24.11.08

sesuatu untuk sahabat.

Pernah ada yang bilang kalo perempuan dan laki-laki sahabatan, one would fall to another. And it would consider two choices at last, one-they would end up as a custom friend instead of best friends since the one whom falling is disappointed of the other’s rejection. Or, two-they would end up as custom couple, which may also create some new consideration in the end. They might break up, or hate each other for the fight, or happily married, or back to be best friends just like they used to be.

Anyone could be someone’s friend. Berteman itu butuh kenyamanan. Dan kenyamanan bisa ada dengan adanya beberapa kesamaan. Kenyamanan juga bisa ditemukan dalam tingginya frekuensi interaksi dalam ruang dan waktu yang sama. Dengan sering ketemu, sering ngobrol, sering berbagi maka bisa ditemukan satu-dua kesamaan dan membentuk rasa nyaman. Berteman dengan teman yang gender-nya sama tentu akan lebih bisa dibaca siklusnya. Sedangkan berteman dengan yang berbeda gender akan melibatkan gap-emosional yang membutuhkan adaptasi lebih lagi untuk membentuk kenyamanan tadi. Tapi, ntah kenapa, bagi saya, kenyamanan itu lebih mudah terbentuk dengan yang berbeda gendernya. Yang sama gendernya memang saya lebih tau siklusnya seperti apa. Tapi kenyataan bahwa saya lebih tau karateristik itu ternyata justru sering menimbulkan praduga-praduga yang random muncul di awal perkenalan saya dengan mereka. Trust me, it aint comfort at all to get closer with girls for me. Actually I guess it’s influenced by my older brother as well. Since my older brother is only a year older than me, He also become my closest friend for all my life. Not only parents that we’ve been share with, but also friends. Therefore I know how to treat guys better than girls. Most of guys don’t deal with emotion when we’re hangin around. It’s just the click we need, then there it is..

Dan memang, mungkin tanpa disadari seringkali rasa nyaman yang timbul tadi kemudian akan membibitkan perasaan-perasaan lain. Seperti pertemanan pada umumnya, akan muncul empati, perasaan kehilangan jika tidak ada teman yang biasanya menemani, perasaan khawatir, perasaan kangen, dsb. Dan terjebak dalam situasi seperti pepatah yang saya tuliskan di awal tadi tentu punya peluang lebih besar dalam pertemanan dengan lawan jenis. I can say it because I am quite experienced in it. Hehe. Fyi, my first boyfriend was my brother’s best friend which was also my friend. But It only took a month sampai akhirnya kita sama-sama sadar kalo semuanya berjalan amat sangat salah dengan status baru itu dan mengakhirinya dengan cara yang salah pula sampai saya dan dia jadi tidak bertegur sapa untuk waktu yang cukup lama sesudahnya. I felt lost right after. And I promise myself to not letting it happen again. I wont let myself losing any of them.

So, what about you, do you agree with the statement about the best friends thing they said about between girls and boys?
I do. Tapi terkadang kita tidak benar-benar bisa menyadari apa yang kita inginkan sampai akhirnya kita benar-benar kehilangan…


“Karena ketika hatiku bicara, bibirku tak mampu menyuarakannya
Karena ketika hatiku merasa, logikaku tak mau rasa itu ada
Karena ketika awan berarak, samudra berdesir, matahariku sayu menatap pergimu…
Aku tak mau kamu tau.
Aku tak mau kamu sampai tau , aku sempat takut kehilangan dirimu…”

Presented to you, my best friend.
Best friend lasts forever. And I want you beside me forever.

1 comments:

-La Vienz- said...

saya pernah di posisi itu. mencoba membuktikan bahwa, yes, a boy and a girl can be best friends, no feelings attached. but it failed me... well, it failed him, thus, he failed me.

tp mungkin masih bisa.. ngga ada yang ngga mungkin... =)