26.11.08

Penggurunan Sebagai Dampak Sekaligus Pendukung Terjadinya Pemanasan Global*

Sebuah tulisan... Yang tidak bermaksud memanas-manaskan:)


ABSTRAK

Bumi dengan fenomena-fenomena yang dimilikinya merupakan sebuah planet yang dinamis. Pergerakan dan perubahan bumi yang berlangsung secara terus-menerus ini beriringan dengan segala aktivitas manusia di bumi pula. Beragam fenomena bumi yang muncul karena dampak terganggunya keseimbangan bumi dikatakan sebagai dampak dari manusia yang secara berlebihan dan tidak kooperatif mengeksploitasi bumi. Bumi yang semakin panas karena aktifitas manusia diperkirakan akan terus mengalami peningkatan suhu jika tetap dibiarkan dalam stagnansi kondisi. Dalam makalah ini penulis menguraikan salah satu dampak akibat meningkatnya pemanasan global yaitu penggurunan (desertification). Penggurunan berpotensi mengganggu keseimbangan bumi dengan peningkatan suhu di daratan suhu udara di daratan sehingga kestabilan siklus udara yang sebelumnya sudah berlangsung akan terganggu.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

PENGGURUNAN SEBAGAI DAMPAK SEKALIGUS PENDUKUNG TERJADINYA PEMANASAN GLOBAL

Meningkatnya suhu bumi yang dikatakan sebagai isu pemanasan global merupakan realita dalam ilmu geografi lingkungan yang paling dekat dalam kehidupan manusia saat ini. Ilmu geografi lingkungan yang menggambarkan aspek-aspek spasial dari interaksi antara manusia dan lingkungannya menyampaikan bahwa manusia dengan segala aktifitasnya sebagai subjek yang berwahana di bumi akan memberikan pengaruh terhadap fenomena-fenomena yang ada di bumi pula.

Kenyataan bahwa daerah bumi yang ¾ nya ditutupi oleh air dan isu mengenai terus mencairnya es di kutub yang akan menyebabkan gas metana yang berada di bawah kutub naik ke permukaan dan menambah jumlah gas penyebab pemanasan global telah menimbulkan kegelisahan bagi seluruh warga dunia. Padahal faktanya, daratan yang merupakan tempat populasi terbanyak manusia adalah penyumbang utama gas-gas penyebab pemanasan global. Istilah penggurunan adalah salah satu dampak dari pemanasan global tapi juga sekaligus penyokong terjadinya pemanasan global yang kejadiannya begitu dekat dengan manusia, terutama yang berada pada iklim tropis dengan musim kemaraunya yang berkepanjangan.


Pemanasan Global (Global Warming)

Pemanasan global adalah indikasi naiknya suhu muka bumi secara global (meluas dalam radius ribuan kilometer) terhadap normal/rata-rata catatan pada kurun waktu standard (ukuran Badan Meteorologi Dunia/WMO: minimal 30 tahun).

Proses Pemanasan Global

Pemanasan global sangat terkait dengan efek rumah kaca. Selama ini komposisi gas di atmosfer menunjang kehidupan di bumi dan membuat bumi layak huni. Gelombang matahari yang mengarah ke bumi sebelum terpantul balik ke luar angkasa sebagian diperangkap gas-gas di atmosfer sehingga bumi 30° Celsius lebih hangat. Namun, ketika gas-gas yang melindungi manusia, di antaranya karbon dioksida, terakumulasi terlalu banyak di atmosfer, keseimbangan panas bumi pun mulai terganggu. Sinar matahari yang diperangkap makin banyak sehingga suhu bumi menjadi semakin panas.

Terjadinya peningkatan jumlah gas yang terperangkap di atmosfir tersebut terkait dengan aktifitas-aktifitas manusia yang meningkatkan gas-gas buangan tersebut secara berlebihan dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Namun dengan fakta adanya keterkaitan antara manusia dan bumi, dimana akan selalu ada interaksi antara keduanya, maka aktifitas manusia yang berdampak negatif pada bumi, seiring dengan berjalannya waktu juga akan menimbulkan dampak negatif pada manusia itu sendiri. Beberapa aktifitas seperti penggunaan energi fossil berlebihan, peningkatan populasi manusia, eksploitasi lahan besar-besaran dan aktifitas-aktifitas lainnya telah menimbulkan dampak yang sangat beragam salah satunya adalah peristiwa penggurunan.

Penggurunan (Desertification)

Penggurunan adalah proses degradasi lahan yang produktif menjadi tidak produktif sebagai imbas dari buruknya manajemen lahan. Perubahan iklim global yang drastis akibat pemanasan global akan merusak keseimbangan dan menyebabkan degradasinya lahan-lahan di muka bumi.

Penggurunan sebagai Dampak dari Pemanasan Global

Beberapa penyebab terjadinya penggurunan antara lain eksploitasi lahan berlebih, manajemen lahan yang salah, kerusakan hutan, meningkatnya kebakaran, penggunaan air tanah berlebih, dan perubahan iklim yang drastis.

Perubahan iklim yang drastis dapat menyebabkan kekeringan berkepanjangan dan membuat kerusakan lahan sehingga berkurangnya daerah vegetasi (daerah hijau). Daerah hijau memiliki udara yang lebih dingin yang dapat mencegah terjadinya erosi permukaan tanah bagian atas yang merupakan bagian lahan untuk ditanami tumbuhan. Dengan terjadinya kekeringan yang berakibat pada penggurunan, lahan menjadi tidak produktif dan tidak bisa berfungsi sebagai tempat tumbuhnya tanaman.

Penggurunan sebagai Penyebab Pemanasan Global

Penggurunan akan menyebabkan terbatasnya lahan yang bisa ditanami tumbuhan sehingga terjadilah keterbatasan pasokan makanan dan berkurangnya senjata memerangi Efek Gas Rumah Kaca. Terbatasnya jumlah tumbuhan yang mampu menyerap gas CO2 yang merupakan penyumbang terbesar gas rumah kaca akan membuat siklus pemanasan oleh efek rumah kaca terus berlangsung dan menyebabkan bumi semakin panas. Selain itu daerah yang mengalami penggurunan dengan kekeringan berlebih berpotensi menimbulkan badai gurun seperti yang pernah terjadi di The Great Pilains, Us pada tahun 1930-an.


ANALISIS

Penggurunan banyak terjadi di wilayah beriklim tropis karena memiliki musim kemarau yang memungkinkan musim kemarau tersebut berlangsung lebih lama dari biasanya. Kemungkinan ini bisa disebabkan oleh perubahan iklim drastis akibat pemanasan global yang merupakan imbas dari terjadinya tingkat pelepasan gas yang tinggi akibat aktifitas berlebih dari manusia.

Manajemen tanah yang salah juga merupakan bentuk salah pengertian dari manusia khususnya yang menjadikan tanah sebagai mata pencaharian. Proses penyuburan tanah dengan menggunakan zat-zat kimia yang sering dilakukan merupakan salah satu kegiatan pemicu terjadinya kerusakan tanah sebelum akhirnya mengalami penggurunan.

KESIMPULAN

Wilayah yang populasinya tinggi memiliki potensi lebih besar terjadinya penggurunan karena lahan yang kosong akan dimaksimalkan untuk bermukim dan unsur hara serta kandungan air dalam tanah akan dihabiskan untuk kepentingan sehari-hari sehingga lahan menjadi tidak produktif. Lahan yang tidak produktif ini akan menyebabkan terbatasnya jumlah daerah vegetasi yang menyerap gas CO2 sehingga gas yang dihasilkan wilayah populasi tersebut diperangkap di atmosfir dan menghasilkan panas yang menyebabkan pemanasan global.

SARAN

Berikut beberapa saran untuk pencegahan dan penanganan Penggurunan yang dapat penulis kemukakan setelah hasil kajian:

Mempertahankan dan memperbanyak keberadaan daerah vegetasi.

Membuat suatu kebijakan berskala global mengenai tata cara manajemen pengolahan tanah dan penggunaan air tanah sebagai bentuk preventif terjadinya kerusakan tanah.

Merehabilitasi dan restorasi ekosistem daerah vegetasi yang telah rusak.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

REFERENSI:

Lee, F B, Global Desertification, http://www.ezinearticles.com/, Oktober 2008

Aloysius Weha, Global Warning of Global Warming, http://www.wikimu.com/, Desember 2007

Desertification, http://www.greenfacts.org/, 2006

www.bcb.uwc.ac.za/Envfacts/facts/desertification.htm

Agus Winarso, Paulus, Pemanasan/Perubahan Iklim Global dan Dampaknya Di Indonesia


*) caplokan tugas kuliah

24.11.08

sesuatu untuk sahabat.

Pernah ada yang bilang kalo perempuan dan laki-laki sahabatan, one would fall to another. And it would consider two choices at last, one-they would end up as a custom friend instead of best friends since the one whom falling is disappointed of the other’s rejection. Or, two-they would end up as custom couple, which may also create some new consideration in the end. They might break up, or hate each other for the fight, or happily married, or back to be best friends just like they used to be.

Anyone could be someone’s friend. Berteman itu butuh kenyamanan. Dan kenyamanan bisa ada dengan adanya beberapa kesamaan. Kenyamanan juga bisa ditemukan dalam tingginya frekuensi interaksi dalam ruang dan waktu yang sama. Dengan sering ketemu, sering ngobrol, sering berbagi maka bisa ditemukan satu-dua kesamaan dan membentuk rasa nyaman. Berteman dengan teman yang gender-nya sama tentu akan lebih bisa dibaca siklusnya. Sedangkan berteman dengan yang berbeda gender akan melibatkan gap-emosional yang membutuhkan adaptasi lebih lagi untuk membentuk kenyamanan tadi. Tapi, ntah kenapa, bagi saya, kenyamanan itu lebih mudah terbentuk dengan yang berbeda gendernya. Yang sama gendernya memang saya lebih tau siklusnya seperti apa. Tapi kenyataan bahwa saya lebih tau karateristik itu ternyata justru sering menimbulkan praduga-praduga yang random muncul di awal perkenalan saya dengan mereka. Trust me, it aint comfort at all to get closer with girls for me. Actually I guess it’s influenced by my older brother as well. Since my older brother is only a year older than me, He also become my closest friend for all my life. Not only parents that we’ve been share with, but also friends. Therefore I know how to treat guys better than girls. Most of guys don’t deal with emotion when we’re hangin around. It’s just the click we need, then there it is..

Dan memang, mungkin tanpa disadari seringkali rasa nyaman yang timbul tadi kemudian akan membibitkan perasaan-perasaan lain. Seperti pertemanan pada umumnya, akan muncul empati, perasaan kehilangan jika tidak ada teman yang biasanya menemani, perasaan khawatir, perasaan kangen, dsb. Dan terjebak dalam situasi seperti pepatah yang saya tuliskan di awal tadi tentu punya peluang lebih besar dalam pertemanan dengan lawan jenis. I can say it because I am quite experienced in it. Hehe. Fyi, my first boyfriend was my brother’s best friend which was also my friend. But It only took a month sampai akhirnya kita sama-sama sadar kalo semuanya berjalan amat sangat salah dengan status baru itu dan mengakhirinya dengan cara yang salah pula sampai saya dan dia jadi tidak bertegur sapa untuk waktu yang cukup lama sesudahnya. I felt lost right after. And I promise myself to not letting it happen again. I wont let myself losing any of them.

So, what about you, do you agree with the statement about the best friends thing they said about between girls and boys?
I do. Tapi terkadang kita tidak benar-benar bisa menyadari apa yang kita inginkan sampai akhirnya kita benar-benar kehilangan…


“Karena ketika hatiku bicara, bibirku tak mampu menyuarakannya
Karena ketika hatiku merasa, logikaku tak mau rasa itu ada
Karena ketika awan berarak, samudra berdesir, matahariku sayu menatap pergimu…
Aku tak mau kamu tau.
Aku tak mau kamu sampai tau , aku sempat takut kehilangan dirimu…”

Presented to you, my best friend.
Best friend lasts forever. And I want you beside me forever.

10.11.08

so over you...

Since I knew keeping you untouchable would let my mind to keep you unreal-locked-deep down-not letting anyone to get in, get it out, nor get it down, so I let myself to stay there.


Stay there.


Keep seeing you around and let you seeing me around.
Keep conversing with you and let you converse with me.
Laugh for your joke and let you laugh at my silly thought.
Knowing your deepest secret and (pretend) letting you know my deepest secret.
Those things.



To find who you are and let you know how I am.
Till finally I can tell you that (OH!) I'm so over you.
I AM SO OVER YOU...