatan konstan. Menunggu seseorang yang sedang berjalan di depan dengan akselerasi yang jauh lebih tinggi, yang sedang asik sendiri dengan dunianya...

Karena kalo kata mas-mas Sheila On Seven, “Kau takkan pernah tau apa yang kau miliki hingga nanti kau kehilangan”

Wews. Jarang posting kok ya sekali-kalinya posting panjang bener dan gak penting... :D :D :D

14.12.09

Ibu, setengah abad.

"Ibu tuh gak suka liat Luna Maya.. Aneh"
"why, mom?"
"Ya aneh aja, selera berpakaiannya.. Udah gitu ya kakinya itu kan jelek banget ya, kayak letter-O gitu, tapi pake bajunya gak nyesuain gitu"
"Yah bu.. Kaki aku jg jelek gini, gak lurus-lurus banget"
"Ya tapi kamu kan kecil, jd gak gitu keliatan.."
"Tapi LunMay kan cantik banget bu, sementara aku.. (sigh)"
"Ih mendingan kamu kemana-mana dong. Mau kamu jadi Luna Maya, cantik-cantik terus dapetnya duda kayak ariel?"
"ariel is hot, you know mom.."
"yahh..duda loh nak, trus kan dia ninggalin istrinya.. Inget ya dis, kamu gak usah cari calon suami yg ganteng.. Gak perlu itu. Yang penting dia sayang sama kamu dan dia punya kemauan untuk maju. Kalo fisik, gak terlalu penting. Yah yang penting gak malu-maluin kalo diajak ke pasar"


Yesterday, again, in a short-conversation by phone we had, she told me one thing she's been telling me about a man these whole years since i was a girl.. Calon suami itu gak perlu ganteng. Yang penting sayang dan punya kemauan untuk maju. Kalo fisik, ya asal gak bikin malu buat diajak ke pasar.. It means, standar aja, asal gak di bawah standar.

Itu salah satu dari sekian banyak ceracau Ibu untuk saya.
Ibu. Saya panggil dia Ibu.
Namanya di Handphone saya, IBUKUSAYANG.
She is number #2 in my speed dial, since the number #1 is the voice mailbox.
My number one lady. The most beautiful woman on earth I've ever seen.
And today, December 14th 2009, Ibu saya mencapai usia emasnya. Alhamdulillah, Lima Puluh Tahun.
Biasanya, kalau saya ulangtahun Ibu puasa untuk saya. Biasanya kalo saya ulangtahun Ibu masak yg special or at least buy me a special food. Biasanya, kalo saya ulangtahun, Ibu cium pipi saya kanan dan kiri, memeluk saya sambil mengusap-usap punggung saya dan meniup-niup ubun-ubun saya sambil mulutnya komat-kamit mengucapkan doa untuk saya.
And right now, I just feel like wanting to do the same thing for you mother..

"Happy Birthday, Nyonya Besar..."

2.12.09

me, await, a-gorgeous-humorous-kind-and sweet-dead fish.


yes there are plenty of other fish outhere, in the sea..
but it seems like, what's rest in the sea is not what i've been expecting this whole time.. cause most of them are carnivores, or those that are ready to be caught-killed-and then served on the table..
well, so I'd rather to have them (later) serve on my table. mati tanpa perlawanan dan siap dimakan.

"ITADAKIMAAAAAASu!"

30.11.09

(Akibat atau Karena) Cinta Tak Pernah Tepat Waktu

“aku memang kehilangan beberapa hal dalam hidupku, tapi aku mendapatkan hal yang lain. Dan aku sadar bahwa itu juga akan terjadi pada banyak orang... Tapi entah mengapa selalu ada yang mengganjal dalam hidupku. Tapi aku bahagia. Tapi...tapi memang ada yang mengganjal. Susah menerangkan hal ini. Aku tahu bahwa hidupku baik-baik saja. Aku cukup bahagia. Aku mensyukuri kehidupanku sekarang ini. Tapi selalu ada yang mengganjal...”
dari buku Cinta Tak Pernah Tepat Waktu - Puthut EA.

29.11.09

dan seterusnya...

Beberapa bulan yang lalu saya pernah bilang ke teman saya yang saat itu meminta saya membuat account twitter, "nggak, gue udah merasa cukup dengan aktivitas sosial gue di dunia maya yang sekarang"
Saat itu, satu-satunya situs jejaring sosial sebagai media bersosialisasi yang masih aktif saya kunjungi adalah faceboook, dan menambah yang lainnya akan membuat saya harus meluangkan waktu lebih lagi di dunia maya, and I sort of not wanting it.
I used to be thankful for facebook karena dengan sangat mudah dia bisa mempertemukan saya dengan banyak sekali teman-teman lama. Senang, rasanya seperti memutar banyak sekali kenangan yang tersimpan setiap kali ada friend request muncul dengan nama-nama yang tidak asing di ingatan.
Awalnya, begitu. Tapi kemudian saya menemukan banyak kejanggalan dengan aktivitas sosial di dunia maya tersebut.
Karena ternyata rasa excited yang saya dapatkan disana justru tidak bisa saya dapatkan sama 'excited'nya di dunia nyata. Karena ternyata facebook dengan keajaibannya memunculkan begitu banyak kenangan lama itu, tidak saja dengan baiknya membuat saya mengingat kenangan-kenangan indah di masa lalu namun juga dengan sadisnya memunculkan ingatan random tentang beberapa hal yang ingin saya kubur dalam-dalam.
Dan ini terjadi bukan hanya sekali dua kali tapi berkali-kali.

Rasa excited itu.. Rasa ketika kita pertama kalinya menemukan sebuah nama, yang kemudian membuat kita tersenyum tersipu-sipu, membuat perasaan kita hangat ketika ingatan tentang nama itu muncul, dan membuat kita begitu bersemangat-bilang kalau kita kangen-sampai akhirnya mengusulkan agar bisa bertemu..
Rasa excited itu berkali-kali saya temukan entah ketika saya menemukan banyak mereka, entah itu kawan dan sahabat lama, sepupu dan sodara-sodara yang lama tidak bertemu, atau bahkan mantan kecengan dan mantan pacar..

Berkali-kali saya merasa excited dengan menemukan banyak fakta baru disana, justru ketika dipertemukan di dunia nyata, rasa excited itu seperti menguap hilang ntah kemana.

Sebuah nama, tidak asing, muncul di daftar friend request.
Dalam hati senang, semangat, berseri-seri.. 'Wah, ini kan si iniiiii...'
Confrim.
Lalu akan muncul di wall, "hei, lama gak ketemu.. kangen deh"
Berlanjut ke janji utk bertemu.
Jadi tidak sabar untuk bertemu secepatnya..
Jadi tambah bersemangat ketika didapatkan hari-tanggal-jam-dan tempat yang disepakati..
Bertemu.
Lalu tiba-tiba jadi hilang semangat..
Merasa salah tingkah dan situasi pertemuan jadi canggung..
Dan merasa aneh dengan diri sendiri karena bersikap tidak normal.

Di tengah-tengah situasi aneh tersebut, tiba-tiba ada yang menghapus saya dari daftar temannya dan membuat saya bertanya-tanya apa salah saya-salah apa saya. Oh, oke, he's an ex. Mungkin dia mau menghapus saya dari kehidupan barunya. But then came up a lot of excuses on my own. What's wrong of becoming ex? Gak boleh temenan gitu? Salah ya temenan sama mantan? Atau memang mungkin saya berbuat sesuatu yang salah? Kesel sendiri dengan pemikiran-pemikiran gak jelas. Menyalahkan tak lain dan tak bukan ya si situs jejaring sosial itu sendiri karena telah membuka luka lama.

Ranking naik, menjadi muak dengan situs jejaring sosial.

Muak, memilih menghilang. Dicukupkan hanya untuk sekedar menjaga silaturrahmi saja.
Kemudian suatu kali ketika saya sedang iseng membuka email lama dan menemukan banyak sekali request twitter, saya mengikuti alur, klik sana, klik disini, bim salabim tiba-tiba saja saya jadi punya account twitter. Hahahaa.
So far, ranking-nya biasa aja. Belum ada gejolak-gejolak yang menurut saya aneh selain saya menemukan bahwa YES lewat twitter emang info yg didapet bisa lebih cepet.
Tapi kemudian ada fakta baru yang muncul, twitter bikin saya males untuk berfikir lambat.
Twitter membuat segala aktivitas yang saya lakukan menjadi biasa-biasa dan segala sesuatunya terasa berlangsung begitu cepat. Saya pribadi merasa ada beberapa momen yang saya pikir cukup banyak waktu yang saya butuhkan untuk mencernanya lagi. Kondisi ini adalah yang saya namakan berpikir lambat. Berfikir lebih lambat dari biasanya, memberi waktu kepada diri sendiri untuk menemukan banyak hal dari segala sesuatu yang telah dilewati. Dan berpikir lambat inilah yang biasanya kemudian saya tuangkan dalam bentuk tulisan, termasuk salah satunya di blog ini. Ini menjelaskan pula mengapa postingan di blog saya yang semakin tidak produktif belakangan ini.
Rasa-rasanya semuanya yang ingin saya ungkapkan sudah saya tulis lewat twitter. Hehe. Silly.
Karena bagimana mungkin sesuatu yang penting itu merasa dihargai jika hanya bisa diungkapkan dengan batasan 140 karakter?

"Dan seterusnya... Sampai hari ini aku masih belum bisa bilang aku ingin kamu pulang..."
Bahkan melalui batasan 160 karakter itu yang bisa diungkapkan hanyalah sekedar pesan untuk hati-hati di jalan.. (sigh)

31.10.09

ulangtahun ayah.

"Trims ya Ayu. Alat pengklimis kumis n jenggot udah diterima. Trims juga kartu ucapan ultah buat Ayah. Semoga selalu sehat dan cepat wisudanya. Trims ya attensinya"

I repeat...semoga selalu sehat dan cepat wisudanya.
semoga selalu sehat.
selalu sehat.
sehat.

dan cepat wisudanya.
cepat wisudanya.
wisudanya?

Tanggal 25 Oktober lalu Ayah ulangtahun. Saya membelikannya sebuah shaver-electric. Warna hitam.
Sebelum dipaketkan ke Lampung, saya bungkus shaver itu di sebuah kotak cantik dan diberi sebuah kartu ucapan yang isinya:

"sesuatu yang kecil untuk Ayah yang begitu 'besar'. Selamat ulang tahun, Ayah..."

Ketika menulis itu rasanya saya mau menangis. Mengingat Beliau berulangtahun di bulan Oktober dan mengingat harusnya di bulan Oktober ini pula, jika saja sesuai target di awal tahun lalu harusnya bisa jadi bulan dimana saya diwisuda. Jika target itu terpenuhi, maka pernyataan 'semoga Gadis segera diwisuda' sesuatu yang berulangkali Ayah ungkapkan, bahkan di hari Ulang Tahunnya sendiri, pasti akan menjadi sebuah kado yang lebih dari sekedar shaver-electric yang dibungkus cantik. Sayangnya...*sigh*.
But I'm still on my way to do my best..I'm still trying to.


Selamat Ulang Tahun, Ayah...
I LOVE YOU. I adore you. I always want to make you proud =)
-peluk kangen, your baby girl-

21.9.09

H+1 lebaran, kondisi -1.

H +1 (plus satu) di rumah. Pasca lebaran. Tapi dengan kondisi -1 (minus satu). Gak fit sama sekali secara fisik. Tenggorokan sakit, badan panas keringetan melulu, kepala pusing, mata berair, idung meleerrr dan mampet. Yeah, perfect.
Tapi masih pede aja besok pasti udah baekan dan harus mampu melanjutkan program perbaikan gizi. Lahap habis semua makanan. Gak peduli dengan 'ancaman menuju 44' alias berat badan naik menjadi 44.. wkwkwkw.

Dan kondisi-1 (minus satu) ini sangat mendukung timbulnya kondisi kedua, yaitu kondisi -2 (minus dua). Kondisi gak sehat sama sekali secara mental.

Soundtrack of the day? week? or even month?
kondisi -2 (minus dua) ditemani lagu ini? wow. nyeri nyeriii.

Yeah.
I thought missing him would be okay...
Tapi sekarang ekspektasi-ekspektasi yang biasanya timbul secara terstruktur tiap kali ada hal baru yang terjadi sekarang udah enggak lagi menggerakkan saya untuk memberikan reaksi apa-apa.
Saya cuma gak mau lagi terima label sebagai individu yang labil karena terlalu sering bertindak impulsif.

Kondisi -2 (minus dua) ini emang jadi bikin emosi jauh mendominasi.
Dan lucunya, untuk setiap tetes air mata yang mungkin jatuh saya justru akan menyalahkan kondisi -1 (minus satu) saya. Mata saya panas..jadi berair.. Gak ada salahnya dong kalo nangis. Lagi sakit juga. Sakit yang mana emangnya orang lain peduli? Hmm...

20.9.09

mudik.

Alhamdulillah masih bisa merayakan hari kemenangan bersama-sama keluarga besar.

Kali ini, untuk pertama kalinya selama menjadi mahasiswa rantau, saya berlebaran lagi di kampung halaman...Lampung.

Jadi kalau dihitung-hitung dari Tahun 2005, sudah 4 kali lebaran saya tidak pulang kampung selama lebaran. Dan banyak hal yang membuat saya takjub...
  • Saya ketemu tukang es tung-tung yang dulu pas saya jaman SD sering lewat depan rumah saya, dan terkejut ketika dia memanggil nama saya, "ini AYU?! Wah udah kayak perempuan sekarang...” Ahahaha. Sial. Tapi terharu karena dia masih inget sayaaaaaa... >.<
  • Shalat Ied di masjid dekat rumah, banyak wajah yang asing karena banyak warga baru. Di akhir shalat, tiba di saatnya bersalam-salaman, Ibu dari Alm sahabat saya tiba-tiba jatuh pingsan setelah memeluk saya. Setelah sadar dan dipapah jalan ke rumah, sambil tersedu-sedu Beliau mengatakan kalau saya ngingetin akan anaknya, dan suasana tiba-tiba jadi dramatis dan penuh haru karena saya juga jadi mengingat begitu banyak momen dengan Alm, terutama momen solat idul fitri yang dulu selalu saya lewati dengan dia berada di samping saya. “Kangen kamu, Putri...”
  • Rumah saya dikunjungi pasukan anak-anak remaja yang wajahnya asing-asing dan bikin saya shock ketika tau bahwa anak-anak itu adalah adik-adik dari teman-teman main saya dulu. Di antaranya ada yang dulunya cengeng banget. Adik dari seseorang yang dulu sering mboncengin saya naik sepeda kalau lagi ekspedisi ke kampung-kampung tetangga. Justru teman-teman saya yang sepantaran tidak saya lihat lagi batang hidungnya karena kebanyakan sedang kerja merantau, yang tersisa hanya yang perempuan-perempuan tapi usianya jauh di bawah saya and you know what? Some of them are married already. Ow ow owww.
  • Sempat iseng-iseng naik sepeda keliling rumah dan sedih karena ngeliat banyak area sawah-ladang-dan hutan yang sekarang udah berubah jd rumah penduduk. Bahkan tanah lapang yang ada di dekat rumah saya yang dulu sering jadi tempat saya main bola sudah dibangun jadi rumah. Ahk. Saya inget dulu pernah ditonjok anak laki-laki dari kampung sebelah di lapangan itu karena urusan main bola...
  • Di malam takbiran terbangun tengah malam karena bunyi petasan yang heboh beneeerrrr di sekitar rumah. Keluar rumah niat mau marah tapi jd gak enak hati karena yang main petasan masih anak piyik-piyik (kecil-kecil). Dan mereka juga ngasi excuse, "Ini bukan petasan mbak Ayu, ini kembang api.." Dari bentuk ledakannya yang jadi macam air mancur di udara yah saya percaya sih itu kembang api, tapi bunyinya pas meledak kok ya 'jedar jeder' juga. Wew. Jadi inget dulu sama temen-temen sekitar rumah suka banget main petasan yang namanya 'mercon korek'. Wooo.. Baru nyadar sekarang...ternyata dulu saya termasuk dari anak-anak yang mengesalkan itu ya. ckckck..
Secara keseluruhan yang membuat saya takjub masih seputar perubahan-perubahan di lingkungan sekitar rumah. Karena selama 4 tahun ini, setiap saya pulang ke rumah biasanya hanya untuk beberapa hari saja dan itupun lebih banyak saya habiskan waktunya di luar rumah.

Anyway, selamat lebaran dear all...

Kalau tidak ada rintangan, Soon I’ll be in Bandung again... So, I’ll see you soon?

kiss kiss,
sheilla !

30.8.09

Kemarin sore.

"Hallo, Assalamualaikum, ibu.."
"Iya Waalaikumsalam"
"Ibu lagi ngapain? Aku ganggu gak?"
"Ya enggaklah. Ibu lagi di rumah, baca koran..."
"Sendirian, ibu?"
"Nggak..Ini ada babeh, ndim lagi sekolah. ada apa, nak?"
"Ohh.. Gini bu, ....."
Lalu mengalirlah percakapan tentang beberapa hal, apply beasiswa, sedang dimana-darimana-dan mau kemananya saya, tentang rumah di Bandung, dan kapan saya pulang...
"Nanti malam ada eyang. Kita undang Eyang buka puasa di rumah sama tante dan adik-adik"
"Oh, iya bu.. Enaknya" Lemess..kepengen.
"Iya... Ramai rumahnya nanti sore. Batin nanti mau buka pake apa? Udah nyiapin?"
"Wah, gatau bu..liat nanti"
"Kalo di rumah nanti ada ikan..ikan Baung..Perkedel jagung..baby kailan, ditumis pake udang, sama.." *ada jeda, terdengar suara ayah dari belakang menyela..menanyakan sesuatu..* "Sebentar ya nak" Ibu terdengar bercakap-cakap dengan ayah. "Ohh iya, tadi sampai mana? Jadi itu..nanti mau buka sama Eyangnya... Ibu tadi udah belanja sama Ayah.."
"Iya Bu, ahh udah-udah ahh..jadi kepengen nih aku.. Hihihi. Tadi kenapa Ayah, Bu?"
"Biasa..kakek."
"Kakek?"
"Ya itu, pelupa..udah kakek-kakek. Hahaha. Kalo abis naro barang pasti lupa. Kalo udah lupa malah marah-marah dikiranya Ibu yang mindahin barangnya. Hehehe"
"Hahaha..." We both laughed. Hahahaha.
"Gimana TA-nya, sudah sampai Bab berapa?"
Deg.
"Ahh ibu.. Jangan mulai-mulai kayak Ayah deh. Bolak-balik nanyain Bab. Aku kemarin mau nangis Bu pas Ayah bilang suruh ganti judul aja daripada lama-lama TA-nya. Padahal kan udah mulai jalan.. Siapa yang bisa jamin kalo aku pindah pembimbing bakalan bisa lebih cepet?"
"Ya dijelasin makanya ke Ayahnya.. Kalo Ayah sama Ibu kan cuma bisa doa dari jauh... Sehat-sehat aja kan, nak?
"Iya Bu.."
"Ya udah. Kabarin ibu kapan mau pulang ya..."

Percakapan selesai. Percakapan hari itu dengan ibu akan lebih melegakan seperti biasanya jika tidak diakhiri dengan tema Tugas Akhir. I mean it.

27.8.09

Uh, NO!

Align Center



Some of you might have been familiar with him already.
Yess. It's Ryan Reynolds.
Saya jadiin foto dia sebagai wallpaper di notebook saya. Foto yang ini. And I realy love the feeling everytime I turn on my notebook and finding that he's there... It makes my heart flutter everytime i catch a glimpse of him =)
Dan jadi ngerasa bersalah tiap kali saya mau shut down si notebook. Tatapan matanya itu loh.. Ouch!

Tapi karena lagi bulan puasa, sementara saya ganti dulu desktop background-nya jadi gambar kakak saya. Bikin puasa gak khusyuk kalo keseringan ngeliat dia. Jadi saya ngegantinya bukan karena banyak temen-temen saya (terutama cowok) yang protes tiap kali ngeliat dia jadi wallpaper saya loh! Hahahaa.. Pada sirik deh ya! Hihi.


Anyway, cant wait to see you again, dear Reynolds!

25.8.09

Tentang kuisioner yang harus saya isi sebagai syarat mengambil KSM di ITB beberapa waktu yang lalu...

Inget Hukum Newton III? Yang isinya kalo saya gak salah adalah tentang aksi reaksi. Yangmana jika sebuah benda memberikan gaya kepada benda lain, maka benda kedua akan memberikan gaya kepada benda yang pertama. Kedua gaya tersebut memiliki besar yang sama tetapi berlawanan arah. Saya ngulang Fisika, makanya saya inget hukum ini yang jika dinotasikan (F sebagai gaya) menjadi sebuah rumus Fab= -Fab. Ada gunanya juga ya saya ngulang, ternyata?

Saat ini, atau lebih tepatnya hari ini, hanya ada 1 hal mengenai ITB yang terlintas dalam pikiran saya. Yaitu perihal kuisioner anti-nyontek itb yang harus saya isi sebelum ngambil KSM beberapa waktu yang lalu.

Dari saya masuk kuliah sebagai mahasiswa ITB, saya sering banget ngisi kuisioner tentang dosen di setiap berakhirnya masa perkuliahan sebuah semester. Konon katanya kuisioner itu bertujuan sebagai sistem penilaian dosen. Baru kemarin ini saya tiba-tiba dikejutkan dengan sebuah lembar kuisioner yang tujuannya tidak jelas, sangat aneh, dan memiliki unsur mistis (bagi saya)... Kuisioner anti-nyontek ITB. Dan kamu tau isinya apa? Pertanyaan-pertanyaan sangat lucu, menggelikan, dan...membawa banyak ingatan sedih. Lucu, karena poin-poinnya dibagi menjadi beberapa masa di antaranya masa SD, SMP, SMA, dan terakhir..Masa kuliah. Lucu, karena ketika tiba di masa SD saya jadi mengingat-ingat masa SD saya dan justru jadi teringat kejadian-kejadian lucu di masa SD saya dulu. Menggelikan..karena terdapat beberapa pertanyaan seperti apakah orangtua kita pernah menyarankan atau memberi motivasi untuk melakukan perbuatan curang (mencontek) saat kita SD..SMP..SMA.. Juga pertanyaan yang serupa mengenai para pendidik (guru/ dosen), apakah mereka pernah memberikan kesempatan untuk kita melakukan perbuatan curang.. Well..Pertanyaan itu menggelikan dan menggelitik sampai saya tidak bisa berkata-kata. Gila ya.. Sementara guru ngaji saya Alm Buyah dulu selalu menanamkan bahwa “kepala kamu harus merunduk di depan bapak ibu guru di sekolah, dan lebih merunduk lagi ke bapak ibu kamu di rumah yang mengirimkan kamu ke sekolah!”, bisa-bisanya sebuah institusi besar macam ITB menanamkan kecurigaan seorang anak kepada orangtua dan guru-gurunya. Dan pertanyaan-pertanyaan di kuisioner itu kemudian membawa saya ke banyak ingatan sedih karena kembali mengingatkan saya kepada banyak peristiwa ketika saya kemudian tau bahwa kuisioner itu ada sebagai dampak yang timbul pasca masalah perjokian yang melibatkan mahasiswa ITB di SNMPTN beberapa bulan lalu.

Korban perjokian itu, salah satunya adalah keluarga saya di himpunan, di IMG. Yang saya tau, dia ikutan mendaftar jadi joki karena diiming-imingi uang jumlah besar (sekitar 30 jt). Kenapa dia terima? Karena kondisi keuangan keluarganya tidak baik. Beberapa tahun sebelum ia masuk ITB, orangtuanya mengalami kecelakaan yang menyebabkan ia kehilangan ibunya sementara ayahnya saat ini sakit dan tidak berpenghasilan. Sumber keuangan keluarganya setelah itu adalah saudara kandungnya yang seorang pekerja serabutan dengan penghasilan tidak tetap. Dia bisa bertahan di tahun-tahun pertama dengan mengandalkan beasiswa dan kiriman sang kakak di kampungnya. Tapi kemudian sebuah musibah di Bulan-Februari-Lalu menyebabkan semua Mahasiswa Geodesi menjadi blacklist di daftar administrasi ITB yang dampak paling besarnya adalah tidak bisa mendapatkan beasiswa. Kondisi ini menjebak mahasiswa-mahasiswa Geodesi ITB yang sebelumnya selama ini selalu bergantung pada beasiswa, tak terkecuali adik saya tersebut. Salahnya, komunikasi dengan si adik ini tidak berjalan baik maka terjadilah khilaf karena iming-iming material instan dengan jumlah besar tersebut. Saya juga tidak setuju dengan sikapnya memilih menjadi joki SNMPTN, tapi saya tidak sepakat dengan hukuman yang diberikan yaitu dikeluarkan dari kampus, terlebih lagi mendengar suara-suara sumbang yang datang dari banyak arah mengenai si adik. Seburuk apapun adik kamu, kalau kamu mendengar celaan datang menerjangnya tanpa mereka yang mencela itu pernah mencoba berempati dan merasakan bagaimana berada di posisinya, kamu tidak akan pernah bisa tinggal diam.

Hampir 7 bulan. Terlalu banyak kehilangan.

Saya pernah diberi tahu bertahun-tahun yang lalu oleh seorang senior saya. Dia bilang, “apa yang terjadi di Himpunan dan dunia kampus yang tengah kamu hadapi itu seperti sebuah simulasi ketika kamu hidup di dunia nyata. Dan setiap tokoh di dalamnya yang ada itu ibarat manusia-manusia di dunia sebenarnya yang akan kamu hadapi, dan kamu harus selalu siap karena akan selalu ada reaksi untuk setiap aksi yang kamu berikan. Hadapilah... Karena jika masih ada yang memberikan reaksi, itu artinya masih ada yang sayang sama kamu...”

Berguru pada hukum Newton III, kalau dalam kehidupan nyata, ketika kita berenang kita memberikan aksi berupa dorongan tangan dan kaki ke arah belakang yang kemudian dibalas dengan reaksi air berupa dorongan ke depan sehingga si pemberi aksi akan bergerak maju ke depan...Ya, reaksi itu membuat pemberi aksi menjadi bergerak ke depan!

Mudah-mudahan, dengan banyak reaksi yang diberikan, justru kita bisa lebih maju lagi! Amien.


NB: Cuma satu hal yang saya masih gak ngerti, kenapa sekarang jadi ada bangunan POS Satpam di deket himpunan saya ya? Biar ada yang bantuin ngejagain kalo lagi pada liburan, gitu? ;P

31.7.09

J, orang ketiga.

Like the song of Mary MacGregor:
"Torn between two lovers feeling like a fool, loving both of you is breaking the rules..."









Yes, there cant be a three. I understand, J...
One to Three, then...Eh?
Well I couldnt say NO if you are 'the third', anyway. Who could? =)

25.7.09

Naik Mesin Waktu Ke Tahun Lalu: Kemah Kerja 2008

Lokasi: Hutan Gunung Walat, Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia.


Kuliah ini adalah satu-satunya mata kuliah yang (sepanjang sejarah menjadi mahasiswa teknik Geodesi dan Geomatika) pernah saya jalani dengan sepenuh hati. Lalu ketika tiba-tiba kangen dengan suasana Kemah Kerja yang setahun lalu itu, saya jadi iseng browsing dan sedikit terkejut ketika menemukan foto saya dan teman saya yang sedang mengukur dipajang di blog ini. Menarik juga ya...
Oh iya, tulisan di blog tersebut, isinya sepenuhnya adalah Info mengenai profil Gunung Walat itu sendiri... Harusnya di blog milik saya ini isinya justru mengenai kondisi topografi, lokasi, dan konturnya ya, But I’d prefer to re-post the story behind the survey session=))





PERKENALKAN!
Kelompok 4 yang kebagian mengukur wilayah paling Barat..


1. KETUA IMG yang jadi KETUA KELOMPOK 4: M. Gunawan Raditya a.k.a AGUN
TUGAS: Menulis Laporan Harian, Memegang rambu, Menebas tanaman yg menghalangi bidikan ke objek, Angkat alat, menyiapkan alat di pagi hari dan mengembalikan alat di sore harinya.
RUTINITAS: Setiap hari setelah pulang dari pengukuran lapangan, buru-buru mandi dan ganti celana, lalu berkunjung ke kamar seberang (kamar saya) dengan niat busuk: pedekate ke temen sekamar saya. Cih! Update terbaru, pedekate The User berlangsung sangat lancar dan baru saja bulan lalu keduanya merayakan anniversary yg pertama.



2. KOORDINATOR LAPANGAN KEMAH KERJA dan MASTER KELOMPOK 4: Tarman Zainuddin a.k.a Tarboy.
TUGAS: Merencanakan Pengukuran, Membidik Objek, Memegang Rambu, Membaca hasil ukuran, Mencatat hasil ukuran, Menebas tanaman yg menghalangi bidikan ke objek, Mengangkat alat, Mengolah data.
RUTINITAS: Setiap malam duduk di pojok mejanya ditemani lagu-lagu sendu dan membuka folder terlarang dalam hard disk komputernya yang salah satu di dalamnya terdapat sebuah proposal keren banget: Proposal Peninjauan Kembali Hubungan beliau dengan mantan pacarnya. Dilaporkan update terbaru bahwa oknum dan sang mantan telah menjalani hubungannya kembali. Semoga kali ini adalah persinggahan terakhir The Player...




3. KETUA KEMAH KERJA yang HANYA JADI ANGGOTA BIASA DI KELOMPOKNYA=Fauzan Ikhwanda a.k.a Paijo
TUGAS: Briefing Malam, Menebas tanaman yg menghalangi bidikan ke objek, mengambil makanan, Jaga malam, Mencatat Hasil Ukuran, Mengangkut barang ketika mobilisasi.
RUTINITAS: Dijebak untuk briefing setiap malam karena sebagai ketua kemah kerja beliau punya kewajiban untuk selalu hadir dalam briefing, jadi sekalian aja beliau mewakili kelompoknya. Hahaha. Dan selalu sial juga kebagian jaga malam sebagai perwakilan kelompok karena kalah dalam hompimpah..Konspirasi! HAHAHAH. Walaupun ketika datang waktunya solat jumat beliau justru memilih menangis meraung-raung di kamar mandi menangisi kuku-kukunya yang dikutekin hitam sementara teman-teman yang lain sudah berangkat ke masjid, beliau sangat berjasa karena merupakan anggota kelompok paling loyal yang rajin menjemput makanan di basecamp dan membawanya ke lapangan sebagai asupan energi teman-teman kelompoknya yang lain (so sweeeet, hahaha). Update terbaru, Ketua Kemah Kerja ini mengalami cinta lokasi dan cinta yang menjebak dengan Sekretaris Kemah Kerjanya yang sama-sama berbadan subur...


See? Betapa hero-nya Paijo... Tapi lebih hero lagi Agun dan Sheiy=)


4. KOORDINATOR HUMAS KEMAH KERJA dan ANGGOTA KELOMPOK 4: Ernis Lukman a.k.a BunBun
TUGAS: Anggota Tim Kerangka Dasar Horisontal dan Kerangka Dasar Vertikal Global, Anggota Tim Pengukuran GPS, Menebas tanaman yang menghalangi bidikan objek.
RUTINITAS: Oknum yang sangat hobby segala jajanan yang bisa dicolok-colok ini selain selalu sibuk dengan urusan hubungan masyarakatnya, Bun-bun tetap tidak lalai menjalankan usaha untuk menggaet hati dari salah seorang oknum dari kelompok seberang. Update terbaru, Gak ada progress=kitu-kitu hungkul, dimana pergerakan selalu mentok dan hati oknum seberang tak kunjung tergaet. Wew.



5. Dan ANGGOTA TERAKHIR KELOMPOK 4: SAYA, YANG BIASA-BIASA AJA...
TUGAS: Biasa-biasa ajalah yah.. =)
RUTINITAS: Tidak bisa memulai hari pengukuran dengan semangat jika tidak melihat seorang asisten yang berinsial TOY karena tingkat kesotoyan yang dimiliki si Toy yang melebihi mahkluk apapun di dunia ini... *sigh*
Sheiy: “Eh, aya si Toy!”



6. ANGGOTA TAMBAHAN: ADE TEAWARMAN a.k.a TENAGA LOKAL
TUGAS: Yah.. harusnya seperti tugas-tugas tenaga lokal pada umumnya...Membantu pekerjaan-pekerjaan para surveyor. Namun disarankan untuk tidak coba-coba mempekerjakan tenaga lokal yang satu ini jika anda cukup bijak karena selain tarifnya yang sangat mahal, tenaga yang satu ini menuntut kesabaran luar biasa karena maintenance-nya yang sangat tinggi dan mobilitasnya yang macam siput. BAH!



NAH! Selain beberapa kejadian mistis yang terjadi semisal beberapa pertengkaran yang secara bergilir terjadi antara oknum di kelompok, juga terjadinya kerusakan alat di hari pertama yang membuat hari pertama pengukuran tidak produktif sama sekali, atau juga tragedi dikejar-oleh-anjing-jadi-jadian yang membuat mahkluk paling indah di dua kelompok yang saling bertetangga jadi trauma, atau juga terjadinya tragedi digigit semut ketika sedang buang air kecil karena oknum yang buang air kecil tanpa sadar menyirami sarang semut hutan...Dan terutama karena semua jenis benda tajam yang digunakan untuk mematahkan 'ranting-ranting kecil' yang menghalangi jarak bidikan alat ukur ke objek selalu berakhir dengan mengenaskan.

KELOMPOK 4 di Lokasi Terakhir...

Kemah kerja itu macam OS.
Menyenangkan dan selalu indah untuk dikenang...Tapi EMOHHH kalo disuruh ngelakuin ulang!

24.7.09

Dear Pemerintah...Bisakah Vaksin HPV diberikan secara gratis?

Kanker leher rahim membunuh sekitar 274.000 setiap tahunnya dan setiap tahunnya pula diestimasikan sekitar 493.000 kasus baru didapat yang mana 83% kasus tersebut berada di negara miskin maupun negara yang sedang berkembang.

Faktor penyebab masih terdapatnya banyak kasus tersebut adalah karena kurangnya/terbatasnya akses pelayanan dan informasi kesehatan bagi masyarakatnya. Misal, bagi perempuan yang sudah aktif melakukan hubungan seksual harus skrining dengan melakukan pemeriksaan pasmear. Dengan melakukan tindakan tersebut saja, diperkirakan sekitar 0.6667 atau sekitar 2/3 dari kasus yang ada bisa terselamatkan karena sel kanker yang ada bisa terdeteksi lebih awal sebelum mencapai tahap 'akhir' yang fatal karena memberi harapan hidup semakin rendah.

Sudah ada 2 vaksin yang beredar di pasaran. Vaksin pertama dengan label merck's Gardasilr dan yang kedua GlaxoSmith-Kline's. Keduanya adalah vaksin-vaksin yang sama-sama memberikan perlindungan terhadap infeksi HPV tipe 16 dan 18 karena sekitar 70% kanker serviks berkaitan dengan kedua tipe HPV tersebut. Virus HPV (Human Papilloma Virus) adalah virus yang DNA-nya ditemukan di 95% penderita kanker serviks, sehingga dikatakan bahwa virus ini adalah penyebab penyakit menular seksual yang kemudian menyebabkan kanker serviks tersebut. Sistem pemberian kedua vaksin ini pun nyaris serupa, yaitu 3x suntikan dalam jangka waktu 6 bulan.

Isu mengenai vaksin ini sudah diributkan oleh ibu saya sekitar tahun 2005 tapi vaksin pertama baru secara legal tersosialisasikan pada tahun 2006 yaitu vaksin dengan label Merck's Gardislr. Setelah pada 2008 lalu saya resmi berusia 20 thn dan ibu saya selalu bersemangat memprovokasi untuk cepat-cepat melakukan vaksinasi ini, prosesnya baru bisa terealisasi tahun ini.

Kenapa? Karena kurangnya sosialisasi, mungkin.. Saya dapet 'titah' melakukan vaksin ini cuma dari ibu saya dengan keterbatasan informasi yang cuma taunya kalo vaksin ini untuk mencegah kanker serviks. Setau saya, kanker serviks kan kanker di rahim. Saya jadi merasa belum perlu di-vaksin karena toh saya belum menikah dan melahirkan. Ngapain saya harus repot-repot merasakan sakitnya disuntik dan (terutama) mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk vaksin yang belum jelas keuntungannya buat saya?

Tapi setelah kemarin mendapatkan tawaran untuk vaksin dengan biaya yang sedikit lebih murah dari tarif vaksin HPV pada umumnya, saya kemudian baru mulai mencari tahu lebih banyak tentang vaksin ini seblum akhirnya meng-iya-kan untuk divaksin.

Prosesnya? Yah, bikin janji dulu dengan dokternya.. Nanti beliau akan menyiapkan impul-nya, kalo saya kemarin pakai vaksin yang dari Glaxo Smith's Kline. Setelah sepakat mengenai tanggal injeksi pertama, saya datang dan tanpa perlu melakukan tes-tes atau cek apapun, injeksi langsung dilakukan dengan waktu yang sangat singkat. Suntikan vaksin yang dilakukan adalah di otot lengan kiri sebalah atas dan bukan pembuluh darah. Setelah itu dokternya memberitahu beberapa efek samping yang akan terjadi seperti nyeri-nyeri di daerah sekitar suntikan, mungkin mual-mual, dan pusing-pusing. Kemudian sebelum pulang, diskusi dan menyepakati perihal tanggal suntikan kedua yaitu sebulan setelah injeksi pertama yaitu tgl 23 bulan 8.

Prosesnya memang tidak semengerikan yang awalnya saya bayangkan. Hanya berupa injeksi biasa seperti vaksin hepatitis atau vaksin yang waktu SD dulu pernah saya (dan mungkin kamu?) lakukan.. Tapi yang berat adalah menyiapkan budgetnya.

Dengan biaya yang cukup mahal, vaksin ini menjadi vaksin eksklusif karena hanya bisa didapatkan oleh mereka yang 'mampu' (atau yang dipaksakan mampu seperti saya, hehe). Kondisi yang sangat miris mengingat statistik yang ada dimana 83% penderita adalah mereka yang berasal dari negara berkembang dan negara miskin. Di Amerika saat ini dilakukan strategi vaksinasi dengan pemberian vaksin secara rutin yang dibarengi dengan sebaran informasi yang gencar kepada setiap orang dewasa yang belum aktif secara seksual. Harusnya di Indonesia juga dilakukan hal yang sama, karena mengingat kemampuan SDM yang sangat terbatas, saat ini pemberian vaksin tersebut hanya mungkin dilakukan bila ada subsidi.. Misal, pemberian vaksin ini dijadikan program kesehatan yang diberikan pada remaja putri tingkat SMA yang belum aktif secara seksual (seperti halnya vaksin polio pada balita). Ironisnya justru di negara berkembang ini sosialisasi-pun tidak seperti yang saya bayangkan harusnya ada reverse to the statistic.. *sigh*

Sehat itu mahal..mau sehat lebih mahal lagi...

13.7.09

I want you dear puppy.

Few days ago, Saya mengunjungi sebuah kennel di dekat Jl haji Akbar, Stasion Hall Bandung. Pertama masuk ke dalam rumah yang tinggi pagarnya sekitar 1.5 meter itu, nyali saya langsung ciut ketika tiba-tiba 2 ekor anjing besar menghampiri saya. I mean it about saying 'besar'. Karena yang satu lagi adalah golden retriever dan satu lagi anjing ras biasa tapi masih ada campuran retriever-nya sepertinya. Well actually I can see, dari ekornya yang mengibas-ngibas, they are friendly. Tapi mereka berdua yang ukurannya sangat besar, hampir sepinggang saya, tiba-tiba menghampiri dan melompat-lompat meminta diajak main sungguh membuat saya terkejut karena walaupun beberapa waktu belakangan saya tiba-tiba punya ketertarikan khusus terhadap anjing, khususnya jenis golden retriever dan samoyed, saya belum pernah sama sekali mengalami kontak langsung dengan anjing. Yep, selain karena sejak kecil ibu saya selalu menekankan bahwa liur anjing itu najis, terlebih-lebih saya punya asma yang salah satu pemicunya adalah bulu-bulu, maka saya tidak pernah 'dibiarkan' untuk memiliki satu peliharaanpun yang memiliki bulu.

Anjing pertama yang saya pernah kenal adalah anjing tetangga saya yang dinamai Ciko. Ciko adalah anjing kampung biasa yang tidak special. Karena tugasnya sebagai anjing penjaga rumah, Ciko yang saya ingat adalah tipe yang galak dan selalu berada di dalam pagar. Kesan pertama terhadap anjing? Takut. Dan kesan itu terus berlanjut terlebih lagi setelah saya beberapa kali mengunjungi uwak saya yang kebetulan memiliki anjing herder yang amat sangat galak, lebih galak dari ciko. Huaaa. Kejadian terakhir yang paling parah yang berkaitan dengan saya dan anjing adalah ketika sedang kemah kerja di hutan gunung Walat dalam acara Kemah Kerja setahun yang lalu. Saat itu saya sedang menunggu teman-teman lain yang sedang melakukan survei, berteduh di bawah payung hanya berdua dengan teman perempuan saya dari kelompok tetangga. Berteduh dengan nyaman sampai tiba-tiba dari jarak sekitar 5 meter ada anjing yang menggeram dan menatap kami berdua. We both stayed calm at first, tapi ketika anjing itu mulai menyalak akhirnya kami berdua lari kocar-kacir sambil teriak-teriak dan tau-tau saya sudah berada di bawah terjalan yang artinya karena tadi terlalu 'exciting', saya jadi tiba-tiba sakti dan bisa melompati terjalan yang tingginya sekitar 3 meter!

Ketakutan itu kemudian bersanding tipis dengan ketertarikan setelah saya mendapatkan semacam 'inspirasi' dari sebuah film yang saya tonton. Jane Austin Book Club filmnya.

Grigg Harris: "But I thought, "What a beautiful woman. I hope she looks over at me." I thought if I read your favorite books that you would read mine. But, no, no, no, no... You just want to be obeyed. That's why you have dogs.."

Yes. Scene itu adalah percakapan antara Grigg dan Jocelyn. FYI, Jocelyn adalah salah satu tokoh utama who is realy mature and independent. She didnt even have any interest to men and would rather to spend her whole life with dogs than a man...Until she met Grigg. Tapi point-nya adalah, a loner-like me, might need someone. And, a loner -again,like me- whom is a lil bit selfish, might need someone or something to be one friend that is loyal and wont ever leave me forever. It might be a dog.

Yes, a dog. I might need it to be a friend of mine. And I started thinking about adopting puppy.
Dan ternyata, seperti gambar-gambarnya yang sering terpampang dan bikin kita melting, seekor puppy memang punya kemampuan lebih untuk bikin kita luluh. Di kennel yang tadi saya sebutkan jugalah saya kemudian untuk pertama kalinya menyentuh anjing. Di luar rumah, ada 4 anjing dewasa golden retriever, 2 anjing siberian hushky, satu anjing yang mirip icon-nya hush puppy, 2 anjing POM, dan seekor anjing ras biasa yang tadi...And the puppies -the babies- were inside the house so I couldnt see them. But I was realy excited when suddenly the owner came out from her house bringing one of the puppy. Jenis golden retriever, male, baru umur 3 minggu, harus menunggu 2 minggu lg untuk stumboom baru bisa diadopsi.

Huaa. I couldnt take my eyes off of him!
When I was admiring him, tiba-tiba saja dia yang sedang dalam gendongan si owner tampak rewel dan seolah-olah meminta turun dari gendongan. Kemudian dengan berhati-hati owner-nya melepaskan dia di lantai. Setelah dilepaskan lalu dia berjalan sambil mengendus-endus..Memutari meja..Berjalan terus sampai tiba-tiba berhenti di kaki saya dan kemudian memanjat-manjat seolah-olah meminta digendong. Akhirnya dengan sedikit takut-takut kemudian saya letakkan ia di pangkuan saya dan seketika ia menyembunyikan kepalanya di ketiak saya sambil menggoyang-goyangkan ekornya. Lucuuuuu banget^^.

He's so warm, so cute, so lovable...
Sort of fall for him already, yes?


Can you see those eyes? It's hypnotizing, you know..
I'll name him Declan!
"Declan my bebe..Come to mommy, be..."
I want you dear Puppy... I want you so bad.

25.6.09

Aida Putri Sari.

friendship ~by Lestrim o DeviantArt

"Ayu, bisa niatnya gak?"
"bisa..tapi pake bahasa Indonesia, kata Ibu gak apa-apa kok pake Bahasa Indonesia"
"Tapi kalo pake bahasa Arab kan lebih afdol. Ikutin aku ya, Ushalli Fardlal Maghribi tsalatsa rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an makmuman/imamam lillahi ta'ala"


Lalu sambil duduk berselonjoran di atas sajadah, sudah dengan mukena lengkap dikenakan, saya belajar. Menghapalnya perlahan. Ia membimbing saya sementara teman-teman lainnya berada di luar langgar (mushalla) masih main-main sebelum azan Maghrib berkumandang. Sesaat ketika azan Maghrib selesai dikumandangkan saya masih belum juga lancar, lalu ketika usai komat, ia bergegas mengajak saya berdiri dan mengucapkan niat Sholat dalam bahasa Arab tersebut dengan berbisik tapi sedikit nyaring agar saya bisa mendengar dan mengikutinya.

Usai Sholat Maghrib kami kemudian mengaji hingga waktunya Shalat Isya. Ya, sampai kelas 5 SD saya mengucapkan bacaan niat shalat masih dengan Bahasa Indonesia hingga seorang sahabat membimbing saya untuk melafalkannya dalam bahasa Arabnya

Ia, adalah teman baik saya. Dari sekian banyak teman, ia salah satu yang terbaik.

Rumah kami bersebelahan. Ayahnya seorang pegawai perpustakaan dan ibunya seorang guru SD. Anak ketiga dari empat bersaudara yang perempuan semua... Pintar, ceria, bersemangat, dan...kuat. Dulu, setiap sorenya ia menghampiri saya ke rumah, meneriakkan nama saya, dan kemudian kami berangkat ke masjid bersama-sama. Solat Maghrib bersama yang dilanjutkan dengan mengaji.

Dia teman main sepeda saya. Teman bermain guru-guruan, main dokter-dokteran, main masak-masakan, main ibu-ibuan, main bekel, main karet. Ia membuat liburan sekolah yang hanya di rumah saja menjadi tidak membosankan... Ia mengajak saya mencuci sayuran di rumahnya, membuat kue bersama ibunya, memetik tangkil.. Menemani saya menyiram bunga, menemani saya menangkap ikan di sawah, menyemangati di pinggir lapangan ketika saya main bola kaki, menunggui saya di bawah pohon sementara saya memanjat dan memetik jambu-seri-mangga sedangkan ia bersiap menangkapi hasil petikan saya di bawah pohon..

Kita ngaji bareng, nyanyi qasidahan bareng, memenangkan cerdas cermat antar TPA bersama-sama... Juga menghabiskan bulan puasa dengan tarawih di malam-malamnya serta tak lupa mencatat dan mengisi penuh buku-buku ceramah bersama-sama.. Dan satu momen yang tak akan terlupakan adalah momen dimana saya khatam Al Quran pertama kalinya yang saya lewati juga bersama ia.

Bisa dibayangkan betapa terguncangnya ketika semalam tiba-tiba kabar kepergiannya untuk selama-lamanya kemudian menghampiri. Ya, Ia, orang yang membimbing saya melancarkan bacaan niat shalat pertama kalinya..Teman khatam Al Quran bareng..Satu-satunya teman bermain saya yang perempuan di sekitar komplek rumah..Aida Putri Sari.. P U T R I...

Sahabat itu telah pergi..Kembali ke Yang Maha Kuasa.
Innalillahi Wa Innaillahi Rojiun.
Semoga amal ibadahmu diterima disisi-Nya.



"Tiap aku mau solat selalu inget kamu, Put..."

19.6.09

SMS.

Karena nonton acara debat capres putaran pertama di Trans TV semalam, dan membahas mengenai Ibu Megawati yang terlalu Textbook bla bla blaah, saya jadi ingat tentang SMS forward dari seorang teman saya yang namanya P beberapa hari yang lalu.


Isi SMSnya gini:

Selamat sore pak, SELAMAT SORE.
Ini P. Mau nanya pak, ntar bpk dateng k nangor lg kan? TIDAK.
Sekalian minta ijin pak abis briefing nanti saya, Y, dan Z mau ke bandung dulu. SILAHKAN.
Td mendadak diminta presentasi kerjaan ciamis untuk besok pagi. BAIK.
Trimakasih pak. YA, SAYA JUGA TERIMAKASIH.




BINGUNG? Well, okay.. Sama, saya juga awalnya bingung.
Jadi itu ceritanya, P-Y-dan Z itu sedang jadi asisten di sebuah kegiatan Survey Terestris (Kemah Kerja) di Daerah Jatinangor. Dan kebetulan mereka bertiga juga sedang punya tanggung jawab dengan sebuah project lainnya di daerah Ciamis yang butuh dipresentasikan keesokan harinya. Untuk itu, teman saya si P ini kemudian meminta izin kepada Dosen Penanggungjawab kegiatan Kemah Kerja itu melalui SMS. Lucunya, balasan yang diterima teman saya adalah SMS forward dari SMS yang dikirim oleh teman saya sebelumnya dengan ditambah tanggapan-tanggapannya langsung di setiap barisnya (yang diketik dengan HURUF KAPITAL).

Bapak Dosen ini terkenal Killer tapi sering becanda dengan cara yang aneh dan raut wajah tanpa ekspresi yang bikin kita pengen ketawa tapi takut-takut mau ketawa. Pernah suatu kali ada pengalaman teman yang terlambat mengumpulkan tugas, lalu dengan mengumpulkan segenap keberanian dia menghadap si Bapak, dan si Bapak dengan tanpa ekspresinya itu berkata "kita temenan aja ya?". Ngerti gak? Itu maksudnya kalo 'nembak' cewek kan keputusannya diterima atau nggak, nah kalo ini artinya ditolak secara halus dengan berkata 'kita temenan aja' which means "maaf, tugasnya saya tolak!".

Belum lagi dengan kebiasaan Beliau mengoreksi ucapan-ucapan kita yang tidak sesuai dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) ditambah sejarahnya Beliau yang tidak pernah memberikan nilai A untuk mata kuliah (IUT) Ilmu Ukur Tanah yang beliau ajarkan dengan alasan nilai A adalah untuk Tuhan, jadilah Beliau ini dosen yang cukup istimewa.


Dan mengetahui cara Beliau membalas pesan singkat dengan cara yang unik itu membuat saya semakin kukuh bahwa Beliau ini memang orang yang sangat istimewa..
He's got the style!
Kya kya kyaaaa >.<

8.6.09

Longroad to Telkomlfash-ing

Setelah sebelumnya ngekost yang sudah include fasilitas internet+TV kabel, kepindahan ke rumah sendiri membuat saya cukup berjarak dengan akses internet. Pergi ke warnet harus menanggung resiko ketidaknyamanan, sering-sering ke warung kopi bisa bikin bangkrut, dan mengkases internet di kampus penuh keterbatasan koneksi + donlot + (terutama) waktu. Lalu, sekitar ba’da Newyear eve 2009 kemarin saya mendapat sebuah saran dari seorang saudara sepupu untuk menggunakan Telkomflash. Telkomflash ini sebuah paket penggunaan internet dari Telkomsel. Saudara sepupu saya tersebut berlangganan paket Telkomflash yang kontrak setahun dengan perbulannya membayar sekitar 200 ribuan sudah termasuk modem. Si sepupu ini kemudian menyarankan menggunakan Telkomflash dan menambahkan beberapa penjelasan untuk ikut berlangganan.

Ke GraPari Telkomflash di Gedung Kantor Pos jalan Riau >> Ikutin prosedur >> approve >> internetan dmn2 dehh! Gampang kok!

Sempat stunning. Membayangkan betapa kerinduan akan akses mudah dengan internet seperti dahulu kala. Termotivasi dengan iming-iming prosedurnya mudah + koneksi yang lebih stabil daripada M2 (dari indosat). Saya masih inget banget kata-kata sepupu saya, “Ih nggak ribet banget ngurusinnya..Tinggal dateng doang, ngurusin ini itu, udah”

Yea. Dari cerita-cerita teman-teman pengguna M2, M2 is a totally disaster & miserable. Jadilah, sepulangnya saya dari rumah sepupu saya itu saya kemudian langsung mendatangi GraPari yang di Jalan Riau Bandung itu.


Kedatangan pertama.
Antriannya panjang booooooooo. Penuh sampai-sampai ada yang gak kebagian tempat duduk. Kekecewaan dimulai ketika penjelasan mengenai prosedur yang belibet. Jadi, terkait dengan Telkomflash yang kalo mau berlangganan harus sudah punya kartuHalo dulu, jadilah saya harus mendaftar untuk menjadi pengguna kartuHalo. Dan ternyata oh ternyata, mendaftar jadi pelanggan kartuHalo adalah sebuah perjalanan panjang, khususnya bagi saya yang masih mahasiswa rantau dan belum berpenghasilan. Syaratnya, Harus punya KTP Bandung, menyerahkan surat persetujuan orang tua, melampirkan kartu keluarga tempat saya berdomisili di Bandung, melampirkan juga kartu keluarga tempat orangtua tinggal, membawa bukti autodebet dari Bank. Saya yang merasa ditipu oleh si sepupu dan juga sedang repot-repotnya dengan urusan lain jadi malas mengikuti prosedur tersebut, ribet ah.



Kedatangan Kedua.
Sekitar bulan April, seorang teman saya menawarkan modem dengan harga murah, Sierra Wireless compass 885, 800ribu rupiah. Saya yang awalnya tidak berniat membeli jadi tergiur karena dibayang-bayangi sepinya hari-hari tanpa akses internet, dan akhirnya proses jual beli antar teman itupun terjadi dan saya pun kembali lagi ke GraPari Telkomsel untuk yang kedua kalinya. Kedatangan kedua ini hanya untuk mencari informasi lagi mengenai prosedur, me-recall informasi yang dulu sudah pernah saya dapat tapi terlupakan. Hihi.


Kedatangan Ketiga.
Selanjutnya, sekitar beberapa hari kemudian, saya datang kembali ke GraPari untuk yang ketiga kalinya, sudah membawa perlengkapan seperti KTP Bandung, Kartu Keluarga, dan isian yang harus saya tandatangani di rumah. Namun setelah menunggu antrian yang begitu panjangnya lagi-lagi saya dikejutkan dengan keharusan mencantumkan surat persetujuan orangtua yang ditandatangani dan juga kartu keluarga + KTP milik orangtua. Damn. Saya kan sekarang tinggal Di Bandung, dan memenuhi persyaratan itu akan melibatkan ayah/ibu di Lampung. Melibatkan yang pastinya merepotkan. Saya jadi ragu-ragu.


Namun karena mempertimbangkan bahwa si modem telah terbeli, akhirnya dengan tega saya kemudian meminta tolong kepada orangtua saya untuk membantu memenuhi persyaratan tersebut. Surat dari Telkomsel yang harus ditandatangani saya kirim ke Lampung, orangtua saya mengambil Kartu Keluarga di Save Deposit Box, memfotokopi-nya, dan kemudian persyaratan itu dikirimkan ke Bandung seminggu sesudahnya.


Kedatangan Keempat.
Setelah semuanya lengkap, lalu saya kembali mendatangi GraPari untuk menyerahkan kelengkapan-kelengkapan tersebut. Customer Service-nya yang cantik itu mengatakan bahwa nanti akan ada dari Telkomsel yang Survey ke rumah saya dan saya hanya tinggal menunggu dihubungi pihak Telkomsel, kalau sudah dihubungi saya bisa datang ke telkomsel dengan terlebih dahulu mengurus AutoDebet dari Bank.


Dua minggu sesudahnya saya baru dihubungi lagi oleh Pihak Telkomsel, mengatakan bahwa pendaftaran KartuHalo saya telah disetujui dan saya dipersilakan mengambilnya di GraPari dengan membawa Bukti autodebet dari rekening orangtua saya. Sinting! Masa’ saya harus ngerepotin orangtua saya lagi?! Saya menolak dan menjelaskan bahwa di kedatangan terakhir saya sempat menanyakan perihal autodebet rekening ini dan dari Pihak Telkomsel sempat mengatakan bahwa autodebet dari Bank ini diperbolehkan dari rekening saya pribadi. Kemudian mereka mengatakan bahwa nanti akan dihubungi kembali.



Kedatangan Kelima.
Seminggu sesudahnya saya baru dihubungi lagi dan kali ini saya dipersilakan membawa bukti autoebet dari rekening saya pribadi.

Besoknya, saya menyempatkan diri untuk mengurus perihal berlangganan Telkomflash yang seperti tiada akhir ini. Berangkat dari rumah menuju Bank terlebih dahulu untuk mengurus autodebet, lalu langsung menuju GraPari Telkomsel dan (lagi-lagi)mengantri, kali ini sekitar 15 nomor. Yang surprise, ternyata ketika sampai di giliran saya, saya mendapatkan Counter 4 yangmana Customer Service-nya adalah Si Ganteng yang telah saya deteksi kegantengannya sejak pertama kali saya datang kesana. The name is Gevi, How cute.. Si ganteng yang fusion antara Hikmal Akbar dan Christian Sugiono ini jadi ibarat bonus dari penantian panjang saya mendapatkan Telkomflash. Hihihi. Setelah berjabat tangan dan kemudian meninggalkan meja Gevi dengan membawa kartu Halo perdana, saya melangkah pulang dengan langkah riang. Yippie! Selesai juga akhirnya perjalanan panjang menuju Telkomflash yang macam meong ini..



Hari ini sudah nyaris hari ke tiga puluh. So far, keluhan masih bisa ditolerir. Di awal-awal memang sempat emosi ketika di hari ketiga penggunaan sempat muncul notification-notification error yang terus menerus muncul di layar dan bikin tidak bisa connect ke internet seharian. Ternyata sampai hari ini sih belum ada keluhan lagi..

Kalopun ada masalah kan bisa ke GraPari lagi dan mudah2an ketemu Gevi lagi ;P


18.5.09

empat mata?

Selain wahana bermain saya jaman kecil dulu yang luar biasa luas radiusnya, saya punya interest lain yang sampai sekarang masih jadi semacam pelarian kalo saya lagi ngerasa gak punya siapa-siapa dan gak tau harus kemana-mana karena gak ada siapa-siapa yang bisa saya ajak kemana-mana. Hihi. Circling statement yang point-nya adalah ya ‘si kesepian’ itu. Interest ini mulai terasa interesting sejak saya masih kecil dan kehilangan partner bermain saya yang paling klop, kakak saya. Iya, semenjak si kakak punya kecenderungan baru bermain video-game-sega, jadilah selain saya hanya bisa terbengong-bengong melihat dia bermain, saya pun mulai beralih ke interest lain...Membaca.

Saya yang sedang membaca itu autis...Dan galak..Dan pemalas.

Saya bisa lupa apa-apa. Bisa marah tiba-tiba kalo ada yang ngeganggu. Dan jadi malas mau beranjak bahkan sekedar untuk makan dan minum..
Dan interest ini pula-lah yang bikin saya di kelas 1 SMP jadi harus menggunakan kacamata. Awalnya sih saya nyantai-nyantai aja, apalagi memakai kacamata punya kecenderungan memberikan smart-and-mature-look ke penggunanya. Hehe. Kacamata pertama saya merk-nya snoopy, bahan titanium dan berwarna biru dongker.

Tapi sejak masuk kuliah saya jadi malas menggunakan alat bantu penglihatan ini. Kalau saya pakai kacamata bukannya terlihat pintar tapi malah jadi berasa sok-sok pinter dan yeah seiring bertambahnya usia juga, akan lebih menyenangkan dibilang awet muda daripada dibilangin dewasa, ya kan...

Pernah coba beralih ke lensa kontak juga.. Namun setelah mencoba menggunakan dan dalam waktu 15 menit saja mata saya malah jadi merah pedih panas, saya akhirnya nyerah apalagi setelah menerima diagnosa dokter bahwa mata saya sangat sensitif dan tidak bisa menggunakan lensa kontak. Sebagai gantinya, saya mencoba ganti gaya kacamata pake yang frame-nya agak-agak-gaul gitu biar gak keliatan terlalu tua, tapi malah keliatan mencolok dan jadi kayak cewek centil. Akhirnya balik lagi ke model standar yang kalo saya pakai dan saya pergi ke tempat-tempat umum bikin semua orang menyapa saya dengan sebutan ‘ibu’ dan bukannya ‘mbak’ atau ‘teteh’... *sigh*

Kemudian sekarang saya jadi lebih sering membawanya dalam tas saya di tempat yang sangat strategis dan mudah dijangkau, yang hanya akan dikeluarkan dari ‘sarang’nya ketika saya akan membaca, kuliah, dan terutama menyupir. Saya lebih memilih tidak menggunakanny meski jadi harus memicing-micingkan mata sedikit untuk mencari fokus penglihatan daripada lagi jalan-jalan dan badmood gara-gara dipanggil ‘ibu’ sama orang-orang. Kecelakaan-kecelakaan kecil seperti menabrak orang dan melewatkan tempat yang ingin dituju hingga harus memutar lagi sudah jadi resiko yang biasa ditanggung. But it’s ok.

Sama kayak ‘tragedi-salah-orang’ dan ‘tragedi-tidak-mengenali-orang’, itu juga sama-sama resiko.

Seperti misalnya kejadian kemarin siang, di mall lagi jalan-jalan sendirian dengan pikiran kosong. Tiba-tiba ketemu temen lama sama teman-teman kuliahnya.
“Eh, ngapain lo sendirian? Autis”
“ih biarin..”
“tadi gua ketemu si x, ya ampun males abis ya ketemu mantan sama monyetnya pas kitanya lagi sendirian. Mupeng deh lo pasti?”
“Eh? Mantan? Si x?”
“iya..tadi gua ketemu si x, dia bilang tadi ketemu lo tapi lo kyk yg gak kenal gitu sama dia. Sombong bgt katanya. Cieeeeeh..luka lama nih yee?”

Ternyata tadi pas lagi jalan, ada cowok yang senyum ke saya dan seperti terlihat melambai dari jauh itu si x toh.. Parah ini mata lama-lama. Atau malah jago ya? Bisa menyeleksi apa yang sebaiknya dilihat dan sebaiknya jangan dilihat, contohnya ya mantan dan monyetnya itu. Bhahahaha.

16.5.09

2 Hari yang Lalu...

#Pertanyaan#
Anak : Bapak, kenapa sih kita harus solat?

Bapak : Ini, dedek dapet makanan ini kan dari Allah, rizki dari Allah...Jadi kamu harus solat sbg bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
Anak : Tapi Pak, kalo kita tidak makan nanti kan lemes trus bisa mati. Ikan dedek mati kemarin gara-gara gak dikasi makan. Tapi si Aa nggak solat nggak mati?

Pinter ya anak itu. Kemarin saya lagi beli makanan dan dibungkus, ikut ngantri sama si Bapak ini yang ditemenin sama anaknya yang umurnya sekitar 3-4 tahunan. I was surprised when the boy suddenly asked that question to his father. Lebih-lebih lagi waktu si anak ngasih anti-tesis dengan membandingkan ke hal yang mendasar yaitu makanan. Hihi.


#Pernyataan#

Dia : dulu kamu duduk yg dimana sih??
Saya : kamu waktu kelas 4 duduk di belakang, deket sama si X..inget gak? Trus kelas 5 kamu duduk no 3 dr blkg.. Aku di meja sblh kanan kamu.
Dia : Busetttttt luar biasa ingatanmu.. Pantas masuk ITB

That was awkward. Bukan, bukan ingatan saya yang luar biasa, tau. Saya inget nama kamu dengan lengkap tanpa kurang satu huruf pun itu udah gak normal. Apalagi sampai ingat peta tempat duduk kamu di kelas 4 dan 5... Pekerjaan orang tua kamu..???
Jadi bukan ingatan saya yang luar biasa. Saya tidak butuh kemampuan mengingat yang luar biasa pula untuk itu.



Nb: Pst.. FYI, aku baru ingat, dulu kamu pernah bilang kalo tipe cewek kamu tuh yang putih, rambutnya panjang dan tingginya gak lebih dari kamu. Abis kamu bilang kayak gitu, kenaikan kelas 6 aku langsung manjangin rambut.


Tapi nyatanya kamu inget aku juga enggak ;(