19.5.08

learning moment.

Masih ada kaitannya sama postingan yang ada Shana-nya kemarin, ehm, jadi telah terpilih Presiden KM-ITB yang baru. It's Shana. Anak Teknik Industri 2004. Presiden KM-ITB wanita pertama sepanjang sejarah..
Pada masa pencoblosannya sendiri ketika itu saya lagi dirawat di Rumah Sakit karena DBD. Sedihnya gak bisa ikut menyemarakkan Pesta Demokrasi di ITB itu..
Dan sebenernya juga sebelumnya saya pnya harapan besar yang terpilih adalah Gilang yang merupakan kamerad-IMG. Cuma selisih 23 suara katanya?
Anyway.. Pasca terpilihnya Shana pasti ada pihak-pihak yang meng-under-estimate.
As what happen to me recently?
Hehe.

Iya, IMG juga baru selesai menyelenggarakan pesta demokrasinya.
Pencarian ketua IMG yang baru untuk menggantikan ketua IMG yang sebelumnya.
Dan berlandaskan atas materi OS saya waktu dulu, Golden Rules yang esensinya adalah setiap orang mampu jadi pemimpin, awalnya saya jadi punya keinginan untuk mencalonkan diri. nekat;P
Teman-teman beberapa bilang "IYA, bagus..bagus.." sambil muka mesem-mesem.
Ntahlah.
Mungkin ada secercah keraguan di hati mereka, berdoa dan berharap saya hanya bercanda...mungkin. Tapi beberapa lainnya justru ada yang jauh lebih yakin daripada saya sendiri bahwa saya punya kapabilitas untuk itu.
Namun pada kesempatan duduk bersama dan berdiskusi perihal niat mencalonkan dirinya saya menjadi ketua tersebut dengan kedua orangtua saya, saya justru dijejalkan dengan rentetan pertanyaan dan pertimbangan-pertimbangan lain yang menyangkut fase-fase lanjutan dalam hidup yang tengah saya jalani amupun yang nanti akan saya jalani.
Jelas sebuah ketidaksetujuan terbaca dari gestur dan baris-baris kalimat yang dipaparkan.
Pertimbangan mengenai banyak hal yang dikemukakan kemudian saya terima dengan lapang dada.
Ya, saya mengerti.
Dan akhirnya keputusan saya pun berekuivalansi dengan keputusan mereka.
Ya sudah.

JADI PROMOTOR
Sosialisasi tetap berjalan, poster tetap ditempel, spanduk suksesi pemilu sudah digantung, timeline sudah dibuat. Waktu terus berjalan. Deadline pembelian formulir..pengembalian formulir..
Dan di sela-sela kepadatan jadwal yang ditetapkan panitia, saya akhirnya justru sepakat untuk menjadi promotor dari seorang teman yang ingin mencalonkan.
"Siapapun bisa jadi pemimpin, kan...?"
Sebenernya waktu ditawari untuk jadi promotor, saya sendiri masih belum bisa mendefinisikan apa itu promotor dan kinerja seperti apa yang diharapkan oleh sang calon ketua dari seorang promotor seperti saya. Karena jika dikatakan bahwa promotor berasal dari kata promosi yang kurang lebih tugasnya adalah mempromosikan, saya bisa mengatakan itu adalah hal yang tidak mudah bagi saya. I'm not good at it at all.
Jadi, alasan awal saya memutuskan untuk mendukung si teman baik saya itu dengan mempromotorinya menjadi calon ketua IMG adalah, pertama, lebih karena saya sepakat untuk menjadi pendukung utamanya sebagai org yang cukup mengenal baik dirinya (saya masih inget banget orang ini menyatakan niat jadi ketua ke saya bahkan sebelum saya dan dia ngejalanin OS-IMG), dan kedua, karena saya berharap menjadi promotor akan memberikan pembelajaran yang baru bagi saya.
Setelah proses pemilu mulai berjalan. Agenda hearing (yang berhari-hari), musyawarah sampai akhirnya voting harus berlangsung, saya memang mendapatkan begitu banyak pembelajaran, beberapa gambaran simulasi masalah-masalah, pengalaman-pengalaman yang mengesankan, dan terutama sebuah kemantapan akan jejak yang sedang saya tapaki saat ini.
Dan, dari beberapa sample moment I found out, bahwa justru peran promotor yang paling penting bukanlah mempromosikan dengan cara persuasif seperti di iklan-iklan dengan teriakan-teriakan slogan seperti "AGUN-connecting people". "Orang pnter pilih AGUN" dan sebagainya dan sebagainya. HEHE.
IYA, saya dan ketiga promotor lainnya memang sudah pasti memiliki tanggungjawab untuk mendukung calon yang dipromotori.
Apapun alasan saya, di luar tanggung jawab saya sebagai promotor pun, saya sebagai teman baiknya mungkin akan mendukung calon ketua ini sampai akhir dengan harapan hasil maksimal.
Tapi tanpa saya rencanakan di awal, keputusan saya untuk mendukung calon tertentu ini ternyata memiliki pengaruh ke beberapa pihak..Ternyata, sosok saya dan beberapa teman promotor lainnya memiliki peran tersendiri dalam pertimbangan massa lainnya untuk memutuskan mendukung siapa.
Well oh well. I'm so flattered.


Pemilu berakhir.
Calon yang saya promotori sudah menjadi ketua IMG terpilih.
Tanggungjawab sebagai promotor mungkin berakhir, tapi tanggungjawab yang lain sebagai pengurus baru akan saya mulai lagi.



Buat Shana, sukses ya.
Buat M. Gunawan Raditya, teman angkatan, ex-teman sekosan, my bestfriend, dan (sekarang) 'pemimpin kami',
Terus bersemangat dan jangan pernah berhenti belajar.
YES WE CAN BE SOMEONE, SOMEDAY..

ps: sekarang cita-citanya jangan berenang sebatas riau aja ya, gun?


5.5.08

confusing things.

"Sepertinya saya kena hipnotis. I'm sick. Oh, It's awful."
"Kenapa, dik?"
"Ga seharusnya saya jadi ngerasa kayak gini. Saya ga terima"
"WHY?"
"Seluruh saraf motorik dan sensorik saya bekerja di luar kebiasaan jadinya"
"HOW COME?"
"DIA. Ini karena dia"
"and then?"
"duh, tolong dong. Saya kan ga seharusnya kayak gini"


Habit (or habits?). Ya, jadi punya kebiasaan baru: mengait-ngaitkan segala hal dengan mahkluk berinisial snuszhsnusszzh itu.
Merasa terjebak, dijebak dan terutama menjebak. HAHAHA. MAAF tapi ya.....