22.6.08

It's still me.

Tepat seminggu sejak saya ketemuan sama temen-temen SMA di Lampung dulu. Mendadak jadi reunian kecil-kecilan di Bandung. Kebetulan temen-temen gank SMA saya ini sebagian besarnya adalah teman-teman SD saya yang sudah saya kenal dari kecil. Dan karena Lampung punya 'fenomena dunia sempit' dimana hampir setiap orang punya jalinan persaudaraan dari kerabat A atau B dsb, jadi pembahasan kami ya seputar-seputar itu-itu saja.
Tapi meski ada realita dunia sempit itu ntah kenapa saya nggak pernah sekalipun merasa bosen dengan pembahasan mengenai hal-hal tersebut dan menertawakan hal yang sama berulang kali.
Kebodohan, kesengajaan berintrik coba-coba, ke-sinetronan yang kalo dipikir-pikir kok ya TOLOL bangettt loh. HAHAHA.

Ya mereka itulah. Yang sebener-benernya pernah ngasih 'warna' dalam dunia putih-abu saya. Yang tau banget gimana upik abu ini bermetamorfosa. Yang bikin saya cukup sering punya masalah tapi justru membuat saya untuk belajar lebih dewasa dengan berusaha menyelesaikan masalah itu sendiri.
Mereka.

Anyway, hari itu bener-bener jadi hari yang menarik banget buat saya.
Setelah sebelumnya selama 11 hari terisolasi di hutan untuk urusan kemah kerja, seharian sama mereka bener-bener jadi penyeimbang buat saya.

And there was also a moment I couldnt put away. Pembahasan tentang perubahan.
Dimulai dari cetusan salah satu teman,"duh sye kok lu mulai gak konsisten sih, sekarang jadi pake aku-kamu. Ter-influence dari orang baru mana lagi nih? Did we miss somethin, or anythin?"

no, nope, and noone.
It's just because I'm getting used to use it, aku-kamu. Saya-kamu.
Kadang-kadang malah pake urang-maneh, aing-sia. HAHAHA.


Perubahan bisa terjadi secara beruntun. Cukup untuk bikin banyak orang di skitar bertanya-tanya kenapa dan bagaimana atau kok bisa ya.
Saya gak heran sama pendapat temen saya yang satu itu, saya tau ia merasa pernah sangat dekat dengan saya dan cukup mengenal saya, dan kenyataan bahwa saya telah berubah mungkin membuatnya merasa kehilangan sebuah sosok saya tiga tahun yang lalu. Hilangnya sheilla yang too innocent, too naive, dan menemukan seorang yang terlalu serius yang terperangkap dalam tubuh kecil si Sheilla sebagai gantinya. Ini sebuah hal kecil, yang kemudian mengawali percakapan panjang kami tentang begitu banyaknya perubahan dalam diri kami masing-masing. Dan membuat kami semua terdiam sejenak mengawang-awang berfikir mengenai perubahan-perubahan itu sendiri.


Whatever changing, fellas. I'm still your bestfriend. And so does you are. All of you.

0 comments: